Hubungan Karakteristik Ibu Hamil Dengan Tingkat Pengetahuan Tentang Tanda-Tanda Bahaya Kehamilan Di Puskesmas Muara Dua Lhokseumawe

Authors

  • Maghfiroh Rahma Rafie Universitas Malikussaleh
  • Iskandar Albin Universitas Malikussaleh
  • Teuku Yudhi Iqbal Universitas Malikussaleh

DOI:

https://doi.org/10.61104/alz.v4i3.5206

Keywords:

Umur, Pendidikan, Graviditas, Riwayat Tanda Bahaya, Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil

Abstract

Tanda bahaya kehamilan adalah tanda bahaya selama masa kehamilan yang harus di ketahui setiap ibu hamil. Kematian pada ibu dapat terjadi selama masa kehamilan, pada saat bersalin serta masa nifas yang disebabkan oleh kurangnya pengetahuan untuk mengenali adanya tanda bahaya kehamilan. Berdasarkan data yang di rilis oleh Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe, jumlah angka kematian ibu di Lhokseumawe persereratus ribu kelahiran dari tahun 2017-2021 adalah 20 orang dan terbanyak di tahun 2021 yang terjadi di puskesmas Muara Dua Lhokseumawe yaitu berjumlah 6 orang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan variabel umur, Pendidikan, graviditas dan riwayat tanda bahaya dengan Tingkat pengetahuan. Penelitian ini menggunakan populasi sebanyak 55 ibu hamil yang memeriksakan kehamilan di puskesmas Muara Dua. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah metode Total Sampling sehingga sampel dalam penelitian ini berjumlah 55 ibu hamil. Data penelitian diperoleh dengan cara wawancara responden menggunakan kuesioner. Hasil univariat menunjukkan bahwa responden berpengetahuan cukup sebesar 5,1% , sedangkan responden dengan pengetahuan yang baik sebesar 94,9%. Hal ini menandakan bahwa sebagian besar responden berpengetahuan baik dalam mengenali tanda bahaya kehamilan. Hasil bivariat menunjukkan bahwa hanya variabel umur dan graviditas yang memiliki hubungan dengan tingkat pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan, selebihnya tidak memiliki hubungan apapun

References

Abu-Shaheen, A., Heena, H., Nofal, A., Riaz, M., & Alfayyad, I. (2020). Knowledge of obstetric danger signs among Saudi Arabian women. BMC Public Health, 20(1), 1–6. https://doi.org/10.1186/s12889-020-09075-9

Ajabmoh, E. N. (2021). Knowledge of danger signs during pregnancy and health seeking behaviours among women attending antenatal care ; the case of two referral hospitals in Southwest Cameroon. 1–21.

Budiarti, V., Putri, R., & Amelia, C. R. (2018). Hubungan Karakteristik Ibu dan Dukungan Suami dengan Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Tanda Bahaya Kehamilan. Journal Of Issues In Midwifery, 2(1), 1–18. https://doi.org/10.21776/ub.joim.2018.002.01.1

EMAN M.E. SHAHIN, D.N.Sc., R. A. M. M. S. ., & N HOSNI, M.D., A. (2018). Effect of Health Teaching Sessions on Women’s Knowledge Regarding Selected Danger Signals During Pregnancy. The Medical Journal of Cairo University,

Jewaro, M., Yenus, H., Ayanaw, Y., Abera, B., & Derso, T. (2020). Knowledge of obstetric danger signs and associated factors among mothers in Bahir Dar district, northwest Ethiopia: an institution-based cross-sectional study. Public Health Reviews, 41(1), 1–8. https://doi.org/10.1186/s40985-020-00132-7

Kusumastuti, I. (2018). Hubungan Karakteristik Ibu, Paritas dan Sumber Informasi dengan Pengetahuan Ibu tentang Tanda Bahaya Kehamilan. Jurnal Ilmiah Kebidanan Indonesia, 8(03), 124–132. https://doi.org/10.33221/jiki.v8i03.158

Notoatmodjo, S. (2012). Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. PT. Rineka Cipta.

RCOG, & The Royal College of Obstetricians and Gynaecologist. (2016). The Management of Nausea and Vomiting of Pregnancy and Hyperemesis Gravidarum: Green-top Guideline No. 69. RCOG Green-top Guideline No. 69, 1, 1–27.

Rencana Pembangunan Kota (RKP) Lhokseumawe Tahun 2023-2026. (2022). 65.

Shannon, K. J., Burridge, J., & Wilkinson, J. P. (2022). Maternal Awareness of Obstetric Danger Signs and Openness to Educational Intervention in The Gambia. American Journal of Obstetrics and Gynecology, 226(1), S251–S252. https://doi.org/10.1016/j.ajog.2021.11.424

Simkin, P. (2013). Panduan lengkap Kehamilan Melahirkan Dan Bayi. EGC.

Thomson, A. J. (2019). Care of Women Presenting with Suspected Preterm Prelabour Rupture of Membranes from 24+0 Weeks of Gestation: Green-top Guideline No. 73. BJOG: An International Journal of Obstetrics and Gynaecology, 126(9), e152–e166. https://doi.org/10.1111/1471-0528.15803

Wardana, K. E. L., Triguno, Y., & Wulandari, N. K. A. (2021). Difference In Knowledge Between Primigravida And Multigravida Mothers About The Danger Signs Of Pregnancy At Seririt 1 Health Center. Journal of Applied Nursing and Health, 3(2), 136–140. https://doi.org/10.55018/janh.v3i2.26

Wijayanti, G. P., Supramawati, N. M. A. A., Sulaeman, R., Sukmawati, & Irwansyah. (2022). Influence of Helath Education About Danger Signs of Pregnancy on Knowledge and Attitude of Pregnant Mothers and Husbands. European Journal of Research Development and Sustainability, 3(3), 41–46.

Wulandari, R. D., & Laksono, A. D. (2020). Determinants of knowledge of pregnancy danger signs in Indonesia. PLoS ONE, 15(5), 1–11. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0232550

Downloads

Published

2026-05-01

How to Cite

Rafie, M. R., Iskandar Albin, & Teuku Yudhi Iqbal. (2026). Hubungan Karakteristik Ibu Hamil Dengan Tingkat Pengetahuan Tentang Tanda-Tanda Bahaya Kehamilan Di Puskesmas Muara Dua Lhokseumawe. Al-Zayn : Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(3), 139–150. https://doi.org/10.61104/alz.v4i3.5206

Issue

Section

Articles