Pandangan Hukum Islam Terhadap Jual Beli Mystery box di Marketplace Shopee

Authors

  • Dina Amelia Universitas Lampung
  • Elly Nurlaili Universitas Lampung
  • Sayyidah Sekar Dewi Kulsum Universitas Lampung
  • Kasmawati Universitas Lampung
  • Rohaini Universitas Lampung

DOI:

https://doi.org/10.61104/alz.v4i3.5641

Keywords:

Jual Beli, Mystery Box, Marketplace Shopee, Hukum Islam, Gharar, Maysir

Abstract

Jual beli mystery box di marketplace shopee merupakan salah satu transaksi yang berbasis elektronik, sehingga menimbulkan berbagai permasalahan khususnya terkait ketidakjelasan objek transaksi oleh karena itu penelitian ini membahas tentang pelaksanaan jual beli mystery box di marketplace shopee dan pandangan hukum islam terhadap jual beli mystery box di marketplace shopee, Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis kesesuaian praktik jual beli Mystery Box dengan rukun dan syarat sah jual beli dalam Islam, serta mengidentifikasi adanya unsur gharar (ketidakjelasan), maysir (untung-untungan), dan ketidakadilan dalam transaksi tersebut, sehingga dapat memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai praktik jual beli digital yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Metode yang diterapkan adalah penelitian hukum normatif, dengan pendekatan deskriptif, peraturan perundang-undangan, yang mengandalkan data sekunder seterti literature, dokumen dan tambahan data primer seperti wawancara. kemudian dianalisis secara kualitatif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan jual beli mystery box di Shopee dilakukan secara online melalui tahapan pencarian produk, pemilihan barang, pembayaran, hingga pengiriman. Dalam praktiknya, pembeli hanya mengetahui kategori barang tanpa mengetahui secara pasti isi produk yang akan diterima. Faktor utama yang mendorong pembelian adalah rasa penasaran, pengaruh promosi, dan harga yang relatif murah. Namun, sebagian besar konsumen merasa dirugikan karena barang yang diterima tidak sesuai dengan harapan atau nilai yang dibayarkan. Dari perspektif hukum Islam, praktik jual beli mystery box mengandung unsur ketidakjelasan (gharar) terhadap objek transaksi, karena tidak adanya kejelasan mengenai jenis, kualitas, dan spesifikasi barang. Hal ini bertentangan dengan rukun dan syarat sah jual beli dalam fiqh muamalah yang mensyaratkan kejelasan objek akad. Selain itu, praktik ini juga berpotensi mengandung unsur maisir (suntung-untungan) yang lebih menguntungkan penjual dibandingkan pembeli. Oleh karena itu, jual beli mystery box di marketplace Shopee dinilai tidak diperbolehkan dalam hukum Islam karena mengandung unsur gharar yang dilarang.

References

A.Djazuli, 2016, Kaidah-Kaidah Fiqiyah Hukum Islam dalam Menyelesaikan Masalah-Masalah yang Praktis, (Jakarta: Kencana), hlm. 51

Abd. Hadi Dasar-dasar Hukum Ekonomi Islam, (Surabaya: Putra Media Nusantara, 2010), hlm. 100.

Abdulkadir Muhammad, 2004, Hukum dan Penelitian Hukum, Bandung, Citra Aditya Bakti, hlm 5

Abdurrahman, dkk,2010, Fiqh Muamalah, (Jakarta: Prenada Media Group), hlm. 70-71.

Abu al-Farji Abdurrahman bin Rajab al-Hanbali, Al-Qawa’id al-Nuraniyah, (Beirut: Dar al-Ma’rifah), hlm. 83.

