Perlindungan Anak Di Ruang Digital: Tinjauan Pendidikan Islam Terhadap Kebijakan Pembatasan Usia Pengguna Media Sosial
DOI:
https://doi.org/10.61104/alz.v4i2.5067Keywords:
Perlindungan anak, media sosial, pendidikan Islam, maqāṣid al-syarī‘ah, literasi digital.Abstract
Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam pola interaksi sosial anak dan remaja saat ini. Media sosial seperti Instagram, TikTok, YouTube, dan berbagai platform digital lainnya menjadi ruang utama bagi generasi muda untuk berkomunikasi serta mengakses beragam informasi. Namun, penggunaan media sosial yang tidak terkontrol juga seringkali menimbulkan berbagai risiko bagi anak, seperti paparan konten negatif, cyberbullying, eksploitasi digital, serta kecanduan teknologi. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menerbitkan kebijakan pembatasan usia pengguna media sosial sebagai bagian dari upaya perlindungan anak di ruang digital. Kebijakan tersebut mengatur pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah usia tertentu pada berbagai platform digital sebagai langkah preventif dalam melindungi perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan pembatasan usia pengguna media sosial tersebut dalam perspektif pendidikan Islam dengan menggunakan kerangka maqāṣid al-syarī‘ah, khususnya prinsip ḥifẓ al-‘aql (perlindungan akal) dan ḥifẓ al-akhlāq (perlindungan moral). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan melalui analisis terhadap regulasi pemerintah, literatur pendidikan Islam, serta kajian akademik mengenai literasi digital dan perlindungan anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pembatasan usia pengguna media sosial memiliki relevansi dengan prinsip-prinsip pendidikan Islam yang menekankan pentingnya menjaga perkembangan intelektual dan moral generasi muda. Oleh karena itu, integrasi antara regulasi digital, pendidikan keluarga, serta pendidikan berbasis nilai-nilai Islam menjadi strategi penting dalam menciptakan lingkungan digital yang aman, sehat, dan edukatif bagi anak.
References
Annisa Nur, Nur Hikmah, & Marlina Marlina. (2024). Peran Orang Tua dalam Mendukung Literasi Dini Anak pada Era Digital. Inovasi Pendidikan Dan Anak Usia Dini, 2(1), 113–123. https://doi.org/10.61132/inpaud.v2i1.88
Busetto, L., Wick, W., & Gumbinger, C. (2020). How to use and assess qualitative research methods. Neurological Research and Practice, 2(1). https://doi.org/10.1186/s42466-020-00059-z
Febrianti, Soelfema, & Putri, L. D. (2025). Pembinaan Karakter Mahasiswa Melalui Pendidikan Agama Islam di Era Digital. Bhinneka: Jurnal Bintang Pendidikan Dan Bahasa, 3(1), 364–375. https://doi.org/https://doi.org/10.59024/bhinneka.v3i1.1207
Nurdiana, R., Rokhimah, A., & Yuliana, M. E. (2023). Penerapan Teknologi Komunikasi Melalui Sistem Informasi Manajemen Di Pondok Pesantren Darul Arqom Karanganyar Application of Communication Technology Through Management Information Systems At Darul Arqom Islamic Boarding School Karanganyar. Sibatik Journal | Volume, 2(12), 3877–3886. https://publish.ojs-indonesia.com/index.php/SIBATIK
O’Connor, C., & Joffe, H. (2020). Intercoder Reliability in Qualitative Research: Debates and Practical Guidelines. International Journal of Qualitative Methods, 19, 1–13. https://doi.org/10.1177/1609406919899220
Oviana, W., & Rijal, F. (2021). The Role of Islamic Higher Education Institution in Developing Students’ Character Value. AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan, 13(1), 570–580. https://doi.org/10.35445/alishlah.v13i1.418
Ramadhani, S. A., Khodari, R. T., Ulfiah, N., & Rosydawati, A. (2025). Silence Out of Fear : A Case Study of the Spiral of Silence in Social Media Doxxing Victims. JMI : Jurnala Multidisiplin Indonesia, 4(6), 417–428. https://jmi.rivierapublishing.id/index.php/rp
Rohayati, Y., & Abdillah, A. (2024). Digital Transformation for Era Society 5.0 and Resilience: Urgent Issues from Indonesia. Societies, 14(12), 1–16. https://doi.org/10.3390/soc14120266
Rohyana, H., & Siddiq, R. F. (2024). Implementasi Pendidikan Karakter Di Sekolah Dasar Dalam Pembentukan Pribadi Siswa. JISPE Journal of Islamic Primary Education, 5(02), 75–91. https://doi.org/10.51875/jispe.v5i02.535
Sari, M., & Asmendri, A. (2020). Penelitian Kepustakaan (Library Research) dalam Penelitian Pendidikan IPA. Natural Science, 6(1), 41–53. https://doi.org/10.15548/nsc.v6i1.1555
Syamsurrijal, M., Nurmandi, A., Jubba, H., Hidayati, M., & Hariyanto, B. (2024). De-radicalization through Social Media: Social Media Literacy in Countering Terrorism in Indonesia. Wawasan: Jurnal Ilmiah Agama Dan Sosial Budaya, 9(1), 1–12. https://doi.org/10.15575/jw.v9i1.16788
Umar, R., & Tasrim, I. W. (2025). Strategies for Developing Teacher Competence in the Era of Independent Learning : A Library Research in the Context of Indonesia. Journal of Educational Innovation and Research, 1(10), 380–389. https://journals.ai-mrc.com/jeir
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Novia Nasyomia, Rizky Dwi Pradana

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









This work is licensed under a