Analisis Biaya Administrasi Pernikahan di Tingkat Desa dalam Perspektif Hukum Islam

(Studi di Kampung Gunung Labuhan Kabupaten Way Kanan)

Authors

  • Dody Pratama Institut Al-Ma’arif Way Kanan, Lampung
  • Intan Novia Ayu Institut Al-Ma’arif Way Kanan, Lampung
  • Siti Rohmah Institut Al-Ma’arif Way Kanan, Lampung
  • Faridatun Husnah Institut Al-Ma’arif Way Kanan, Lampung
  • Nunik Riyana Institut Al-Ma’arif Way Kanan, Lampung

DOI:

https://doi.org/10.61104/alz.v4i2.5048

Keywords:

Biaya Pernikahan, Administrasi Nikah, KUA, Hukum Islam, Kemaslahatan

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik biaya administrasi dalam proses pengurusan pernikahan di masyarakat serta menelaahnya dari perspektif hukum Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Penelitian dilaksanakan di Kampung Gunung Labuhan, Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan pasangan yang telah melangsungkan pernikahan, perangkat desa, serta pihak yang terkait dengan proses administrasi pernikahan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan mengaitkannya pada prinsip-prinsip hukum Islam dan konsep kemaslahatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun pencatatan pernikahan di Kantor Urusan Agama (KUA) secara regulatif tidak dipungut biaya apabila dilaksanakan di kantor KUA pada hari dan jam kerja, dalam praktiknya masyarakat tetap mengeluarkan biaya dalam proses pengurusan administrasi di tingkat desa. Biaya tersebut muncul dalam pengurusan berbagai dokumen seperti surat pengantar nikah (N1), surat keterangan asal-usul (N2), surat persetujuan mempelai (N3), dan surat keterangan orang tua (N4), dengan total pengeluaran yang berkisar antara Rp1.200.000 hingga Rp2.000.000. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara ketentuan normatif dan praktik administratif di lapangan. Dalam perspektif hukum Islam, pernikahan dianjurkan untuk dilaksanakan secara mudah dan tidak memberatkan, sehingga praktik biaya yang berpotensi membebani masyarakat perlu mendapat perhatian agar tidak bertentangan dengan prinsip kemaslahatan dalam syariat Islam.

References

Al-Bukhari, M. I., & Muslim, I. H. (2007). Shahih Bukhari dan Shahih Muslim. Riyadh: Darussalam.

Al-Ghazali. (1993). Ihya Ulum al-Din (2nd ed.; Muhammad al-Zuhaily, Ed.). Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyah.

Al-Mubarakfuri, S. S. (2020). Shahih Tafsir Ibnu Katsir, Jilid 2 (Juz 3-6). Jakarta: Pustaka Ibnu Katsir.

Ali, Z. (2014). Metode Penelitian Hukum,. Jakarta: Sinar Grafika.

Arikunto, S. (2024). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Dawud, A. (2008). Sunan Abu Dawud. Riyadh: Darussalam.

Dody Pratama. (2022). Eksistensi Larangan Perceraian dalam Adat Lampung Pepadun Perspektif Hukum Islam (Studi Kasus di Kec. Gunung Labuhan Kab. Way Kanan). Institut Agama Islam Negeri Metro Lampung. Retrieved from http://repository.metrouniv.ac.id/id/eprint/6229/1/PDF TESIS DODY PRATAMA LENGKAP -18002774 - Dody Pratama.pdf

Isak, M. (2022). Peningkatan Pelayanan Administrasi Kependudukan: Inovasi Kado Pernikahan (Koni) Dan Sweet 17 Di Kecamatan Cepogo Boyolali. Jurnal Inovasi Daerah, 1(1), 19–26. https://doi.org/10.53697/jid.v1i1.3

John W. Creswell. (2024). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Juliadi, J., Ismail, S., & Muttaqin, Z. (2025). The Impact of Rising Gold Prices on the Marriage Dowry Tradition in Langsa City: A Socio-Economic Analysis. AJIL: Aceh Journal of Islamic Law, 2(2), 1–16. https://doi.org/10.61181/at-tahdzib.v10i2.280

Khairani, K., Harahap, T., Fajri, K., & Sabuki, R. (2025). Implementasi Pelayanan Publik Administrasi Perkawinan di KUA Kecamatan Medan Tembung: Tantangan dan Solusi. Innovative: Journal Of Social Science Research, 5(3), 7179–7187. https://doi.org/10.31004/INNOVATIVE.V5I3.19079

Komarudin, & Harahap, M. S. (2024). Konsistensi Kompilasi Hukum Islam dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Pasal 43 Mengenai Hak Waris Anak Perkawinan Siri. Indonesian Journal of Multidisciplinary Sciences (IJoMS), 3(2), 193–219. https://doi.org/10.59066/ijoms.v3i2.1035

