Rekonstruksi Penilaian Yudisial Terhadap Diskresi Kebijakan Publik Dalam Sengketa Hak Keperdataan

Authors

  • Endang Purwaningsih Universitas YARSI Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.61104/alz.v3i6.5214

Keywords:

Penilaian Yudisial, Diskresi, Hak Keperdataan, Mahkamah Agung

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengkaji parameter penilaian yudisial terhadap diskresi kebijakan publik pada sengketa hak keperdataan dalam perspektif peran Mahkamah Agung sebagai judex juris.  Penelitian normatif yuridis ini menggunakan pendekatan perundang-undangan, dan konseptual, untuk menghasilkan rekonstruksi parameter penilaian yudisial yang menempatkan keadilan substantif sebagai orientasi utama, dan rekonstruksi dirumuskan dalam model penilaian yudisial yang mengintegrasikan teori keadilan, rasionalitas dan proporsionalitas tindakan, responsivitas terhadap konteks sosial dan ekonomi, serta penguatan asas prosedural dan partisipatif. Penerapan parameter penilaian yudisial terhadap diskresi kebijakan publik oleh pengadilan dalam sengketa hak keperdataan, khususnya dalam perspektif fungsi Mahkamah Agung sebagai judex juris yang menilai konsistensi penerapan hukum, rasionalitas pertimbangan, dan kepatuhan terhadap batas kewenangan yudisial. Mahkamah Agung perlu mengembangkan dan merumuskan pedoman atau model penilaian yudisial terhadap diskresi kebijakan publik yang terintegrasi dengan parameter teori keadilan, kepastian hukum sebagai batas operasional, rasionalitas dan proporsionalitas tindakan, responsivitas terhadap konteks sosial dan ekonomi. penelitian lebih berfokus pada analisis doktrinal dan konseptual, sehingga belum sepenuhnya mencerminkan dinamika empiris dalam praktik peradilan : Model ini memberikan kerangka konseptual bagi Mahkamah Agung guna menjalankan fungsi pengawasan dan koreksi hukum terhadap putusan pengadilan di bawahnya

References

Alfianto, D., et al. (2024). Pertanggungjawaban perdata dan tanggung gugat dalam perkara wanprestasi dan perbuatan melawan hukum. Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan, 4(6).

Ankasa, R. G., Nurhasanah, & Hadi, A. C. (2022). Pembatalan kontrak sepihak dalam transaksi e-commerce. Journal of Legal Research, 4(3). https://doi.org/10.15408/jlr.v4i3.21419

Arnold, A. (2025). Comparing litigation and arbitration approaches to resolving export-import business disputes in Indonesia. Jurnal Ilmu Hukum Kyadiren, 6(2), 116–126. https://doi.org/10.46924/jihk.v6i2.233

Aristoteles. (1999). Nicomachean ethics (T. Irwin, Trans.). Hackett Publishing.

Auz, J. (2022). Human rights-based climate litigation: A Latin American cartography. Journal of Human Rights and the Environment, 13(1), 114–136.

Bähr, C. C., Brunner, U., Casper, K., & Lustig, S. H. (2018). KlimaSeniorinnen: Lessons from the Swiss senior women’s case for future climate litigation. Journal of Human Rights and the Environment, 9(2), 194–221.

Barak, A. (2012). Proportionality: Constitutional rights and their limitations. Cambridge University Press.

Budianto, F. (2023). Tinjauan hukum mengenai perbuatan melawan hukum dalam transaksi jual beli melalui internet (e-commerce). Ekonomika45, 11(1).

Cartwright, J. (2024). Contract law: An introduction to the English law of contract for the civil lawyer (4th ed.). Hart Publishing.

Chen-Wishart, M. (2018). Contract law (6th ed.). Oxford University Press.

Coelho, F. U. (2015). Legal certainty and commercial law: A comparative perspective. IALS Student Law Review, 2(2).

Coombe, R. J., & Jefferson, D. J. (2021). Posthuman rights struggles and environmentalisms from below. Journal of Human Rights and the Environment, 12(2), 177–204.

Deakin, S., Mollica, V., & Sarkar, P. (2017). Varieties of creditor protection. Socio-Economic Review, 15(2).

Dicey, A. V. (1982). Introduction to the study of the law of the constitution (10th ed.). Macmillan.

