Pertanggungjawaban Pidana Debitur Atas Pengalihan Objek Jaminan Fidusia Tanpa Izin Kreditur

Authors

  • Hendra Gustami Program Studi Magister Ilmu Hukum, Universitas Lampung
  • Maroni Program Studi Magister Ilmu Hukum, Universitas Lampung
  • Sepriyadi Adhan S Program Studi Magister Ilmu Hukum, Universitas Lampung

DOI:

https://doi.org/10.61104/alz.v4i3.5312

Keywords:

Jaminan Fidusia, Pertanggungjawaban Pidana, Ultimum Remedium, Wanprestasi.

Abstract

Pertumbuhan kebutuhan ekonomi masyarakat mendorong meningkatnya penggunaan fasilitas pembiayaan dengan jaminan fidusia, yang dalam praktiknya kerap menimbulkan permasalahan hukum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan dasar pertanggungjawaban pidana debitur yang mengalihkan objek jaminan fidusia tanpa izin kreditur serta menilai apakah pemidanaan dalam Putusan Nomor 614/Pid.Sus/2024/PN.Tjk telah memenuhi rasa keadilan. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif yang didukung data empiris, melalui studi kepustakaan, dokumentasi, dan wawancara, serta dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertanggungjawaban pidana didasarkan pada terpenuhinya unsur-unsur dalam Pasal 36 Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia, di mana debitur terbukti secara sah mengalihkan objek jaminan tanpa persetujuan kreditur. Namun demikian, perbuatan tersebut juga memiliki dimensi keperdataan sebagai wanprestasi, sehingga menimbulkan tumpang tindih antara ranah pidana dan perdata. Pemidanaan yang dijatuhkan secara formal telah sesuai dengan ketentuan hukum, tetapi belum sepenuhnya mencerminkan keadilan substantif apabila dikaitkan dengan prinsip ultimum remedium dan asas proporsionalitas. Dengan demikian, diperlukan kehati-hatian dalam penerapan hukum pidana agar tidak terjadi kriminalisasi berlebihan terhadap hubungan hukum keperdataan.

References

Budhaeri. (2024). Perlindungan hukum terhadap kreditur atas pengalihan objek jaminan fidusia tanpa persetujuan. Nomos: Jurnal Penelitian Ilmu Hukum, 4(1), 45-56. https://journal.actualinsight.com/index.php/nomos/article/view/2292

Firmansyah, R., & Wibowo, T. (2022). The application of ultimum remedium principle in economic criminal law in Indonesia. Jurnal Dinamika Hukum, 22(1),89–102.

Retrieved https://dinamikahukum.fh.unsoed.ac.id/index.php/JDH/article/view/3210

Ishaq. (2020). Dasar-dasar ilmu hukum. Jakarta: Sinar Grafika.

Maulana, A., Rahman, F., & Putri, D. (2025). Analisis hukum terhadap pengalihan objek jaminan fidusia tanpa persetujuan kreditur. Legal Dialogica, 2(1), 12–25. Retrieved https://jurnal.fh.umi.ac.id/index.php/legal/article/view/1397

Nur, M., Hidayat, R., & Saputra, Y. (2021). Faktor penyebab dan penanggulangan tindak pidana pengalihan objek jaminan fidusia. PAMPAS: Journal of Criminal Law, 2(2), 101–115. Retrieved from https://online-journal.unja.ac.id/Pampas/article/view/11074

Syafiuddin, M., & Lukman, H. (2022). Tinjauan yuridis pengalihan objek jaminan fidusia tanpa persetujuan kreditur. USM Law Review, 5(2), 233–247. Retrieved https://journals.usm.ac.id/index.php/julr/article/view/4940

Witoko, A., Prasetyo, B., & Kurniawan, D. (2025). Pertanggungjawaban pidana debitur dalam pengalihan objek jaminan fidusia. Jurnal Legal Reasoning, 3(1), 67–80.Retrieved https://journal.univpancasila.ac.id/index.php/jlr/article/view/8271

Santoso, B., & Pramono, A. (2021). Criminalization of fiduciary collateral transfer without creditor consent in Indonesian law. Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM,28(3),456–472.

Retrieved from https://journal.uii.ac.id/IUSTUM/article/view/16982

Putri, N. A., & Hidayat, M. (2020). Legal consequences of breach of fiduciary guarantee agreements in Indonesia. Sriwijaya Law Review, 4(2), 230–245.

Retrieved https://ejournal.unsri.ac.id/index.php/slr/article/view/12345

Prasetyo, T. (2018). Hukum pidana. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Sutedi, A. (2019). Hukum jaminan fidusia. Jakarta: Sinar Grafik

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;

Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Undang-Undang No. 1 Tahun 2023;

Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP);

Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia

Downloads

Published

2026-05-13

How to Cite

Gustami, H., Maroni, & Sepriyadi Adhan S. (2026). Pertanggungjawaban Pidana Debitur Atas Pengalihan Objek Jaminan Fidusia Tanpa Izin Kreditur. Al-Zayn : Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(3), 5719–5725. https://doi.org/10.61104/alz.v4i3.5312

Issue

Section

Articles