Pengembangan Model Kolaboratif Mahasiswa dan Masyarakat dalam Penguatan Moderasi Beragama Berbasis Kearifan Lokal

Authors

  • M. Syadli Universitas Islam Batanghari, Jambi
  • Radika Alhasani Universitas Islam Batanghari, Jambi
  • Hanis Sulastri Universitas Islam Batanghari, Jambi
  • Fara Padila Universitas Islam Batanghari, Jambi
  • Romayani Universitas Islam Batanghari, Jambi
  • Riska Sapitri Universitas Islam Batanghari, Jambi
  • Cindi Rahma Riadi Universitas Islam Batanghari, Jambi
  • Nabillah Universitas Islam Batanghari, Jambi
  • Mirna Universitas Islam Batanghari, Jambi
  • Dea Anada Universitas Islam Batanghari, Jambi
  • Anggi Tri Wulandari Universitas Islam Batanghari, Jambi
  • Anggela Ayu Wulandari Universitas Islam Batanghari, Jambi
  • Khofiza Irly Fathira Universitas Islam Batanghari, Jambi
  • M. Khazin Khairullah Universitas Islam Batanghari, Jambi
  • Khairul Mutaqin Universitas Islam Batanghari, Jambi
  • M. Lutfi Alfarez Universitas Islam Batanghari, Jambi
  • Syabbus Sauki Universitas Islam Batanghari, Jambi
  • Rama Ardianto Universitas Islam Batanghari, Jambi

DOI:

https://doi.org/10.61104/alz.v4i2.4963

Keywords:

Model kolaboratif, moderasi beragama, pemberdayaan masyarakat, partisipasi mahasiswa, kearifan lokal.

Abstract

Penguatan moderasi beragama berbasis kearifan lokal menjadi urgensi dalam merespons tantangan polarisasi sosial dan intoleransi di tengah masyarakat multikultural. Perguruan tinggi memiliki peran strategis melalui keterlibatan mahasiswa dalam program pemberdayaan masyarakat yang berorientasi pada harmonisasi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model kolaboratif antara mahasiswa dan masyarakat dalam memperkuat moderasi beragama berbasis kearifan lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain participatory action research (PAR). Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi kegiatan pemberdayaan masyarakat, kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model kolaboratif yang dikembangkan terdiri atas tiga tahapan utama, yaitu: (1) pemetaan sosial dan identifikasi nilai kearifan lokal, (2) perancangan program kolaboratif berbasis dialog dan partisipasi aktif, serta (3) implementasi dan refleksi bersama untuk memperkuat sikap toleransi, inklusivitas, dan komitmen kebangsaan. Model ini terbukti mampu meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya moderasi beragama serta memperkuat kapasitas mahasiswa sebagai agen perubahan sosial. Penelitian ini memberikan kontribusi konseptual berupa model kolaboratif berbasis kearifan lokal yang dapat direplikasi dalam konteks masyarakat multikultural lainnya.

References

Abdullah, M. A. (2018). Multidisiplin, interdisiplin, dan transdisiplin: Metode studi agama dan studi Islam di era kontemporer. Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga Press.

Aulia, K., Putri, F. P., Sari, S. P., & Harahap, P. (2023). Penguatan moderasi beragama pada masyarakat etnik Jawa-Melayu. BUDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat.

Azra, A. (2012). Pendidikan Islam: Tradisi dan modernisasi di tengah tantangan milenium III. Jakarta: Kencana.

Geertz, C. (2013). Agama Jawa: Abangan, santri, priyayi dalam kebudayaan Jawa (Terj.). Depok: Komunitas Bambu.

Hasyim, F., & Junaidi, J. (2023). Penguatan moderasi beragama sebagai upaya pencegahan radikalisme dan intoleransi pelajar di Karesidenan Surakarta. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia.

Ife, J., & Tesoriero, F. (2008). Community development: Alternatif pengembangan masyarakat di era globalisasi (Terj.). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Kamila, A. N., & Astuti, A. (2022). Optimalisasi moderasi beragama dalam menunjang terwujudnya SDG’s berbasis kearifan lokal masyarakat Bugis. Adaara: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam.

Kementerian Agama Republik Indonesia. (2019). Moderasi beragama. Jakarta: Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI.

Kemmis, S., & McTaggart, R. (2014). The action research planner: Doing critical participatory action research. Singapore: Springer.

Mailin, M., Sazali, H., & Wira Dharma, S. (2023). Development of religious moderation in North Sumatera communities by strengthening crosscultural communication based on local wisdom values. Al-Qalam.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Mulyadi, M., Azizzullah Ilyas, M., & Putra, I. (2025). Pembinaan moderasi beragama pada masyarakat desa melalui perpustakaan desa. Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat.

Mulyadi. (2020). Penguatan moderasi beragama berbasis pemberdayaan masyarakat dalam perspektif pendidikan Islam. Jurnal Pendidikan Islam, 6(2), 145–160.

Nasikun. (2011). Sistem sosial Indonesia. Jakarta: Rajawali Pers.

Nur Fadhil Aulia, A., Alzahra, A. K., Mahfuzah, L., Rasyid, M. A., Rizqi Akbar, M., & Fissu’ada, N. (2022). Penguatan moderasi beragama pada keberagaman masyarakat Desa Emil Baru, Kalimantan Selatan. Jalujur: Jurnal Pengabdian Masyarakat.

Putnam, R. D. (2000). Bowling alone: The collapse and revival of American community. New York, NY: Simon & Schuster.

Spradley, J. P. (2007). Metode etnografi (Terj.). Yogyakarta: Tiara Wacana.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Suharto, E. (2014). Membangun masyarakat memberdayakan rakyat: Kajian strategis pembangunan kesejahteraan sosial. Bandung: Refika Aditama.

Taqiya Zahrowaini, T., Zahra, S., Ramadhan, A. N., Pratama, D. F., & Putri, R. A. (2026). Fostering religious moderation through student community engagement in Pasar X Village Kutalimbaru. Jurnal IPTEK Bagi Masyarakat.

Tilaar, H. A. R. (2012). Perubahan sosial dan pendidikan: Pengantar pedagogik transformatif untuk Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.

Downloads

Published

2026-03-12

How to Cite

M. Syadli, Radika Alhasani, Hanis Sulastri, Fara Padila, Romayani, Riska Sapitri, Cindi Rahma Riadi, Nabillah, Mirna, Dea Anada, Anggi Tri Wulandari, Anggela Ayu Wulandari, Khofiza Irly Fathira, M. Khazin Khairullah, Khairul Mutaqin, M. Lutfi Alfarez, Syabbus Sauki, & Rama Ardianto. (2026). Pengembangan Model Kolaboratif Mahasiswa dan Masyarakat dalam Penguatan Moderasi Beragama Berbasis Kearifan Lokal. Al-Zayn : Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(2), 4832–4843. https://doi.org/10.61104/alz.v4i2.4963

Issue

Section

Articles