Batasan Toleransi dan Ketaatan kepada Pemimpin dalam Islam: Analisis Konseptual terhadap Prinsip Kemaslahatan Umat

Authors

  • Susilo Wardoyo STIT AT-Taqwa
  • Koko Khoerudin STIT AT-Taqwa

DOI:

https://doi.org/10.61104/alz.v4i2.5250

Keywords:

Toleransi; Ketaatan Bersyarat; Kepemimpinan dalam Islam; Legitimasi Politik; Partisipasi Publik; Kemaslahatan Umat.

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kecenderungan kajian toleransi dan ketaatan kepada pemimpin dalam Islam yang selama ini diposisikan secara terpisah dan parsial, sehingga belum menghasilkan kerangka konseptual yang integratif dalam perspektif kemaslahatan umat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan konseptual antara toleransi dan ketaatan kepada pemimpin dalam pemikiran Islam, serta merumuskan model integratif yang kontekstual bagi masyarakat Muslim modern. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif-normatif. Data diperoleh melalui studi dokumentasi terhadap literatur klasik dan kontemporer, kemudian dianalisis melalui reduksi, klasifikasi tematik, dan sintesis konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa toleransi berfungsi sebagai prinsip etis dalam membangun relasi sosial yang harmonis di tengah pluralitas, sedangkan ketaatan kepada pemimpin berperan sebagai mekanisme normatif untuk menjaga stabilitas dan legitimasi otoritas. Keduanya tidak berada dalam relasi yang saling menegasikan, melainkan saling melengkapi dalam mewujudkan tatanan sosial yang adil dan berorientasi pada kemaslahatan umat. Temuan penelitian juga menunjukkan adanya pergeseran aksentuasi normatif dalam wacana kontemporer yang lebih menekankan dimensi partisipatif dan akuntabilitas publik dalam memahami ketaatan bersyarat. Dengan demikian, penelitian ini menawarkan kerangka konseptual integratif yang dapat menjadi rujukan teoretis dan praktis dalam memperkuat kohesi sosial dan tata kelola pemerintahan berbasis nilai-nilai Islam

References

.الصالح, ع. س. (2019). حدود طاعة رئيس الدولة في الشريعة الإسلامية - دراسة مقارنة. 3)43)https://doi.org/10.34120/jol.v43i3.2435

Abou El Fadl, K. (2007). Islam and the Challenge of Democratic Commitment. 87(2), 247-300. https://doi.org/10.1163/22138617-08702002

Al-Bukhari, M. I. (1999). Ṣaḥīḥ al-Bukhārī (2nd ed.). Riyadh: Darussalam.

Bakour, B. (2025). Reconceptualizing Political Obedience in Islamic Thought. American Journal of Islam and Society, 42(1–2), 6–41. https://doi.org/10.35632/ajis.v42i1-2.3428

Dar, O. M. (2022). Obedience to 'Political Authority' (Ulu Al-Amr). Australian Journal of Islamic Studies, 7(1), 141-167. https://doi.org/10.55831/ajis.v711.669

Ghazali, A. M. (2016). Toleransi Beragama Dan Kerukunan Dalam Perspektif Islam. 1(1), 25–40. https://doi.org/10.15575/RJSALB.V1I1.1360

Hafiz, A., Romdaniah, L., Nizar, R. A., & Mauliza, S. (2024). Toleransi Beragama dalam Masyarakat Plural: Inisiatif Pendidikan, Kebijakan Publik, dan Peran Media dalam Membentuk Sikap Toleransi. Râyah AI-Islâm: Jurnal Ilmu Islam, 8(1), 120-130. https://doi.org/10.37274/rais.v8i1.916

Jafar, W. A. (2018). Fiqh siyasah dalam perspektif al-qur'an dan al-hadist. 3(1), 18-28.https://doi.org/10.29300/IMR.V3/1.2140

Jawas, Yazid bin Abdul Qadir. (2010). Syarah Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Bogor: Pustaka Imam Syafi’i.

Muthohar, Y. (2018). Kewajiban Adanya Kepemimpinan Politik dalam Perspektif Fikih. 1(1), 35-49.https://doi.org/10.47076/JKPIS.V1I1.12

Parlindungan, R. (2019). Partisipasi publik dalam proses kebijakan di masa reformasi. 3(1), 10-21. https://doi.org/10.33373/JTP.V311.2407

Patahuddin, A., Mangka, J., Dunia, J. P.., & Wardana, A. J. (2022). Hubungan Negara, Syariat, dan Pemimpin dalam Perspektif Imam al-Māwardi. BUSTANUL FUQAHA, 3(2), 222-236. https://doi.org/10.36701/bustanul.v3i2.600

Prihantoro, H. A. (2019), ISLAM AND THE HUMANITY OF THE STATE: From Figh of Politics to Figh of Citizenship. 20(2), 364-387. https://doi.org/10.18860/UA.V2012.5673

Saptono, P. B., Khozen, l., & Jie, F. (2023). Obedience to Uli'l-Amr and Tax Compliance: Islamic Scholarly Perceptions. Journal of Islamic Thought and Civilization, 13(1).https://doi.org/10.32350/jitc.131.08

Setiyawan, A. (2015). Pendidikan toleransi dalam hadits nabi saw. 12(2), 219-228. https://doi.org/10.14421/JPAI.2015.122-07

Sulaiman, H., Alatas, A., Awang, A. B., & El-eletrebi, M. F. (2020). The Objectives and Principles of Islamic Governance: Perspective of Imam Al-Juwayni (Tujuan Dan Prinsip Tadbir Urus Islam: Perspektif Imam Al-Juwayni). 17(1),222-248. https://doi.org/10.31436/JIA.V1711.924

Syaifudin, Muh. (2015). The Problem of Religious Toleration: Assessment Values in Surah Al-Kafirun.1(1). https://publikasiilmiah.unwahas.ac.id/index.php/ISC/article/download/1255/138313.Luth, T., & Ahmad, M. Y. (2023). Universality and Contextuality of Islamic Law. https://doi.org/10.59001/pjls.v2i2.112

Tualeka, M. W. N. (2017). Kajian Kritis Tentang Toleransi Beragama dalam Islam. 2(2). http://journal.um-surabaya.ac.id/index.php/Ah/article/download/1104/pdf

Wan Ali, W. Z. K., Ismail, A. Z., Shahruddin, M. S., & Gatara, A. S. (2021). The Concept of Al-Ta’ah (Obedience) To Muslim Leadership From The Islamic Political Thought. 3(2), 263–280. https://doi.org/10.15575/POLITICON.V3I2.11947

Zulham, Z., & Lubis, K. (2022). Islam dan toleransi. Jurnal Ansiru PAI: Jurnal Pengembangan Profesi Guru Pendidikan Agama Islam, 6(2), 116. https://doi.org/10.30821/ansiru.v6i2.14649

الحوكمة من منظور الشريعة الإسلامية. Alnahedh, A., & Soualhi, Y. (2018). 74-99 ,(2)2 https://journals.iium.edu.my/al-risalah/index.php/al-risalah/article/download/72/44

Downloads

Published

2026-04-10

How to Cite

Wardoyo, S., & Khoerudin , K. (2026). Batasan Toleransi dan Ketaatan kepada Pemimpin dalam Islam: Analisis Konseptual terhadap Prinsip Kemaslahatan Umat. Al-Zayn : Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(2), 6977–6990. https://doi.org/10.61104/alz.v4i2.5250

Issue

Section

Articles