Abu Zakariyah Muhyiddin Ibn Sharaf al-Nawawi, Al-Majmu’ Sharh al-Muhadhab, (Matba’ah al-Tadamun al-Akhwa, 676H), Juz 6, 288

Adiwarman Karim dan Ono, 2004, Riba, Gharar, dan Kaidah-kaidah fikih dan Ekonomi Syariah: AnalisisEKonomi, (Jakarta: RajaGrafindo Persada), hlm. 6

Agus Siswanto, The Power of Islamic Entrepreneurship, (Jakarta: AMZAH,2016),hlm.1

Ahmad Azhar Bashir, Asas-Asas Hukum Muamalah (Hukum Perdata Islam), (Yogyakarta: UII Press, 2012), hlm. 65-66

Akhmad Farroh Hasan, (2010) Fiqh Muamakah dari Klasik hingga Kontemporer (Teori dan Praktik), hlm 32.

Al-Imam al-Nawawi, Sharh al-Muhadzdzab, (Beirut: Dar Ihya al-Turats al-A’rabi,) jil. 9, hlm.210

Amirudin dan H. Zainal Asikin, Pengantar Metode Penelitian Hukum,PT. Raja Grafindo Persada, 2012, hlm. 82

Bambang Sunggono, (2016), Metodologi Penelitian Hukum (Jakarta: Raja Grafindo Persada), hlm. 93.

Chairuman Pasaribu, Hukum Perjanjian Dalam Islam, (Jakarta: Sinar Grafika, 1994), Cet. Ke-1, hlm. 38-39.

David Baum, 1999, Business Links, (New Jersey: Oracle Magazine) Vol. XII

Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI), “Akad Jual Beli,” Fatwa DSN MUI, no. 021 (2017): 294, https://dsnmui.or.id/kategori/fatwa/page/5/.

Dimyauddin Djuwaini, Fiqih Muamalah (Yogyakarta : Pustaka Pelajar, 2008), hlm 102.

Diniarti Novi Wulandari, Budi Santoso dan Handry S Athar, 2018, Etika Bisnis E- Commerce Berdasarkann Maqashid Syariah Pada Marketplace Bukalapak.com, (Jakarta), hlm. 3

Djuwani, Dimyauddin, (2010) , Pengantar Fiqh Muamalah, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar), hlm. 128.

Dwi Suwiknyo, 2010, Kompilasi Tafsir Ayat-Ayat Ekonomi Islam, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar), hlm. 21

Eka Putri Utamima, “Hukum Jual Beli Mystery Box Menurut Mazhab Syafi‘i (Studi Kasus di Akun Instagram HypeWannaBe)”. Skripsi (UIN Sumatera Utara Medan, 2020), hlm 15

Fatwa Dewan Syari’ah Nasional (DSN) Nomor: 146 tahun 2021 tentang Online Shop Berdasarkan Prinsip Syariah

Gemala Dewi, Hukum Perikatan di Indonesia, (Jakarta: Prenadamedia, 2020), Cet. Ke-1, hlm. 104.

Hamzah Ya’qub, Kode Etik Dagang Menurut Islam (Pola Pembinaan Hidup Dalam Berekonomi), (Bandung: Diponegoro, 1992), cet. Ke- 2, hlm. 18.

Haris Faulidi Asnawi, 2004,Transaksi Bisnis E-Commerce Persoektif Islam,(Yogyakarta: Magistra Insania Press), hlm.

Idri. 2016, Himpunan Hadist Ekonomi, Ekonomi Dalam Perspektif Hadist Nabi, (Jakarta: Kencana), hlm. 159

Imam Hafizh Ali bin Hajar al-Asqalani, (1996), Fath Bari Syarah Shahih Al-Bukhari Juz V, (Bairut: Dar al-Fikr), hlm 287.

Imam Mustofa, (2016), Fiqh Muamalah Kontemporer (Jakarta: Rajawali Pers), Cet. 1, hlm. 21

Imam Nawawi, Al-Majmu’ Syarah Al Muhadzdzab, Jilid 10. (Jakarta: Pustaka Azam, 2010).hlm 647.

Jaka Yudha Asmara dkk, (2022), Hukum Perlindungan Konsumen Perjanjian Jual Beli Mystery Box Pada Marketplace, (Malang: CV. Literasi Nusantara Abadi, 2022, Cet. Pertama). hlm. 3.

