Peran Organisasi Mahasiswa Kesukuan Dalam Memperkuat Identitas Budaya Mahasiswa

(Studi Pada Organisasi Ikatan Mahasiswa Karo RM FIS Unimed)

Authors

  • Nabila Devia Hummaira Universitas Negeri Medan
  • M. Iqbal Universitas Negeri Medan
  • Angela Eva Nia Universitas Negeri Medan
  • Agnes Elizabeth Manalu Universitas Negeri Medan
  • Anisa Amelia Purba Universitas Negeri Medan
  • Ayu Tri Chahyani Universitas Negeri Medan
  • Hanaya Manuela Ambarita Universitas Negeri Medan
  • Mikha Valdo T. Tambunan Universitas Negeri Medan
  • Nur Cahyu Azizah Universitas Negeri Medan
  • Putriana Sinaga Universitas Negeri Medan
  • Rima Volyna Munthe Universitas Negeri Medan
  • Silvia Mahrani Universitas Negeri Medan

DOI:

https://doi.org/10.61104/alz.v4i3.5357

Keywords:

Identitas Budaya, Organisasi Mahasiswa Kesukuan, IMKA, Mahasiswa Karo, Pelestarian Budaya, Globalisasi

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran organisasi mahasiswa kesukuan dalam memperkuat identitas budaya mahasiswa, dengan studi pada Ikatan Mahasiswa Karo (IMKA) di Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada tantangan globalisasi yang berpotensi menggerus identitas budaya lokal, khususnya di kalangan generasi muda. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini adalah mahasiswa Karo yang tergabung dalam organisasi IMKA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IMKA memiliki peran strategis sebagai wadah pelestarian dan penguatan identitas budaya Karo. Organisasi ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat berkumpul, tetapi juga sebagai media edukasi budaya melalui berbagai kegiatan seperti diskusi budaya, pelatihan seni tradisional, dan perayaan adat. Keikutsertaan aktif mahasiswa dalam organisasi terbukti meningkatkan pemahaman dan internalisasi nilai-nilai budaya seperti gotong royong, kekeluargaan, dan penghormatan terhadap adat. Proses internalisasi ini terjadi secara efektif melalui pengalaman langsung dalam kegiatan organisasi. Selain itu, terdapat faktor pendukung seperti solidaritas anggota, dukungan senior dan kampus, serta rasa bangga terhadap budaya sendiri. Namun, terdapat pula hambatan seperti pengaruh budaya global, menurunnya minat mahasiswa, dan keterbatasan waktu akibat aktivitas akademik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa organisasi mahasiswa kesukuan berperan penting dalam mentransmisikan dan mempertahankan identitas budaya di lingkungan kampus multikultural. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang inovatif dan adaptif untuk meningkatkan efektivitas organisasi dalam menghadapi tantangan zaman.

References

Ginting, H. S., & Malau, W. (2025). Solidaritas sosial anggota organisasi Ikatan Mahasiswa Karo (IMKA) pada saat open recruitment di Universitas Negeri Medan. Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial, 12(3), 1016-1022.

Hutagalung, T., Sukma, S. T., Siagian, N. S. P., Pulungan, R., & Hutapea, N. A. (2026). Analisis faktor bahasa gaul dalam berbahasa Indonesia di UNIMED prodi manajemen pada satu angkatan dalam berbicara terhadap teman kelas. J-CEKI: Jurnal Cendekia Ilmiah, 5(2), 288-292.

Jannah, F., & Sulianti, A. (2021). Perspektif mahasiswa sebagai agen of change melalui pendidikan kewarganegaraan. Journal of Social Science and Education, 2(2), 181-193.

Mubah, S. (2011). Strategi meningkatkan daya tahan budaya lokal dalam menghadapi arus globalisasi. https://www.academia.edu/

Purnama, T. E. (2025). Membentuk generasi toleran: Studi empiris proses dan faktor pendorong internalisasi nilai multikultural mahasiswa pendidikan pancasila dan kewarganegaraan. Journal of Moral and Civic Education, 9(2), 165-178.

Rahmi, S. S. N., & Nelwati, S. (2024). Krisis identitas nasional pada generasi muda di era globalisasi. Bhinneka: Jurnal Bintang Pendidikan dan Bahasa, 2(3), 319-327.

Rizqiyah, K. A., Abdullah, M. N. A., & Rizaldi, M. R. (2025). Tantangan mahasiswa perantauan etnis Jawa mempertahankan identitas budaya di perguruan Bandung. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 11(10), 36-46.

Suroto. (2016). Dinamika kegiatan organisasi kemahasiswaan berbasis kearifan lokal dalam upaya memperkuat karakter unggul generasi muda. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 1040-1041.

Yuniar, Y., Hudaya, H., & Yatnosaputro, R. U. D. S. (2025). Proses adaptasi mahasiswa baru melalui manajemen kecemasan dan motivasi pemahaman lintas budaya di Universitas Garut, Provinsi Jawa Barat. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP), 14(3), 431-446.

Zoya, R. A., Ramadon, R., & Noviarita, H. (2024). Dampak globalisasi terhadap budaya lokal di Indonesia. Jurnal Media Akademik (JMA), 2(12), 1-7.

Hasan, H., dkk. (2024). Metode Penelitian Kualitatif. Agam: Yayasan Tri Edukasi Ilmiah.

Nasution, A. F. (2023). Metode Penelitian Kualitatif (M. Albina, Ed.). Bandung: CV. Harfa Creative.

Downloads

Published

2026-05-01

How to Cite

Hummaira, N. D., M. Iqbal, Angela Eva Nia, Agnes Elizabeth Manalu, Anisa Amelia Purba, Ayu Tri Chahyani, Hanaya Manuela Ambarita, Mikha Valdo T. Tambunan, Nur Cahyu Azizah, Putriana Sinaga, Rima Volyna Munthe, & Silvia Mahrani. (2026). Peran Organisasi Mahasiswa Kesukuan Dalam Memperkuat Identitas Budaya Mahasiswa: (Studi Pada Organisasi Ikatan Mahasiswa Karo RM FIS Unimed) . Al-Zayn : Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(3), 867–878. https://doi.org/10.61104/alz.v4i3.5357

Issue

Section

Articles