Kemiskinan Pekerja Informal Lansia Di Pasar 16 Ilir Palembang Dalam Ketidakpastian Pendapatan

Authors

  • Nazhifa Mulya Kinasih Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sriwijaya
  • Widyawati Hafsari Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sriwijaya
  • Nadya Difriana Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sriwijaya
  • Davit Saputra Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sriwijaya
  • Cantika Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sriwijaya
  • Rudy Kurniawan Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sriwijaya
  • Suci Wahyu Fajriani Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sriwijaya
  • Lisya Septiani Putri Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sriwijaya

DOI:

https://doi.org/10.61104/alz.v4i2.4977

Keywords:

kemiskinan, pekerja informal lansia, ketidakpastian pendapatan, perkotaan, ketimpangan sosial.

Abstract

Kemiskinan perkotaan masih menjadi permasalahan sosial yang kompleks, terutama bagi kelompok pekerja informal lansia yang memiliki keterbatasan dalam akses kerja dan perlindungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemiskinan pekerja informal lansia di kawasan Pasar 16 Ilir, Kota Palembang dalam konteks ketidakpastian pendapatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk memahami pengalaman hidup lansia yang bekerja di sektor informal. Teknik pemilihan informan dilakukan secara purposive sampling dengan kriteria berusia di atas 60 tahun dan bekerja sebagai pedagang atau penyedia jasa informal. Data dikumpulkan melalui wawancara bahwa pendapatan pekerja informal lansia bersifat fluktuatif dan sangat bergantung pada kondisi pasar, jumlah pembeli, serta kemampuan fisik untuk bekerja, sehingga menimbulkan kerentanan ekonomi yang berkelanjutan. Keterbatasan akses terhadap pekerjaan formal dan perlindungan sosial menyebabkan lansia tetap bekerja di usia lanjut sebagai bentuk keterpaksaan ekonomi. Dalam menghadapi ketidakpastian pendapatan, para lansia mengembangkan berbagai strategi bertahan hidup, seperti menunda pembayaran sewa rumah, berhutang, serta melakukan negosiasi terhadap biaya pendidikan anggota keluarga. Selain itu, makna hidup berkecukupan bagi langsia cenderung berorientasi pada pemenuhan kebutuhan dasar sehari-hari, seperti makan dan tempat tinggal, tanpa adanya jaminan ekonomi jangka panjang. Temuan ini menunjukkan bahwa kemiskinan pada pekerja informal langsia tidak hanya dipengaruhi oleh faktor ekonomi, tetapi juga oleh keterbatasan struktural dalam akses terhadap layanan sosial dan perlindungan kerja diwilayah perkotaan.

References

Ananda Umar, D., Mukramin, un, Arifin, J., Aziz, F., Sultan Alauddin No, J., Sari, G., Rappocini, K., Makassar, K., & Selatan Korespondensi penulis, S. (2023). Kemiskinan Masyarakat Urban Makassar. Jurnal Kajian dan Penelitian Umum, 1(3), 12–25. https://doi.org/10.47861/jkpu-nalanda.v1i3.339

Aulia1, N. P., & Dewi2, D. D. (2025). Pengaruh Pekerja Informal, IPM, dan Kredit BPR terhadap Kemiskinan di Indonesia: Analisis Data Panel. 6(12), 5442.

Awwahah, F. (2022). Chaidir Iswanaji (2022) Peran Lazis Jateng Dalam Upaya Mengentaskan Kemiskinan Di Jawa Tengah. Jurnal Syntax Admiration, 3(4).

Cicih, L. H. M., & LD. (n.d.). KEPESERTAAN PEKERJA INFORMAL DALAM JAMINAN SOSIAL INFORMAL WORKERS PARTICIPATION IN SOCIAL SECURITY Lilis.

Chantiqa, B., Amalia, S., & Tambang, W. S.(2024). Pengaruh Kemiskinan terhadap Kriminalitas (

Dela Khusnul Hotimah, Fikri Nuriat, Lutfi Ananda Widya Syari, Putri Setia Ningsih, Sheilla Aulia Eka

Putri, H. (2025). Analisis Ekonomi Politik dalam Penanganan Ketimpangan Ekonomi: Studi Kasus Tentang Pekerja Serabutan di Kelurahan Kauman Kota Metro, Indonesia Economic Journal,1(1), 197-205.

Hakim, A., Badjo, A., Hastul Martdieca Wibowo, A., Sakinah Afin, A., Ramanda Putra, R., & Pembangunan Tanjungpinang, S. (2024). Efektivitas Program Bantuan Sosial dalam Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat di kota Tanjungpinang (Vol. 4, Nomor 1).

Herawati, N. H., & Mesra, R. (2024). Fenomena Urbanisasi di Kota Yogyakarta sebagai Akar Masalah Sosial. 1(3), 116–128.

Khai, T. S., Oppong Nkansah, J., Khan, A. W., & Asaduzzaman, M. (2024). Supporting Ageing Populations in Developing Countries: A Comparative Analysis of Pension Schemes and Policy Insights. Challenges, 15(2), 27. https://doi.org/10.3390/challe15020027

Mahdiyah, N. (2023). STUDI LITERATUR KEBUDAYAAN KEMISKINAN PADA PENGEMIS DI PERKOTAAN. Jurnal Dinamika Sosial Budaya, 25(1), 46–54. https://journals.usm.ac.id/index.php/jdsb

Muh. Watif, Aulya Ramadhani.JT, Jumiati, Luthfiyah Syam Almazini Tahir, & Nurul Hikmah. (2024b). Ketimpangan Sosial dan Kemiskinan Pada Masyarakat Perkotaan. PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora, 3(4), 536–547. https://doi.org/10.56799/peshum.v3i4.3811

Sudiartini, N. W. A., Mulyani, P. A., Kardini, N. L., & Sariani, N. L. P. (2022). EFEKTIVITAS PEMBERIAN BANTUAN SEMBAKO KEPADA MASYARAKAT MISKIN DI KOTA DENPASAR (STUDI KASUS PENANGANAN WABAH COVID-19) (Vol. 21).

Tumeang, I. M., Nasution, A. F., Marpaung, N. Z., & Malik, R. (2023). Permukiman Kumuh Sebagai Bentuk Kesenjangan di Perkotaan ( Studi Kasus Kelurahan Glugur Darat Ii Kota Medan ). VI, 51–65.

Downloads

Published

2026-03-05

How to Cite

Nazhifa Mulya Kinasih, Widyawati Hafsari, Nadya Difriana, Davit Saputra, Cantika, Rudy Kurniawan, Suci Wahyu Fajriani, & Lisya Septiani Putri. (2026). Kemiskinan Pekerja Informal Lansia Di Pasar 16 Ilir Palembang Dalam Ketidakpastian Pendapatan. Al-Zayn : Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(2), 4172–4180. https://doi.org/10.61104/alz.v4i2.4977

Issue

Section

Articles