Dworkin, R. (1977). Taking rights seriously. Duckworth.

Dworkin, R. (1986). Law’s empire. Harvard University Press.

Ehrlich, E. (1936). Fundamental principles of the sociology of law. Harvard University Press.

Epstein, Y., & Schoukens, H. (2021). A positivist approach to rights of nature in the European Union. Journal of Human Rights and the Environment, 12(2), 205–227.

Erlangga, A. S., & Poespasari, E. D. (2024). Comparison of civil law and common law legal systems in the application of jurisprudence. Journal of Law Politic and Humanities, 4(6), 2229–2235.

Febriany, F., & Lie, G. (2025). Analisis penyelesaian sengketa dalam transaksi bisnis internasional melalui arbitrase internasional. Indonesian Journal of Law and Justice, 3(2).

Fransisko, R. E. (2025). Pertanggungjawaban direksi dalam kepailitan perseroan terbatas menurut hukum positif Indonesia. Recital Review, 7(2).

Gurrea-Martínez, A. (2021). Towards an optimal model of directors’ duties in the zone of insolvency. Journal of Corporate Law Studies, 21(2), 365–395.

Hakeem, M., et al. (2024). Judicial review of the application of corporate legal veil in Malaysia and Indonesia. Recht Studiosum Law Review, 3(1), 83–93.

Halmahera, I. F. P., & Danial, M. (2026). Transformasi digital dalam sistem peradilan Indonesia. Journal of Multidisciplinary Inquiry in Science, Technology and Educational Research, 3(1).

Hanifah, F. P., & Saepudin, A. (2025). Analisis perbandingan hukum kontrak Indonesia dan Britania Raya. Jurnal Keadilan, 2(2).

Harahap, A. (2025). Pertanggungjawaban dewan komisaris terhadap kepailitan perseroan terbatas. Jurnal Pembaruan dan Pencerahan Bangsa, 3(1).

Harahap, M. Y. (2017). Hukum acara perdata. Sinar Grafika.

Hassanah, H. (2015). Perlindungan hukum terhadap konsumen dalam transaksi jual beli secara elektronik. Jurnal Administrasi Bisnis, 32(3).

Ikbal, N., & Setiawati, D. (2025). Perbandingan metode penyelesaian sengketa tradisional dan digital. Jurnal Konstitusi, 2(1).

Isdiyana, A. K. (2018). Peran pengadilan negeri Indonesia dalam penyelesaian sengketa elektronik internasional. Legality, 26(1).

Jaaz, M. N. (2024). The developed judicial interpretation of the contract. European Scholar Journal, 5(8).

Jalaludin, D., & Shaleh, C. (2025). Integrasi kontrak elektronik dan arbitrase elektronik dalam satu platform digital. Maliyah: Jurnal Hukum Bisnis Islam, 15(1).

Jocylina, M., & Sawitri, D. A. D. (2025). Pertanggungjawaban atas wanprestasi dalam sistem pre-order melalui e-commerce. Jurnal Media Akademik, 3(9).

Jumadi, S. (2025). Transformasi digital sistem e-court dalam modernisasi persidangan. Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik, 5(3).

Kelsen, H. (1967). Pure theory of law. University of California Press.

Khalid, H. (2025). Absolute and relative competence in religious jurisdiction in Indonesia. Al-Bayyinah, 7(1).

Kumaresan, K. H., & Franta, B. (2025). Opportunities for corporate climate litigation in Southeast Asia. Asia Pacific Journal of Environmental Law, 28(1), 87–114.

Lengkong, M. R., & Kambey, T. J. (2025). Efektivitas mediasi dalam penyelesaian sengketa bisnis. Jurnal Mahkamah Hukum, 2(1).

Liston, G. (2020). Enhancing the efficacy of climate change litigation. Journal of Human Rights and the Environment, 11(2), 241–263.

Mahawijaya, I. G. N. A. M., et al. (2023). The urgency of regulating injunctions. Jurnal Penelitian Hukum De Jure, 23(1), 15–32.

McKendrick, E. (2025). Contract law (16th ed.). Hart Publishing.

Mertokusumo, S. (2010). Hukum acara perdata Indonesia. Liberty.

Muhlizar, et al. (2025). Tinjauan yuridis penyelesaian sengketa merek menurut hukum perdata Indonesia. Journal of Social and Economics Research, 7(1).