Mahfuzhah, I., Syahputra, M. R., & Bariah, O. (2022). PERAN KANTOR URUSAN AGAMA (KUA) DALAM MENANGGULANGI TREN NIKAH DIBAWAH UMUR DI KECAMATAN TELUKJAMBE TIMUR KARAWANG. Al-Afkar, Journal For Islamic Studies, 5(2), 202–214. https://doi.org/10.31943/AFKARJOURNAL.V5I2.294

Moleong, L. J. (2023). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revi). Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Muchtar, M. (2014). Pelayanan Kantor Urusan Agama Terhadap Pencatatan Perkawinan Di Kota Kediri Pasca Deklarasi Fkk-Kua Se-Jawa Timur Tahun 2013. Harmoni, 13(1), 157–172. https://doi.org/10.32488/HARMONI.V13I1.146

MUHAMMAD, M. (2021). EFEKTIVITAS BIMBINGAN PRANIKAH DI KANTOR URUSAN AGAMA KECAMATAN KAWUNGANTEN SEBAGAI UPAYA PENGHAPUSAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA.

Nurjanah, S., Saipudin, Zulaikha, S., & Hermanto, A. (2025). Menuju Ijtihad Kontemporer dalam Dunia Islam Dari Muhammad Ali Pasha Hingga Muhamad Abduh. Al-Gharra : Jurnal Ilmu Hukum Dan Hukum Islam, 6(2), 74–84. Retrieved from https://journal.almaarif.ac.id/index.php/algharra/article/view/759

Prananca, F. A. (2021). Implementasi Dispensasi Nikah di KUA Jati Kudus Pasca Terbitnya Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan.

Pratama, D. (2019). Status Hukum Menikahi Anak Perempuan Bibi/Paman (Sepupu) Menurut Perspektif Hukum Islam. Jurnal AT-Tahkim, 1(1), 1–13.

Pratama, D., & Saipudin. (2025). Study of Digital Asset Inheritance: A Review of Contemporary Islamic Law in Indonesia. Istinbath: Jurnal Hukum, 22(02), 286–308. https://doi.org/10.32332/istinbath.v22i02.art03

Prawiro, T. (2025). Nikah Siri dan Paradoks Fatwa MUI. Jurnal Alasma: Media Informasi Dan Komunikasi Ilmiah, 7(2), 2025. Retrieved from https://jurnalstitmaa.org/index.php/alasma/article/view/130

Rohmah, E. S., & Kurniawan, A. (2023). Dampak Dispensasi Nikah Terhadap Pernikahan di Bawah Umur Bagi Pasangan Muda. Al-Gharra : Jurnal Ilmu Hukum Dan Hukum Islam, 2(2), 22–28. Retrieved from https://journal.almaarif.ac.id/index.php/algharra/article/view/217

S, S. (2026). Pencatatan Nikah Sirri dalam Perspektif Hukum Islam: Studi Kasus di Kecamatan Sungai Raya Kepulauan Kabupaten Bengkayang. Media Hukum Indonesia (MHI), 4(1), 1088–1099. https://doi.org/10.5281/zenodo.18149396

Saipudin. (n.d.). Pengangkatan Anak Hasil Tindak Pidana Pemerkosaan Dalam Perspektif Hukum Keluarga Islam (Studi Putusan Nomor 0054/Pdt.P/2020/Pa.Bbu di Pengadilan Agama Blambangan Umpu Kabupaten Way Kanan) (UIN Raden Intan Lampung). UIN Raden Intan Lampung, Bandar Lampung. Retrieved from https://repository.radenintan.ac.id/28850/

Saipudin. (2023). Kritik Kompilasi Hukum Islam (KHI) Terhadap Konsep Pemikiran Waris Munawir Sjadzali. AL-GHRARRA: Jurnal Ilmu Hukum Dan HukumIslam, 1(1), 42–49. Retrieved from https://journal.almaarif.ac.id/index.php/algharra/article/view/165/126

Sugiyono. (2023). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sunarti Wijayanti. (n.d.). Upaya KUA dalam pembentukan keluarga sakinah perspektif mashlahah mursalah : studi kasus di Desa Jawisari Kec. Limbangan Kab. Kendal.

Downloads

Published

2026-03-27

How to Cite

Pratama, D., Novia Ayu, I., Rohmah, S., Husnah, F., & Riyana, N. (2026). Analisis Biaya Administrasi Pernikahan di Tingkat Desa dalam Perspektif Hukum Islam : (Studi di Kampung Gunung Labuhan Kabupaten Way Kanan). Al-Zayn : Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(2), 5927–5936. https://doi.org/10.61104/alz.v4i2.5048

Issue

Section

Articles