Konsep Tarbiyah Nabawiyah Dalam Pendidikan Anak Dan Remaja Berdasarkan Tahap Perkembangan Usia (0-15)
DOI:
https://doi.org/10.61104/alz.v4i3.5429Keywords:
tarbiyah nabawiyah, hadis tarbawi, pendidikan Islam, perkembangan anakAbstract
Pendidikan Islam menuntut pendekatan yang selaras dengan fitrah dan tahap perkembangan usia peserta didik. Fenomena ketimpangan moral dan kegagalan pembinaan karakter pada anak dan remaja menunjukkan adanya jarak antara praktik pendidikan kontemporer dan konsep tarbiyah Islam yang autentik. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep tarbiyah nabawiyah berbasis hadis dengan menekankan kesesuaian metode pendidikan terhadap tahap perkembangan anak dan remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan (library research). Sumber data utama berupa hadis-hadis tarbawi yang relevan, didukung oleh syarah hadis serta pandangan ulama klasik dan kontemporer. Teknik analisis data menggunakan analisis isi (content analysis) dan analisis tematik (thematic analysis) untuk mengelompokkan hadis berdasarkan fase usia dan menarik makna pendidikan yang terkandung di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tarbiyah Nabi Muhammad ﷺ disusun secara bertahap (tadarruj), memperhatikan kesiapan psikologis dan spiritual anak, serta menyeimbangkan aspek iman, akhlak, dan tanggung jawab sosial. Pendidikan pada fase usia dini menekankan kasih sayang dan pembentukan fitrah; fase kanak-kanak menekankan pembiasaan ibadah dan adab; fase remaja menekankan penguatan kontrol diri dan tauhid; sedangkan fase dewasa awal menekankan tanggung jawab syar‘i dan sosial. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa tarbiyah nabawiyah memiliki landasan pedagogis yang sistematis dan relevan untuk dijadikan paradigma pengembangan pendidikan Islam kontemporer
References
Abū Dāwūd, S. bin al-Asy‘ats. (1430 H). Sunan Abī Dāwūd. Riyadh: Dār ar-Risālah al-‘Ālamiyyah.
Al-Bukhārī, M. bin Ismā‘īl. (1422 H). Ṣaḥīḥ al-Bukhārī. Riyadh: Dār Ṭauq an-Najāh.
Al-Dzahabī, S. (1998). Siyar A‘lām an-Nubalā’. Beirut: Mu’assasah ar-Risālah.
Al-Ḥakamī, ‘A. b. ‘A. b. M. (2010). Al-Ḍawābiṭ al-Fiqhiyyah fī al-Raḍā‘. Riyadh: Jāmi‘at al-Imām Muḥammad bin Sa‘ūd al-Islāmiyyah.
Al-Hazimi, K. bin H. (2000). Uṣūl al-Tarbiyah al-Islāmiyyah. Riyadh: Dār al-‘Ālam al-Kutub.
Al-Nahlawi, A. (1995). Uṣūl al-Tarbiyah al-Islāmiyyah. https://ketabonline.com/ar/books/7007
As-Sa‘dī, ‘A. bin N. (2003). Taisīr al-Karīm ar-Raḥmān fī Tafsīr Kalām al-Mannān. Riyadh: Dār as-Salām.
At-Tirmiżī, M. bin ‘Īsā. (2007). Sunan at-Tirmiżī. Beirut: Dār al-Gharb al-Islāmī.
Azra, A. (2012). Pendidikan Islam: Tradisi dan Modernisasi di Tengah Tantangan Milenium III. Jakarta: Kencana.
Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77–101. https://doi.org/10.1191/1478088706qp063oa
Ibn Katsīr, I. bin ‘U. (1999). Tafsīr al-Qur’ān al-‘Aẓīm. Riyadh: Dār Ṭayyibah.
Ibn Qayyim al-Jauziyyah, M. bin A. B. (2010). Tuḥfat al-Maudūd bi Aḥkām al-Maulūd. Beirut: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah.
Krippendorff, K. (2013). Content analysis: An introduction to its methodology. California: SAGE Publications.
Moleong, L. J. (2019). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Muslim bin al-Ḥajjāj. (1431 H). Ṣaḥīḥ Muslim. Beirut: Dār Iḥyā’ at-Turāts al-‘Arabī.
Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Ulwan, A. N. (1991). Tarbiyat al-Aulād fī al-Islām.
Diakses dari: https://archive.org/details/iqraaEBook62
Zed, M. (2014). Metode penelitian kepustakaan. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Al-Qur’an al-Karim
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Istiana Juwita, Aang Mahyani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









This work is licensed under a