Ketimpangan Beban Emosional sebagai Faktor Perceraian

Studi Kasus di Pengadilan Agama Blambangan Umpu Way Kanan

Authors

  • Bima Agung Prayoga Institut Al-Ma’arif Way Kanan, Lampung
  • Gus Ahmad Fadillah Institut Al-Ma’arif Way Kanan, Lampung
  • Isnawati Ulva Institut Al-Ma’arif Way Kanan, Lampung
  • Mohamad Din Hadi Institut Al-Ma’arif Way Kanan, Lampung

DOI:

https://doi.org/10.61104/alz.v4i2.5012

Keywords:

Perceraian, Beban Emosional, Konflik Rumah Tangga, Hukum Keluarga

Abstract

Perceraian merupakan fenomena yang terus meningkat dalam praktik peradilan agama di Indonesia dan umumnya dirumuskan dalam bentuk perselisihan dan pertengkaran terus-menerus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk ketimpangan beban emosional dalam relasi suami istri yang berujung pada perceraian. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di Pengadilan Agama Blambangan Umpu, Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung melalui analisis dokumen putusan perceraian dan wawancara dengan hakim serta staf pengadilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketimpangan beban emosional muncul dalam beberapa bentuk, yaitu ketimpangan pengelolaan konflik rumah tangga, kurangnya dukungan emosional dari pasangan, ketimpangan tanggung jawab domestik dan pengasuhan anak, serta lemahnya komunikasi dalam hubungan perkawinan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa dinamika emosional memiliki peran penting dalam memengaruhi stabilitas hubungan suami istri dan menjadi salah satu faktor yang mendorong terjadinya perceraian

References

Ailsa, E. A., Andaryuni, L., & Sofyan, A. (2025). Efforts of Career Women in the Indonesian Army’s Kowad and Civil Servants in Maintaining Household Harmony (Study at KUDAM VI/Mulawarman, Balikpapan City). Ushul Al-Hukm: Jurnal Syariah Dan Hukum Islam, 1(2), 69–78. https://doi.org/10.61166/ushulalhukm.v1i2.26

Almizan, A., & Amri, M. U. (2021). Ketimpangan Peran Domestik Rumah Tangga dalam Cerai Gugat Pada Masyarakat Minangkabau. Indonesian Journal of Religion and Society, 3(2), 103–110. https://doi.org/10.36256/ijrs.v3i2.193

Arikunto, S. (2024). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

BPS. (2025). Jumlah Perceraian Menurut Provinsi dan Faktor Penyebab Perceraian (Perkara). Retrieved from Badan Pusat Statistik website: https://www.bps.go.id/id/statistics-table/3/YVdoU1IwVmlTM2h4YzFoV1psWkViRXhqTlZwRFVUMDkjMw==/number-of-divorces-by-province-and-factors--2022.html?year=2025

Bukhari, M. (2022). Peran Strategi Koping, Komunikasi Keluarga, Dan Dukungan Sosial Pada Pasangan Yang Menjalani Perkawinan Jarak Jauh: Suatu Studi Literatur. Journal of Sustainable Development Issues, 1(1), 29–38. https://doi.org/10.56282/jsdi.v1i1.112

Dody Pratama. (2022). Eksistensi Larangan Perceraian dalam Adat Lampung Pepadun Perspektif Hukum Islam (Studi Kasus di Kec. Gunung Labuhan Kab. Way Kanan). Institut Agama Islam Negeri Metro Lampung. Retrieved from http://repository.metrouniv.ac.id/id/eprint/6229/1/PDF TESIS DODY PRATAMA LENGKAP -18002774 - Dody Pratama.pdf

Harahap, H. T., Sukiati, S., & Harahap, M. Y. (2025). Yurisprudensi Hukum Mafqud Sebagai Alasan Gugatan Cerai Melalui Putusan Pengadilan (Putusan Nomor 0027/Pdt.G/2016/PA.Srog). Innovative: Journal Of Social Science Research, 5(4), 88–110. https://doi.org/10.31004/innovative.v5i4.20046

Hariruddin, & Fathony, M. R. (2025). Forms of Husband and Wife Relationships in the Context of Differences in Economic Status and Their Impact on Household Harmony (Case Study in Masbagik District, East Lombok Regency). Al-Afkar, Journal For Islamic Studies, 8(1), 758–772. https://doi.org/10.31943/afkarjournal.v8i1.1359

Hidayat, R. (2018). Melihat Tren Perceraian dan Dominasi Penyebabnya. Retrieved from Hukum Online.com website: https://www.hukumonline.com/berita/a/melihat-tren-perceraian-dan-dominasi-penyebabnya-lt5b1fb923cb04f

