Efektivitas Program Pencegahan Stunting Di Kabupaten Tapanuli Utara
(Studi Kasus: Desa Sangkaran Kecamatan Siatas Barita)
DOI:
https://doi.org/10.61104/alz.v4i2.4942Keywords:
Efektivitas, Program, Pencegahan Stunting.Abstract
Gizi balita di indonesia masih belum terpenuhi dengan baik sehingga mengakibatkan suatu permasalahan fisik yakni stunting. Di berbagai wilayah tidak luput dari permasalahan tersebut salah satunya Desa Sangkaran yang berada di level tinggi kasus stunting se Kecamatan Siatas Barita dan masih terus menunjukkan angka yang naik turun. Padahal program pencegahan stunting telah diupayakan, namun memang masih ditemukan permasalahan pada sumber daya manusia dimana masih terdapat Masyarakat yang belum begitu paham mengenai pemahaman stunting serta masalah mengenai ketidaktepatan sarana pemanfaatan program. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis efektivitas program pencegahan stunting di Desa Sangkaran Kecamatan Siatas Barita Kabupaten Tapanuli Utara. Metode penelitian yang digunakan yakni metode penelitian deskriptif kualitatif. Efektivitas program yang dijalankan mengenai pemberian makanan tambahan berhasil dijalankan sesuai waktu yang telah ditetapkan namun realisasi yang dihasilkan tidak dapat maksimal, karena kebermanfaatan pemberian makanan tambahan tidak sepenuhnya masuk ke sasaran. Adapun pada program kelas ibu hamil dan ibu balita dapat membawa pengaruh dan berdampak baik bagi peserta kelas, dimana dapat menambah pemahaman para ibu. Hanya saja, peserta kelas terbatas dan sangat minim jumlahnya sehingga tidak dapat mencakup seluruh sasaran ibu hamil dan ibu balita Desa Sangkaran. Program penanganan stunting belum sepenuhnya tercipta pada aspek pencapaian tujuan, dimana regulasi telah sesuai dan kurun waktu berhasil dilaksanakan sesuai waktu yang ditetapkan hanya saja sasaran yang konkrit belum terlaksana. Pada aspek integrasi, telah terlaksana sesuai prosedur sedangkan proses sosialisasi telah sesuai acuan standar operasional prosedur, Adapun pada aspek adaptasi, peningkatan kemampuan terealisasi sedikit demi sedikit namun berkaitan dengan sarana prasarana yang belum memadai.
References
Astuti Dwiningrum, Siti Irene, dkk. 2019. Ilmu Sosial & Budaya Dasar.Yogyakarta: UNY Press.
B, Marshall Romney, Dan Steinbart, Paul J. 2018. Sistem Informasi Akuntansi, Edisi Sembilan, Buku Satu, Diterjemahkan: Deny Arnos Kwary Dan Dewi Fitriasari. Jakarta : Salemba Empat.
Kettner, P.M., Moroney, R.M & Martin, L.L. (2008). Designing and Managing Programs: an effectiveness-Based Approach. London: Sage Publication.
MCA-Indonesia. (2014). Proyek Kesehatan dan Gizi berbasis Masyarakat Untuk Mengurangi Stunting. Jakarta: Corporation MC, editor.
Keban, T. Yeremias. 2008. Enam Dimensi Strategis Administrasi Publik Konsep,
Lexy J. Moleong, (2006). Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung, PT Remaja Rosdakarya.
Pakpahan, et al. (2021). Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Medan : Yayasan Kita Menulis.
Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Wahab, Abdul. 2004. Analisis Kebijakan dari Formulasi ke Implementasi Kebijakan Negara. Jakarta: Bumi Aksara.
Aridiyah, F. O, et al. (2019). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kejadian Stunting pada Anak Balita di Wilayah Pedesaan dan Perkotaan. E-Journal Pustaka Kesehatan, 3(1).
Elviana, W., & Habibie, D. K. (2023). Efektivitas Penanganan Stunting Pada Balita di Puskesmas Kecamatan Bagan Sinembah Raya Kabupaten Rokan Hilir. Journal of Research and Development on Public Policy (Jarvic), 2(2).
Lestaluhu, S. (2015). Implementasi Kebijakan Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pada SMP Negeri 2 Ambon. Populis, II(1), 37
Riyadh, N. A., Batara, A. S., & Nurlinda, A. (2023). Efektivitas Kebijakan dalam Pelaksanaan Program Penanggulangan Stunting di Kabupaten Enrekang. Journal of Muslim Community Health (JMCH) 2023, 4(1), 1–17.
Tsara Latifah. (2020). Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting Pada Balita di Kelurahan Ampel Kota Surabaya. Jurnal Airlangga University. 171-177
Welas Asih dan Wirjatmadi. (2020). Beberapa Faktor yang Berhubungan dengan Status Gizi Balita Stunting. The Indonesian Journal of Public Health. 8(3):99-104.
Anugraheni, H.S. (2018). Faktor Risiko Kejadian Stunting pada Anak Usia 12-36 Bulan di Kecamatan Pati, Kabupaten Pati. Universitas Diponegoro. Semarang
Purba, S. H. (2019). Analisis Implementasi Kebijakan Penurunan Stunting Di Desa Secanggang Kabupaten Langkat, Doctoral dissertation. Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Sumatera Utara
Subarkah, T., Nursalam., Diyan, R. P. (2016). Pola Pemberian Makan Terhadap Peningkatan Status Gizi Pada Anak Usia 1-3 Tahun. Universitas Airlangga. Surabaya
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Angka Stunting Tahun 2022 Turun Menjadi 21,6 Persen. Diakses Melalui: https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/angka-stunting- tahun- 2022-turun-menjadi-216-persen/
Kemenkes RI. (2019). Laporan Pelaksanaan Integrasi Susenas Maret 2019 dan ZOGBI Tahun 2019. In Badan Pusat Statistik, Jakarta - Indonesia. https://stunting.go.id/?smd_process_download=1&download_i d=5219 (Diakses pada 17 Januari 2025 pukul 10.00 WIB)
Kemenkes RI. (2021). Hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) Tingkat Nasional, Provinsi, dan Kabupaten/Kota Tahun 2021. https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/buku-saku-hasil- studi-status-gizi-indonesia-ssgi-tahun-2021/(Diakses pada 17 Januari 2024 pukul 10.30 WIB)
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Putri Caroline, Muhammad Husni Thamrin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









This work is licensed under a