Jalaluddin Rahmad, (2003), Metode Penelitian Komunikasi, Bandung: Remaja Rosdokarya, hlm. 22

Julian Ding, E-commerce: Law and Office, (Malaysia: Sweet and Maxwell Asia 1999). hlm. 25.

Kenneth C. Laudon, dkk, (2007), Sistem Informasi Manajemen, (Jakarta, Salemba Empat), hlm. 12.

Kolter Philip, (1998) Manajemen Pemasaran, ( Jakarta: Prenhallindo), hlm. 319

Mardani, Fiqh Ekonomi Syariah: Fiqh Muamalah (Jakarta: Kencana, 2012), hlm 109.

Moh. Haliimur Rosyid, “Analisis Perilaku Konsumen terhadap Mystery Box Perspektif Islam”, Skripsi, (IAIN Ponorogo, 2021), hlm 93.

Muhammad Rizal Pahlewannur, dkk, (2022), Metode Penelitian Kualitatif, (Sukoharjo: Pradina Pustaka), hlm, 137-138.

Muhammad, dkk, 2002, Visi Al-Qur’an Tentang Etika dan Bisnis, (Jakarta: Salemba Diniyah), hlm. 118

Ningsih, P. K. (2021). Fiqh Muamalah. Depok: Rajawali Pers., hlm. 15.

Oni Sahroni dan Adiwarman A. Karim, (2015), Maqashid Bisnis dan Keuangan Islam Sintesis Fikih dan Ekonomi, (Jakarta: Raja Grafindo Persada), hlm. 118- 120

Rahmat Hidayat, Buku Ajar Pengantar Fikih Muamalah (Medan: UIN Sumatera Utara, 2020), hlm 33.

Risca Selfeny, “Implementasi Jual Beli Online Mystery Box di Marketplace Shopee Tinjaun Hukum Islam dan Hukum Perdata (Studi Kasus pada Brand Beautetox)”, Skripsi (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2022), 12.

Sayyid Sabiq, (1993), Fiqh Sunnah 12, Terjemah Kamaluddin A. Marzuki, dkk, (Bandung: al-Ma’arif), hlm. 47.

Syaikhu, dkk. (2020), Fiqh Muamalah Memahami Konsep Dialektika Kontemporer, (Yogyakarta: K-Media, 2020), hlm. 94

Syarifah Gustiawati Mukri et al., “Transaksi Jual Beli Terlarang Ghisy atau Tadlis Kuantitas” 1, no. 2 (2019): hlm 145

Wahbah Az Zuhaily, Fiqih Islam Wa Adillatuhu, Jilid 5. (Jakarta: Gema Insani, 2011). hlm 112.

Wawan Muhwan Hariri, (2011), Hukum perikatan Islam : dilengkapi hukum perikatan dalam Islam, 1 ed. (Bandung : Pustaka Setia), hlm. 271.

Yusuf As-Sabatin, (2009), Bisnis Islami Kritik Atas Bisnis Ala Kapitalis, diterjemahkan oleh Yahya Abdurrahman, (Bogor: Al-azhar Press), hlm. 107

Abdurrahman Alfaqih, (2017), Prinsip- Ptinsip Praktik Bisnis dalam Islam bagi Pelaku Usaha Muslim, Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM, Vol. 24, No. 3. 464-465.

Dian Amintapratiwi Purwandini, Irwansyah (2021). “Komunikasi Korporasi Pada Era Industri 4.0, Jurnal Ilmu Sosial” Vol 17 No.1, Januari-Juni, 53.

Eva iryani, (2017), HUKUM ISLAM, DEMOKRASI DAN HAK ASASI MANUSIA, Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Vol.17 No.2, hlm. 24

Faradila Hasan, (2025) Mystery Box Transactions in the Perspective of Fiqh Muamalah: A Validity Analysis Based on Ghararand Maysir Principles, Journal of Islamic Economics Law Vol.5, No.( 1), hlm 56-73.

