Makna Anak Coki dalam Tradisi Pacu Jalur Dikecamatan Cerenti Kabupaten Kuantan Singingi
DOI:
https://doi.org/10.61104/alz.v4i3.5708Keywords:
Anak Coki, Pacu Jalur, semiotika Roland Barthes, Budaya lokalAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna Anak Coki dalam tradisi Pacu Jalur di Kecamatan Cerenti, Kabupaten Kuantan Singingi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi untuk menggali pengalaman dan pemaknaan informan terhadap Anak Coki dalam tradisi Pacu Jalur. Subjek penelitian terdiri dari pengurus jalur dan ninik mamak yang terlibat langsung dalam proses pemilihan dan pelaksanaan peran Anak Coki. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan teori semiotika Roland Barthes untuk menganalisis makna denotasi, konotasi, dan mitos dalam peran serta gerakan Anak Coki sebagai makna dalam budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pemilihan Anak Coki dilakukan secara terstruktur melalui tahapan penentuan kriteria, identifikasi calon, persetujuan orang tua, dan penetapan resmi yang melibatkan pengurus jalur serta tokoh adat. Proses mencerminkan nilai musyawarah dan kesepakatan kolektif dalam masyarakat. Makna Anak Coki tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga simbolik, yang meliputi simbol keberadaan sebagai identitas dan “ruh” jalur, simbol posisi sebagai penunjuk arah dan harapan, simbol atribut sebagai representasi nilai adat, kehormatan, dan kepemimpinan, serta simbol gerakan sebagai bentuk komunikasi nonverbal yang mengatur ritme dan membangun semangat kolektif. Jenis kelamin Anak Coki sebagai anak laki-laki merupakan bagian dari konstruksi nilai adat yang telah diwariskan secara turun-temurun. Anak Coki dapat dipahami sebagai representasi simbolik yang mengandung nilai budaya, sosial, dan spiritual dalam tradisi Pacu Jalur.
References
Abdullah, I. (2022). Konstrusi Maskulinitas dan Gender dalam Adat Melayu: Kajian Sosiologi Budaya, Jurnal Sosiologi Pedesaan, 10(1), 45-62.
Barthes, R. (1977). Elemen Of Semiology.
Deanovans, F., Ginting, P. D., Listianti, S. M., Adzuri, T., Sari, U. M., Ramadhan, V., Hambali, & Hakim, A. R. (2025). Pacu Jalur Sebagai Identitas Budaya Lokal: Studi Etnografi di Kabupaten Kuantan Singingi. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 9(2), 246–256. https://doi.org/10.31571/jpkn.v9i2.9764
Gazali, N., Cendra, R., & Putra, Y. (2018). Perkembangan Olahraga Tradisional Pacu Jalur di Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau. Jurnal SPORTIF : Jurnal Penelitian Pembelajaran, 4(2), 205. https://doi.org/10.29407/js_unpgri.v4i2.12324
Hasbullah, Asori, R. A., & Almasri, M. N. (2016). “Unsur-Unsur Magis Dalam Tradisi Pacu Jalur: Perspektif Antropologi Agama.” Sosial Budaya, 13(1), 25–44.
Jamaludin, A. N. (2015). Sosiologi Perdesaan. In Journal of Chemical Information and Modeling (Vol. 53, Issue 9).
Jurdi, S., & Amiruddin, A. (2025). Analisis Peran Tradisi Lisan dalam Pelestarian Identitas Budaya Lokal: Studi Kasus pada Masyarakat Adat di Indonesia. Journal Central Publisher, 2(3), 1692–1698. https://doi.org/10.60145/jcp.v2i3.355
Kuansing., & Diskominfoss. (2018). kotajalur.kuansing.go.id. https://kotajalur.kuansing.go.id/id/sejarah-pacu-jalur.html
Kusumawardani, I. (2013). Simbolik, Makna Sontoloyo, Tari Kabupaten, Giyanti. 2(1).
Nara, K., & Nurhayati, &. (2017). Sistem Pemaknaan Denotatif dan Konotatif dalam Kajian Semiotika Barthes. Jurnal Ilmu Komunikasi, 14 (1), 33–48.
Nasution, S., Sembiring, W. M., Dalimunthe, F. I., Sumarno, E., Ritonga, F. U., Saragih, M. W., Triani, E., Ananda, S., Area, U. M., Negeri, P. P., & Nasution, S. (2025). Pacu Jalur as a traditional sport heritage : physical , cultural , and pedagogical dimensions of I ndonesia ’ s indigenous boat race How to cite in APA Keywords Resumen Palabras clave. 2025, 1496–1511.
Rina, S., Malik, R., Hidir, A., Utara, U. S., & Utara, S. (2025). Triangulasi dan Analisis Domain ; Meningkatkan Kredibilitas dan Kedalaman Penelitian Kualitatif. 6, 33–41.
Sari, D. K. (2017). Unsur magi tukang tari pada seni tari tradisi. Imaji, 15(1), 48–56.
Suroyo, S., Bonita Padang, Fito Dwi Rezky Ramadhan, Januardi, J., Monica Ramadhani C, Patricia Endah S. Riski Saputra, Rosi Octariantoni, Sri Supitri Romdania, Winda Febiola, & Yossy Shinta Dewi. (2022). Pacu Jalur Dan Kekeluargaan Masyarakat Desa Pulau Kalimanting. J-ABDI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(5), 4781–4794. https://doi.org/10.53625/jabdi.v2i5.3522
Tiaraputri, A., Diana, L., Hukum, F., & Riau, U. (2020). Konsep Perlindungan Pacu Jalur Kabupaten Kuantan Singingi Protection Concept Pacu Jalur. 02(01).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Dira Sespira, Rina Susanti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









This work is licensed under a