Nonet, P., & Selznick, P. (1978). Law and society in transition. Harper & Row.

Novianty, R. R., Saputra, D., & Ismainar, H. (2025). Kedudukan dan kekuatan alat bukti digital dalam peradilan pidana anak. Jurnal Hukum Pidana & Digital, 8(2), 99–117.

Oelangan, M. D. (2019). Penyelesaian sengketa bisnis melalui pengadilan niaga. Pranata Hukum, 14(1).

Palallo, F. R. R. (2025). Tanggung jawab dewan komisaris dalam kepailitan perseroan terbatas di Indonesia. Jurnal Media Hukum Indonesia, 4(1).

Paramartha, P. A. (2020). Analisis penafsiran dan implementasi kontrak dalam kasus pengadaan mesin generator. Jurnal Paradigma Hukum Pembangunan, 5(1).

Pangestu, M. B. A., & Hertanto, A. W. (2024). Legal effects of default on land and building sale agreement. JISIP, 8(1).

Pedamon, C. (2021). Judicial interpretation of commercial contracts. European Business Law Review.

Pitaloka, D. (2025). E-court: A digital disruption in law enforcement. Ex Aequo Et Bono Journal of Law, 2(2).

Poole, J. (2020). Textbook on contract law (16th ed.). Oxford University Press.

Pound, R. (1959). Jurisprudence. West Publishing.

Pumieda, R. A., et al. (2025). Penyelesaian sengketa gugatan pembatalan akad pembiayaan mudharabah. Jurnal Serambi Hukum, 18(2).

Radbruch, G. (2006). Filsafat hukum. Penerbit Alumni.

Rahardjo, S. (2009). Hukum progresif. Genta Publishing.

Rawls, J. (1971). A theory of justice. Harvard University Press.

Rohaya, N., et al. (2023). Challenges of Indonesian contract law in the digital business era. Pagaruyuang Law Journal, 7(1).

Rusli, S., & Djajaputra, G. (2026). Judicial assessment of breach in financing agreements. Jurnal Ilmu Hukum Kyadiren, 7(2), 1318–1329. https://doi.org/10.46924/jihk.v7i2.392

Savaresi, A. (2024). Climate change litigation. Cambridge International Law Journal, 13(2), 286–299.

Savaresi, A., & Setzer, J. (2022). Rights-based litigation in the climate emergency. Journal of Human Rights and the Environment, 13(1), 7–34.

Sihombing, A. R. (2025). Analisis komparatif business judgment rule Indonesia dan Malaysia. Jurnal Media Akademik, 3(12).

Sutantio, R., & Oeripkartawinata, I. (2009). Hukum acara perdata dalam teori dan praktik. Mandar Maju.

Syafa’i, I., & Megasari, I. D. (2024). Flexibility and adaptation of contract law. West Science Law and Human Rights, 2(4).

Syaputri, M. D., & Ivanda, A. C. (2023). Mediasi sebagai alternatif penyelesaian sengketa bisnis di Indonesia. Yustitia, 9(2).

Tri Ambarini, S., & Hakim, A. R. (2025). Penyelesaian sengketa pada perjanjian tidak tertulis. Jurnal Hukum Lex Generalis, 6(4).

Triana, et al. (2023). Penyelesaian sengketa repurchase melalui pengadilan dalam pasar modal. Journal of Social Science Research, 3(6).

Trebble, A., Aronsson-Storrier, A., & Costin, J. (2025). IP law vs. mods, cheats and hacks. Interactive Entertainment Law Review.

Utami, G. C., & Wiraguna, S. A. (2025). Challenges of using electronic documents as evidence. Jurnal Hukum & Teknologi, 10(1), 45–62.

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan.

Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.

Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman.

Wade, H. W. R., & Forsyth, C. F. (2014). Administrative law (11th ed.). Oxford University Press.

Zimmermann, R. (1996). The law of obligations. Oxford University Press.

Downloads

Published

2026-04-03

How to Cite

Endang Purwaningsih. (2026). Rekonstruksi Penilaian Yudisial Terhadap Diskresi Kebijakan Publik Dalam Sengketa Hak Keperdataan. Al-Zayn : Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 3(6), 11864–11883. https://doi.org/10.61104/alz.v3i6.5214

Issue

Section

Articles