Psikologi Massa dan Narasi Neraka: Eksplorasi Emosi Pengguna Media Sosial Menanggapi Isu Perang Dunia III
DOI:
https://doi.org/10.61104/alz.v4i3.5486Keywords:
Selat Hormuz, Psikologi Massa, Narasi Neraka, Perang Dunia III, Emosi Kolektif.Abstract
-
Selat Hormuz merupakan choke point geopolitik paling strategis di dunia, di mana eskalasi ketegangan tidak hanya berdampak pada stabilitas ekonomi, tetapi juga memicu gelombang kepanikan digital yang masif. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi emosi pengguna media sosial dalam menanggapi diskursus Perang Dunia III (WWIII) melalui lensa psikologi massa. Dengan metode kualitatif deskriptif dan pendekatan netnografi pada platform X dan TikTok, penelitian ini mengidentifikasi munculnya "Narasi Neraka". Temuan penelitian menunjukkan bahwa narasi ini merupakan manifestasi eskapisme fatalistik yang menggunakan dark humor sebagai mekanisme pertahanan ego kelompok (group ego defense mechanism) saat menghadapi ancaman geopolitik yang nyata. Fenomena ini menegaskan bahwa media sosial berfungsi sebagai ruang amplifikasi emosi yang mengubah ketegangan regional menjadi histeria global.
References
Baudrillard, J. (1981).
Simulacra and Simulation. Beck, U. (1999).
World Risk Society. Berger, J. (2013).
Contagious: Why Things Catch On. Creswell, J. W., & Poth, C. N.
(2018). Qualitative Inquiry and Research Design. Critchley, S. (2002).
On Humour. Kaplan, R. D. (2012). The Revenge of Geography. Kozinets, R. V. (2015).
Netnography: Redefined. Le Bon, G. (1895).
The Crowd: A Study of the Popular Mind. Moïsi, D. (2009).
The Geopolitics of Emotion. Singer, P. W., & Brooking, E. T. (2018).
LikeWar: The Weaponization of Social Media. Sloterdijk, P. (1987).
Critique of Cynical Reason. Zuboff, S. (2019).
The Age of Surveillance Capitalism.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Kartika Ekawati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









This work is licensed under a