Demografi Digital Dan Budaya Anonimitas: Studi Kualitatif Tentang Perubahan Interaksi Sosial
DOI:
https://doi.org/10.61104/alz.v4i2.5120Keywords:
Demografi Digital, Budaya Anonimitas, Interaksi Sosial, Kontrol Sosial, Masyarakat Digital.Abstract
Perkembangan teknologi digital di Indonesia yang pesat telah menggeser pola interaksi sosial dari komunikasi tatap muka menuju ranah digital yang didominasi oleh budaya anonimitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi pola interaksi sosial dalam konteks demografi digital serta mengkaji proses pembentukan dan implikasi budaya anonimitas terhadap norma dan kontrol sosial di masyarakat digital. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui survei daring dengan pertanyaan terbuka dan analisis tematik yang didukung oleh studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa demografi digital yang didominasi generasi muda telah mendorong peralihan ke interaksi digital yang lebih selektif dan terkontrol, di mana anonimitas dimanfaatkan untuk mencari rasa aman psikologis dan kebebasan berekspresi. Meskipun anonimitas memfasilitasi keterbukaan diri dan inklusivitas, fenomena ini juga menyebabkan rendahnya kehadiran sosial, melemahnya kontrol sosial informal, serta peningkatan perilaku agresif seperti cyberbullying. Sebagai kesimpulan, budaya anonimitas dalam masyarakat digital memiliki dua sisi yang memberikan kebebasan berekspresi namun menantang kualitas relasi sosial serta keberlangsungan norma konvensional
References
Ariyanti, M., Z.D., R., & Lailin, M. I. H. (2023). Komunikasi tanpa nama yang jujur dan terbuka: studi kasus pada akun @komunitasmaunangisaja di Twitter (X). TUTURAN: Jurnal Ilmu Komunikasi, Sosial dan Humaniora, 2(4), Article 1236. https://doi.org/10.47861/tuturan.v2i4.1236
Granovetter, M. S. (1973). The strength of weak ties. American Journal of Sociology, 78(6), 1360–1380. https://doi.org/10.1086/225469
Harmaningsih, D., et al. (2021). Anonimitas netizen di media sosial. IKRA-ITH Humaniora: Jurnal Sosial dan Humaniora, 5(2), 45–56. https://journals.upi-yai.ac.id/index.php/ikraith-humaniora/article/view/1474
Jurnal Pendidikan Tambusai. (2025). Hubungan antara perceived anonymity dan perilaku cyberbullying pada remaja di media sosial. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(1), 233–245. https://jptam.org/index.php/jptam/article/view/28803
Jurnal Psikologi Wijaya Putra. (2024). Analisis peran anonimitas terhadap manifestasi agresi di Twitter. Psikowipa, 5(2), 67–79. https://jurnal.uwp.ac.id/fpsi/index.php/psikowipa/article/view/14
Kuswanto, R. T., & Kurniawan, M. A. (2024). Fenomena anonim media sosial ditinjau dalam perspektif Islam. EDU SOCIETY: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sosial dan Pengabdian kepada Masyarakat, 5(2), 101–112. https://jurnal.permapendis-sumut.org/index.php/edusociety/article/view/1105
Pramesti, C. S. L., & Dewi, D. K. (2021). Pengaruh anonimitas terhadap self-disclosure pada Generasi Z di Twitter. Character: Jurnal Penelitian Psikologi, 9(5), Article 47347. https://doi.org/10.26740/cjpp.v9i5.47347
Prensky, M. (2001). Digital natives, digital immigrants. On the Horizon, 9(5), 1–6. https://doi.org/10.1108/10748120110424816
Suler, J. (2004). The online disinhibition effect. CyberPsychology & Behavior, 7(3), 321–326. https://doi.org/10.1089/1094931041291295
APJII. (2024). Laporan survei penetrasi & perilaku pengguna internet Indonesia 2024. Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia.
Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. (2025). Laporan tahunan cybersecurity dan transformasi digital nasional 2025.
Castells, M. (1996). The rise of the network society. Blackwell Publishers.
Short, J., Williams, E., & Christie, B. (1976). The social psychology of telecommunications. John Wiley & Sons.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Lulu Hermawati, Ilman Diansyah Rasnadipoetra, Naila Noerita Aini, Mirna Nur Alia Abdullah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









This work is licensed under a