Media Sosial Sebagai Sarana Kontrol Sosial Mahasiswa Fkip Untirta Terhadap Pemerintah Di Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.61104/alz.v4i3.5292Keywords:
Media sosial, ruang publik, kontrol sosialAbstract
Meningkatnya penggunaan media sosial telah mengubah cara mahasiswa dalam mengekspresikan pendapat dan berpartisipasi dalam diskursus publik. Media sosial kini dipandang sebagai alat potensial untuk menjalankan kontrol sosial terhadap pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna media sosial bagi mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa sebagai sarana kontrol sosial terhadap pemerintah di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi untuk memahami pengalaman subjektif mahasiswa. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi aktivitas mahasiswa di platform seperti Instagram, X (Twitter), TikTok, dan WhatsApp. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memaknai media sosial sebagai ruang publik yang terbuka untuk menyampaikan pendapat dan menyebarkan informasi. Media sosial juga berfungsi sebagai sarana partisipasi dalam diskursus publik serta pengawasan terhadap kebijakan pemerintah. Mahasiswa secara aktif terlibat dalam diskusi, berbagi informasi, dan mengangkat isu sosial-politik. Mereka juga memiliki kesadaran terhadap norma etika dan aturan hukum dalam menyampaikan kritik. Selain itu, media sosial mencerminkan karakteristik ruang publik digital seperti pluralitas, publisitas, keprivatan, dan legalitas. Kesimpulannya, media sosial berperan sebagai ruang deliberatif yang memperkuat partisipasi demokratis dan menjadi alat kontrol sosial yang efektif.
References
A Anna, & R Setiawan. (2024). Pemisahan Identitas Sosial Akun Instagram Mahasiswa Pendidikan Sosiologi Untirta.
Dwi Nurmala, M., Afrizal, S., Umar Syarif Hadi Wibowo. (2022). Dampak Penggunaan Aplikasi TikTok Terhadap Perubahan Perilaku Sosial Mahasiswa. Retrieved http://www.
Ghassani, & Sukowati. (2016). BENTUK HUBUNGAN PERS DENGAN PEMERINTAH TERKAIT DENGAN FUNGSI MEDIA SEBAGAI KONTROL SOSIAL. http://jurnal.unmer.ac.id/index.php/jkpp
Haerullah, F. A., & Kudus, W. A. (2022). TRANSFORMASI PRODUKTIVITAS MAHASISWA PENDIDIKAN SOSIOLOGI UNTIRTA DI MASA PANDEMI. Jurnal Pendidikan Sosiologi Dan Humaniora, 13(2), 228. https://doi.org/10.26418/j-psh.v13i2.54391
Reniati, I., Agustin, R., Suryani, D., Risdiana, R., Trisnawati, O., & Abdul Kudus, W. (n.d.). Penggunaan Istagram Sebagai Media Interaksi Sosial Pada Mahasiswa Pendidikan Sosiologi 2019 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Studi Kasus Ragam Sosial Budaya Perspektif dan Konteks Psikologi Sosial). Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS), Desember, 2022(14), 363–370. Retrieved http://e-journal.upr.ac.id/index.php/JP-IPS
Semadi, P. (2024). Peran Media Sosial Dalam Upaya Penegakan Hukum di Indonesia. Maret 2024 P Indonesian Journal of Law Research, 2(1). https://journal.tirtapustaka.com/index.php/ijolares
Syaiful, A. (2023). Peran Mahasiswa sebagai Agen Perubahan di Masyarakat. Journal of Instructional and Development Researches, 3(1), 29–34. https://doi.org/10.53621/jider.v3i1.102
Sugiyono. (2020). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Alfabeta.
Creswell, J. W. ., & Cheryl N. Poth. (2018). Qualitative inquiry and research design : Choosing among five approaches. SAGE Publications.
Moleong, L. J. . (2022). Metodologi penelitian kualitatif (reguler). PT Remaja Rosdakarya.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Mutiara Salsabilla, Septi Kuntari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









This work is licensed under a