Status Hukum dan Perlindungan Pekerja Platform Digital: Studi Komparatif Indonesia dan Singapura
DOI:
https://doi.org/10.61104/alz.v4i2.5204Keywords:
Pekerja Platform; Gig Worker; Perlindungan Hukum; Studi Komparatif; Status Hukum.Abstract
Pesatnya pertumbuhan ekonomi digital telah melahirkan model kerja baru yang dikenal sebagai gig economy, di mana pekerja platform digital berada dalam zona abu-abu hukum antara kategori “pekerja” dan “kontraktor independen”. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urgensi rekonstruksi status hukum pekerja platform serta membandingkan kerangka perlindungan hukum yang diterapkan di Indonesia dan Singapura. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perbandingan hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Indonesia, status hukum pekerja platform masih didominasi oleh konsep “kemitraan” yang cenderung semu, di mana pekerja memiliki posisi tawar rendah dan perlindungan jaminan sosial yang belum memadai. Sebaliknya, Singapura telah melakukan langkah progresif melalui Platform Workers Act yang memberikan pengakuan hukum khusus bagi pekerja platform, mencakup perlindungan kecelakaan kerja dan kontribusi dana pensiun (CPF) tanpa harus menyematkan status karyawan penuh. Perbandingan ini menunjukkan bahwa Indonesia memerlukan rekonstruksi regulasi yang lebih spesifik guna menciptakan keadilan bagi pekerja platform. Kesimpulan dari studi ini merekomendasikan perlunya kategori hukum ketiga (sui generis) dalam hukum ketenagakerjaan Indonesia untuk mengakomodasi karakteristik unik pekerja platform yang memiliki subordinasi ekonomi namun memiliki fleksibilitas kerja, guna menjamin hak-hak dasar dan kesejahteraan mereka di masa depan demi tegaknya keadilan sosial.
References
Anwar, M. A., Schäfer, S., & Golušin, S. (2024). Work futures: globalization, planetary markets, and uneven developments in the gig economy. Globalizations, 21(4), 571–589. https://doi.org/10.1080/14747731.2023.2236876
Banik, N., & Padalkar, M. (2021). The Spread of Gig Economy: Trends and Effects. Foresight and STI Governance, 15(1), 19–29. https://doi.org/10.17323/2500-2597.2021.1.19.29
Davidov, G. (2017). The Status of Uber Drivers: A Purposive Approach. Spanish Labour Law and Employment Relations Journal, 6(1).
Dunn, M. (2019). Hustle and Gig: Struggling and Surviving in the Sharing Economy. Social Forces, 98(2), 1–3. https://doi.org/10.1093/sf/soz088
Hernawan, A., Novianto, A., & Wulansari, A. D. (Eds.). (2024). Kemitraan Semu dalam Ekonomi Gig di Indonesia: Analisis Terhadap Kondisi Pekerja Berstatus Mitra. IGPA Press.
Husni, L. (2019). Pengantar Hukum Ketenagakerjaan Indonesia. Rajawali Pers.
Ibrahim, J. (2013). Teori dan Metodologi Penelitian Hukum Normatif. Bayumedia Publishing.
International Labour Organization. (2021). World Employment and Social Outlook: The Role of Digital Labour Platforms in Transforming the World of Work. International Labour Organization.
Kumar, N., & Verma, R. C. (2025). The Gig Economy in the Digital Age: Challenges, Opportunities and Pathways Forward. Innovation in Economy & Policy Research, 6(2), 1–12. https://doi.org/10.46610/IEPR.2025.v06i02.001
Limanseto, H. (2026). Gig Economy Jadi Ruang Berkarya Generasi Muda, Dukung Pertumbuhan Ekonomi Digital yang Berkelanjutan. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia. https://ekon.go.id/publikasi/detail/6790/gig-economy-jadi-ruang-berkarya-generasi-muda-dukung-pertumbuhan-ekonomi-digital-yang-berkelanjutan
Marzuki, P. M. (2019). Penelitian Hukum: Edisi Revisi (19th ed.). Prenada Media Group.
Mohideen, A. J. H., Khatoon, S., G Y, S., Singh, S., & Rafee, B. M. (2025). GIG Economy: Emerging Trends and Challenges After Globalisation. Journal of Neonatal Surgery, 14(8S), 377–383. https://doi.org/10.52783/jns.v14.2551
Soekanto, S., & Mamudji, S. (2015). Penelitian Hukum Normatif: Suatu Tinjauan Singkat. RajaGrafindo Persada.
Srihita, R. H., Goli, G., M, R., & Gobinath, R. (2025). Transformative dynamics of the gig economy: Technological impacts, worker well-being and global research trends. International Journal of Engineering Business Management, 17. https://doi.org/10.1177/18479790241310362
Stefano, V. De. (2016). The Rise of the Just-in-Time Workforce: On-Demand Work, Crowd Work and Labour Protection in the Gig Economy. Comparative Labor Law & Policy Journal, 37.
Suseno, Y., & Rowley, C. (2023). Guest editorial: A different world of work: the sharing economy and (in)equity, identity and rewards. Personnel Review, 52(3), 445–453. https://doi.org/10.1108/PR-04-2023-915
Wardhana, A. P. K., & Rasji, R. (2025). The Legal Status of Gig Economy Workers in Indonesia’s Digital Platform Industry (2022-2025): Problematika Status Hukum Pekerja Gig Economy dalam Industri Platform Digital Indonesia (2022-2025). Indonesian Journal of Law and Economics Review, 21(1), 10.21. Indonesian Journal of Law and Economics Review, 21(1). https://doi.org/10.21070/ijler.v21i1.1402
Wibowo, S. H., & Matheus, J. (2023). Tinjauan Yuridis Pemberian Uang Pesangon Kepada Karyawan yang Di-PHK Pasca Pengesahan Perppu Cipta Kerja. NUSANTARA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial, 10(5), 2560–2565. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.31604/jips.v10i5.2023.2560-2565
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Vincent, Gunardi Lie

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









This work is licensed under a