Kemiskinan Tanpa Klaster: Analisis Ketimpangan dan Pola Spasial Antar Provinsi di Indonesia Tahun 2025
DOI:
https://doi.org/10.61104/alz.v4i2.5068Keywords:
Kemiskinan, Ketimpangan Regional, Analisis SpasialAbstract
Kemiskinan antar wilayah di Indonesia masih menunjukkan perbedaan yang signifikan sebagai akibat dari ketimpangan pembangunan regional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat ketimpangan kemiskinan serta mengidentifikasi pola spasial distribusi kemiskinan antar provinsi di Indonesia tahun 2025. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis statistik deskriptif, pengukuran ketimpangan menggunakan coefficient of variation dan indeks Gini, serta analisis spasial menggunakan Moran’s I, Local Indicator of Spatial Association (LISA), dan regresi spasial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata jumlah penduduk miskin antar provinsi sebesar 614,73 ribu jiwa dengan tingkat ketimpangan yang sangat tinggi (CV = 1,499; Gini = 0,591). Uji autokorelasi spasial global menunjukkan bahwa distribusi kemiskinan tidak memiliki hubungan spasial yang signifikan dan cenderung bersifat acak secara geografis. Analisis spasial lokal juga tidak menemukan pola klaster kemiskinan yang kuat secara nasional. Selain itu, variabel pengangguran memiliki hubungan positif namun tidak signifikan terhadap kemiskinan dalam model spasial. Temuan ini menunjukkan bahwa ketimpangan kemiskinan di Indonesia lebih dipengaruhi oleh faktor struktural wilayah dibandingkan kedekatan geografis.
References
Abdullah, R., & Astuti, W. (2023). Analisis faktor sosial ekonomi terhadap ketimpangan pendapatan regional di Indonesia. Jurnal Ekonomi Regional dan Pembangunan, 8(2), 115–128.
Anselin, L. (1988). Spatial econometrics: Methods and models. Kluwer Academic Publishers.
Arbia, G. (2006). Spatial econometrics: Statistical foundations and applications to regional convergence. Springer.
Badan Pusat Statistik. (2025). Jumlah penduduk miskin menurut provinsi di Indonesia. Badan Pusat Statistik.
Badan Pusat Statistik. (2025). Tingkat pengangguran terbuka menurut provinsi di Indonesia. Badan Pusat Statistik.
LeSage, J., & Pace, R. K. (2009). Introduction to spatial econometrics. CRC Press.
Lestari, D. (2023). Ketimpangan pembangunan ekonomi dan kemiskinan regional di Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan, 11(1), 45–57.
Resosudarmo, B. P., & Vidyattama, Y. (2006). Regional income disparity in Indonesia: A panel data analysis. ASEAN Economic Bulletin, 23(1), 31–44.
Safitri, N. (2022). Pengaruh pertumbuhan ekonomi dan subsidi pemerintah terhadap tingkat kemiskinan daerah. Jurnal Sosial Ekonomi dan Kebijakan Publik, 7(3), 201–214.
Suryahadi, A., Hadiwidjaja, G., & Sumarto, S. (2009). Economic growth and poverty reduction in Indonesia. Bulletin of Indonesian Economic Studies, 45(3), 367–396.
Todaro, M. P., & Smith, S. C. (2015). Economic development (12th ed.). Pearson Education
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Misbahuddin, Andi Rahmat Nizar Hidayat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









This work is licensed under a