Pengaruh Kegiatan Mozaik Terhadap Kemampuan Motorik Halus Anak Usia Dini Menggunakan Desain One-Group Pretest-Posttest di RA Imam Ibnu Katsir
DOI:
https://doi.org/10.61104/alz.v4i3.5511Keywords:
Kegiatan mozaik, motorik halus, anak usia dini.Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kegiatan mozaik terhadap kemampuan motorik halus pada anak usia dini (4-6 Tahun) di RA Imam Ibnu Katsir, Sabanar Lama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest. Subjek penelitian berjumlah 16 anak yang terdiri dari 9 anak laki-laki dan 7 anak perempuan berusia 5-6 tahun. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi terstruktur menggunakan lembar pengamatan yang telah divalidasi, kemudian dianalisis secara deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan rata-rata gain score sebesar 29,83% pada kemampuan motorik halus anak. Hasil uji Paired Sample t-test memperoleh nilai t-hitung = 6,80 dengan nilai signifikansi p = 0,001 (p < 0,05), sehingga H₀ ditolak. Hasil ini menunjukkan bahwa kegiatan mozaik berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan motorik halus anak usia dini.
References
Adolph, K. E., & Hoch, J. E. (2019). Motor development: Embodied, embedded, enculturated, and enabling. Annual Review of Psychology, 70, 141–164. https://doi.org/10.1146/annurev-psych-010418-102836
Cameron, C. E., Brock, L. L., Hatfield, B. E., Cottone, E. A., Rubinstein, E., LoCasale-Crouch, J., & Grissmer, D. W. (2016). Fine motor skills and executive function both contribute to kindergarten achievement. Child Development, 87(5), 1525–1538. https://doi.org/10.1111/cdev.12538
Grissmer, D., Grimm, K. J., Aiyer, S. M., Murrah, W. M., & Steele, J. S. (2016). Fine motor skills and early comprehension of the world: Two new school readiness indicators. Developmental Psychology, 52(2), 201–
213. https://doi.org/10.1037/a0039880
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2014). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 137 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini.
Pemerintah Indonesia. (2003). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Santrock, J. W. (2019). Child development (15th ed.). McGraw-Hill Education. Sugiyono. (2009). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta. Sujiono, Y. N. (2013). Konsep dasar pendidikan anak usia dini. PT Indeks.
Khadijah, Huda, N., & Turtanti, A. (2022). Bentuk-bentuk stimulasi dalam perkembangan motorik anak usia dini di RA Hidayatul Ilmi Desa Kolam. Jurnal Pendidikan Dan Konseling (JPDK), 4(4), 418–422.
Rahmawati, D., & Nurhayati, S. (2022). Penerapan teknik mosaik untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia dini di PAUD. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(3), 1450–1461. https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i3.1234
Rezieka, D. G., Munastiwi, E., Na’imah, N., Munar, A., Aulia, A., & Bastian, A. B. F. M. (2022). Memfungsikan jari jemari melalui kegiatan mozaik sebagai upaya peningkatan motorik halus anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(5), 4321–4334. https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i5.2501
Wardani, D. K. H., Oktavia, C., & Rahayuningsih, I. (2023). Mengembangkan kemampuan motorik halus melalui teknik mozaik pada siswa TKA. Jurnal Integrasi Riset Psikologi, 1(1). https://doi.org/10.26486/intensi.v1i1.3188
.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nur Devi Yusiawati Gumelar, Nurasikin Nurasikin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









This work is licensed under a