Gusniarti, (2015), Distoris Pasar dalam proses Transaksi Sekuritas Syariah di Pasar Sekunder, Jurnal Etikonomi,Volume14 Number 2 URL:10.15408/etk.vl4i2269, 147-174.

iftahul Jannah, Jual Beli Tanaha Sawah Milik Bersama (A’balu Taung) dalam Pandangan Ekonomi Islam di Desa Manimbahoi Kecamatan Parigi Kab. Gowa, Jurnal Iqtisaduna, no. 2 (2017) 4, http://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/Iqtisaduna/article/view/4043

M. Syarif, 2023, Pelaksanaan Lembaga Keuangan Mikro Syariah di Tengah Persaingan Lembaga Keuangan Syariah Bank dan Non Bank, Volume 3 Number 2, URL: https://doi.org/10.55606/jebaku.v3i2.1729.

Mahfud Nugroho, Fitria Yuni Astuti, (2022) Jual Beli mystery Box Pada E-Commerse Dalam Persfektif Hukum Ekonomi Islam, Journal Economic insights, Vol. 1 no. 2, 144.

Muannif R, & Hasbi U. A , (2021), SUMBER-SUMBER HUKUM ISLAM DAN IMPLEMENTASINYA, Journal of Islamic Studies Vol. 1 No. 2. 32-38.

Muh. Fudhail Rahman, (2018) “Hakekat dan Batasan-Batasan Gharar Dalam Transaksi Maliyah”, SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar’i Vol. 5 Nomor 03, 263-268

N. Puspitasari, (2011), Sejarah dan Perkembangan Asuransi Islam serta Perbedaanya dengan Asuransi Konvensional, Jurnal Ekonomi, Akuntansi dan Manejemen, Volume 10 Number 1, URL: https://jurnal.unej.ac.id/imdex.php/JEAM/article/view/1202, 35-47.

Nadratuzzaman Hosen, (2009) Analisis Bentuk Gharar dalam Transaksi Ekonomi, Al-Iqtisad, no. 1 54, https://journal.uinjkt.ac.id/index.php/iqtishad/article/view/2453/1850.

Nadratuzzaman Hosen, (2009), Analisis Bentuk Gharar dalam Transaksi Ekonomi. (Jakarta: Jurnal Fakultas Syariah dan Hukum). hlm, 55.

Najamuddin, (2025) Transaksi Gharar dalam Muamalat Kontemporer, Jurnal Syariah, no. 1 hlm 26-27, http://ejournal.fiaiunisi.ac.id/index.php/syariah/article/view/20.

Rizka Adi Nugroho dan Prihati Yuniarlin, (2020) “Pelaksanaan Jual Beli Secara Online Berdasarkan Perspektif Hukum Perdata” (Jurnal Media of Law and Sharia, Vol. 2, No. 1), hlm, 191.

Tangkas Ageng, Achmad Kaisi (2023). “Perkembangan Industri 5.0 Terhadap Perekonomian Indonesia”, Manajemen Kreatif Jurnal (MAKREJU), Vol.1 No.3, 96.

Taufiq, (2018) “Memakan Harta Secara Bathil (Perspektif Surat An-Nisa:29 dan At-Taubah:34,” Jurnal Ilmiah Syariah 17, no. 2: 249

Tech in Asia-Connecting Asia's startup ecosystem" www.techinasia.com.(dalam bahasa Inggris).

"Transaksi Shopee di Indonesia Terbesar di ASEAN| SWA.co.id".SWA.co.id.2015-12-02.

Downloads

Published

2026-05-01

How to Cite

Amelia, D., Elly Nurlaili, Sayyidah Sekar Dewi Kulsum, Kasmawati, & Rohaini. (2026). Pandangan Hukum Islam Terhadap Jual Beli Mystery box di Marketplace Shopee. Al-Zayn : Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(3), 2372–2397. https://doi.org/10.61104/alz.v4i3.5641

Issue

Section

Articles