Rekonstruksi Kurikulum Pendidikan Agama Islam Berbasis Pendidikan Inklusif untuk Penguatan Layanan Pembelajaran Ramah Difabel

Authors

  • Muhammad fajar UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KALIM RIAU
  • Sri Wahyuni Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Cici Wulandari Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Rusdiah Roitona Nasution Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Aditya Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Muhammad Iqbal Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

DOI:

https://doi.org/10.61104/alz.v4i3.5556

Keywords:

kurikulum inklusif, Pendidikan Agama Islam, peserta didik difabel, diferensiasi pembelajaran, layanan pendidikan

Abstract

Pendidikan inklusif merupakan upaya strategis untuk menjamin hak belajar peserta didik difabel melalui kurikulum yang adaptif dan berkeadilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan merumuskan rekonstruksi kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis inklusivitas guna memperkuat layanan pembelajaran ramah difabel. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan melalui analisis terhadap ±20 sumber literatur relevan menggunakan teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kurikulum PAI masih menghadapi berbagai kendala, seperti rendahnya kompetensi guru dalam pendidikan inklusif, keterbatasan sarana prasarana, serta kurikulum yang belum adaptif terhadap kebutuhan peserta didik difabel. Rekonstruksi kurikulum dilakukan melalui pengembangan prinsip fleksibilitas, diferensiasi pembelajaran, integrasi teknologi, serta pendekatan multikultural dan humanistik. Selain itu, strategi pembelajaran akomodatif dan diferensiatif menjadi kunci dalam meningkatkan keterlibatan dan hasil belajar siswa difabel. Penguatan layanan PAI juga memerlukan kolaborasi antar stakeholder serta dukungan kebijakan yang berkelanjutan. Dengan demikian, rekonstruksi kurikulum PAI berbasis inklusif berimplikasi pada terciptanya pembelajaran yang adil, humanis, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik

References

Baharun, H. (2016). Manajemen Kinerja Dalam Meningkatkan Competitive Advantage Pada Lembaga Pendidikan Islam. At-Tajdid: Jurnal Ilmu Tarbiyah, 5(2), 243–262.

Levina, E. Y., Kutuev, R. A., Balakhnina, L. V., Tumarov, K. B., Chudnovskiy, A. D., & Shagiev, В. V. (2016). The Structure of the Managerial System of Higher Education’s Development. International Journal Of Environmental & Science Education, 11(15), 8143–8153.

Laal, M. (2011). Knowledge Management in Higher Education. Procedia Computer Science, 3, 544–549.

Budiyanto, M. A. K., Waluyo, L., & Mokhtar, A. (2016). Implementasi Pendekatan Saintifik dalam Pembelajaran di Pendidikan Dasar di Malang. Proceeding Biology Education Conference, 13(1), 48.

Hatum, A. (2010). Next Generation Talent Management: Talent Management to Survive Turmoil. London: Palgrave Macmillan.

Gottschalk, P. (2005). Strategic Knowledge Management Technology. Hershey PA: Idea Group Publishing.

Downloads

Published

2026-05-01

How to Cite

fajar, M., Sri Wahyuni, Cici Wulandari, Rusdiah Roitona Nasution, Aditya, & Muhammad Iqbal. (2026). Rekonstruksi Kurikulum Pendidikan Agama Islam Berbasis Pendidikan Inklusif untuk Penguatan Layanan Pembelajaran Ramah Difabel. Al-Zayn : Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(3), 2032–2042. https://doi.org/10.61104/alz.v4i3.5556

Issue

Section

Articles