Kondisi Sosial Lingkungan Padat Penduduk di Rumah Susun 24 Ilir Kota Palembang
DOI:
https://doi.org/10.61104/alz.v4i2.5164Keywords:
Permukiman Padat Penduduk, Rumah Susun 24 Ilir, Kondisi Sosial, Sanitasi Lingkungan, Kesehatan MasyarakatAbstract
Fenomena yang sering terjadi dalam perkembangan di kota-kota besar yang ada di Indonesia, termasuk salah satunya Pulau Sumatera yaitu terjadinya pertumbuhan penduduk yang begitu pesat yang biasanya tidak disertai dengan antisipasi daya dukung dengan baik. Di wilayah Palembang, salah satu contoh yang mencolok adalah Rusun 24 Ilir. Rusunawa, yang juga dikenal sebagai Rumah Susun atau disingkat "rusun", sering digunakan pemerintah sebagai cara untuk memberikan tempat tinggal yang layak bagi masyarakat dengan pendapatan rendah atau mereka yang terkena dampak kebijakan penataan kota. Namun, adanya rusun di kawasan perkotaan yang padat belum tentu bisa mengatasi semua masalah sosial dan lingkungan yang rumit. Berdasarkan hasil wawancara dengan informan diketahui bahwa kondisi lingkungan di masa lalu cukup memprihatinkan karena saluran air dan pembuangan limbah belum tertata dengan baik. Kondisi sanitasi yang masih terbuka dan belum terkelola secara optimal sering kali menimbulkan bau tidak sedap serta memberikan kesan kumuh pada kawasan perumahan. Penelitian ini menunjukkan bahwa kehidupan di Rumah Susun 24 Ilir Palembang sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan yang padat dan keterbatasan fasilitas. Pendudukan penduduk berdampak pada sanitasi, distribusi udara, kondisi bangunan yang sudah tua, serta kenyamanan hidup sehari-hari.
References
Afriani, F., Maulana, M. A., Righo, A., Keperawatan, P. S., Kedokteran, F., & Tanjungpura, U. (2021). Hubungan perilaku kesehatan terhadap risiko penyakit berbasis lingkungan pada mahasiswa di wilayah asrama rusunawa untan pontianak. 3(1), 67–75.
Alipraja, M., Sriwijaya, U., Bidaracina, K., Jatinegara, K., & Timur, J. (2011). Peningkatan Kualitas Lingkungan Hidup Rumah Susun ditinjau dari Undang-Undang No . 20 Tahun 2011 tentang Rumah Susun. 5(20), 20–40.
Di, S., Rusunawa, L., Pgri, U., Malang, K., & Rupidara, S. L. (2025). Pengelolaan sampah; komunitas; Lingkungan bersih. 1(2), 183–190.
Dian Tannia Rachman, P. H. S. H. (2023). Perubahan Kondisi Sosial Budaya Masyarakat Pemukiman Kumuh Akibat Urbanisasi di Kota Surabaya.
Fransiskus Marbun, S., Yanti Gultom, D., Raihan Attaya, G., Aulia Putri, T., Clawdya Lubis, N., William Iskandar Ps, J. V, Baru, K., Percut Sei Tuan, K., Deli Serdang, K., & Utara, S. (2025). Dampak Kepadatan Penduduk Terhadap Kualitas Lingkungan Permukiman Di Keecamatan Percut Sei Tuan. JMA), 3(11), 3031–5220. https://doi.org/10.62281
Indonesia, U. K., & Literate, S. (2025). Mochamad Hartono , Sri Pare Eni , Margareta Maria Sudarwani. 10(3), 2983–3002.
Keman Soedjajadi. (2005). Kesehatan Perumahan Dan Lingkungan Pemukiman.
Mahasiswa, J., Suci, N. W., Studi, P., Ekonomi, I., Islam, U., Sunan, N., & Surabaya, A. (2022). Strategi penanganan permukiman kumuh melalui pembangunan rumah susun di surabaya. 4(4).
Octalita, I., & Situmorang, C. (2022). Kualitas Kesehatan Lingkungan. 6(2).
Pendidikan, H. T., Hidup, P., Dan, B., Phbs, S., Riyanto, A., & Widyastuti, A. (2023). Warga Di Rusun Harum Jakarta Selatan Tahun 2016. 2(3), 569–576.
Putri, D. H., Hunian, K., Ventilasi, L., Putri, D. H., & Palembang, R. S. (2020). Hubungan kepadatan hunian dan luas ventilasi dengan kejadian ispa pada rumah susun palembang. 4(2), 121–128.
Rahmawaty Sari, N. (2014). Kualitas Lingkungan Permukiman Tepi Sungai …. In Teknik PWK (Vol. 3, Number 4).
Rubiati, B., & Padjadjaran, U. (2023). Kepemilikan Rumah Susun Umum Yang Dibangun Di Atas Tanah Barang Milik Negara / Daerah Pasal 28H ayat ( 1 ) Undang Undang Dasar Tahun 1945 Amandemen Keempat ( Selanjutnya Undang-undang No . 20 Tahun 2011 tentang Rumah Susun ( selanjutnya disebut UU Rumah rumah susun yang layak huni dan terjangkau , meningkatkan efisiensi dan efektivitas pemanfaatan Kepemilikan Satuan Rumah Susun yang selama ini berlaku adalah Hak Milik Atas Satuan Rumah Susun ( SHM Sarusun ) yang menyatukan Satuan Rumah Susun ( Sarusun ) dengan tanahnya , yaitu tanah negara dan Hak Guna Bangunan dan Hak Pakai di atas tanah Hak Pengelolaan . Harga tanah yang. 6, 206–220.
Salsabila Muhammad Ni’mat, & Fahreza Muhammad Athila. (2025). Kepadatan penduduk : masalah dan solusinya.
Santosa, S. A., Ruang, G., & Ruang, P. (2023). Analisa Perubahan Guna Ruang Pada Rumah Di Rusunawa I. 437–446.
Studi, P., Arsitektur, S., Teknik, F., & Tarumanagara, U. (2025). Rumah Susun Berbasis Alga Sebagai Solusi Peningkatan Kualitas Lingkungan Kampung Pulo. 7(2), 801–812. https://doi.org/10.24912/stupa.v7i2.35582
Taufik, M., Sukmaniar, S., Saputra, W., & Putri, M. K. (2019). Perubahan Kondisi Sosial Budaya Masyarakat Permukiman Kumuh Akibat Urbanisasi Di Kota Palembang. Publikauma : Jurnal Administrasi Publik Universitas Medan Area, 7(2), 12. https://doi.org/10.31289/publika.v7i2.2969
Zairinayati, & Dwi Hartika Putri. (2020). Hubungan kepadatan hunian dan luas ventilasi dengan kejadian ispa pada rumah susun palembang.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Mellys Wahyuni, Ochi Ramadhanti, Fadillah Nur Habibah M, Lidya Shela Agustin, Acparel Ganesa Islami Pasha, Rudy Kurniawan, Lisya Septiani Putri, Suci Wahyu Fajriani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









This work is licensed under a