Hidayatullah, S., & Putri, N. E. (2025). Construction of Husband and Wife Worker Relationship Patterns Based on the Concept of Gender Equality. JURNAL PENDIDIKAN IPS, 15(1), 207–216. https://doi.org/10.37630/jpi.v15i1.2629

Hochschild, A. R. (2022). The managed heart. In Working in America: Continuity, Conflict, and Change in a New Economic Era: Fifth Edition. Taylor and Francis. https://doi.org/10.4324/9781003199588-7

Huda, F. U., & Harisuci, T. C. (2026). Emotional Labor pada Perawat Poli Kejiwaan Rawat Jalan di Rumah Sakit Islam Sunan Kudus: Sebuah Studi Kualitatif Deskriptif. RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business, 4(4), 11325–11334. https://doi.org/10.31004/riggs.v4i4.5427

Maharani, R., Ifdil, I., Afdal, A., Ardi, Z., & Marjohan, M. (2024). Work Family Conflict dan Kepuasan Pernikahan: Tinjauan Literatur pada Pasangan Dual-Earner di Indonesia. EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT, 4(3), 1397–1407. https://doi.org/10.56832/edu.v4i3.608

Maulina, N., Hidayat, R., Irwansyah, W., Wiranti, & Salamah, N. F. (2025). Dinamika Pengaruh Media Sosial Terhadap Keharmonisan Rumah Tangga Dalam Perspektif Hukum Keluarga. SIBATIK JOURNAL: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan, 4(7), 1393–1410. https://doi.org/10.54443/sibatik.v4i7.3016

Maura, N., & Luqman, A. S. (2024). Dampak Ketidakharmonisan dalam Rumah Tangga (Studi Kasus Pengadilan Agama Stabat Kelas I-B dalam Perkara Cerai Gugat dengan Nomor Perkara 1350/PDT.G/2023/PA.STB). Journal Smart Law, 3(1), 103–114. Retrieved from https://jurnal.perima.or.id/index.php/JSL/article/view/748

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook, 3rd ed. Thousand Oaks CA: SAGE Publications.

Moleong, L. J. (2023). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revi). Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Mujiono, M., Romlan, R., & Bahri, S. (2025). ANALISIS YURIDIS FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB TINGGINYA ANGKA PERCERAIAN DI KABUPATEN JOMBANG. Justicia Journal, 14(1), 135–157. https://doi.org/10.32492/jj.v14i1.14109

Nasri, U., Mulyohadi, A., Islam, A., Hajras, M., Solihin, M., Nasihin, S., … Ayatullah, A. (2024). Mencari Keseimbangan: Fenomena Jumlah Perempuan di Dunia Pendidikan dan Tawaran Materi Poligami dalam Kurikulum. Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Sosial, 1(2), 51–66. Retrieved from https://ejournal.lembagaeinsteincollege.com/JIPSO/article/view/136

Prasurvei. (2025). Pada 9-10 Januari MI Mathla’ul Anwar Gunung Baru Kecamatan Gunung Labuhan.

Pratama, D., & Saipudin. (2025). Study of Digital Asset Inheritance: A Review of Contemporary Islamic Law in Indonesia. Istinbath: Jurnal Hukum, 22(02), 286–308. https://doi.org/10.32332/istinbath.v22i02.art03

RI, D. J. B. P. A. M. A. (2025). Data penyebab perceraian di lingkungan peradilan agama. Jakarta: Mahkamah Agung RI.

Rosyidi, F. (2023). Through Experiential Learning to Grow the Counseling Communication Skills of Islamic Counseling Students. International Conference of Da’wa and Islamic Communication, 2(1).

Sugiyono. (2023). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.

Yuhani’ah, R. (2025). Harmonisasi Keluarga Islam Berbasis Ekologi: Analisis Psikologi Pernikahan dan Dinamika Konflik. Jurnal Heksa (Hukum, Ekonomi Dan Studi Agama), 1(2), 131–144. Retrieved from https://ejournal.tarqi.or.id/index.php/heksa/article/view/27

Downloads

Published

2026-03-16

How to Cite

Bima Agung Prayoga, Gus Ahmad Fadillah, Isnawati Ulva, & Mohamad Din Hadi. (2026). Ketimpangan Beban Emosional sebagai Faktor Perceraian: Studi Kasus di Pengadilan Agama Blambangan Umpu Way Kanan. Al-Zayn : Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(2), 5270–5281. https://doi.org/10.61104/alz.v4i2.5012

Issue

Section

Articles