Epistemologi Ilmu Ushul Fiqh Dan Relevansinya Dalam Penetapan Hukum Syara’

Authors

  • Haris Dermawan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Mhd. Syahnan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Nispul Khair Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Dhiauddin Tanjung Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

DOI:

https://doi.org/10.61104/alz.v3i6.4697

Keywords:

Epistemologi, Ushul Fiqh, Hukum Syara’

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan epistemologi yang mendasari ilmu ushul fiqh serta mengeksplorasi relevansinya yang berkelanjutan dalam proses penetapan hukum syara' (hukum Islam), baik di masa klasik maupun kontemporer. Epistemologi Ilmu Ushul Fiqh adalah kajian mendalam mengenai sumber, metode, dan validitas pengetahuan dalam kerangka metodologi hukum Islam (ushul fiqh), yang berfungsi sebagai kerangka berpikir logis untuk menetapkan hukum syara'. Relevansinya sangat vital dalam memastikan proses istinbat (pengambilan kesimpulan hukum) tetap otentik, kontekstual, dan selaras dengan tujuan syariah (maqashid al-syariah) di tengah dinamika zaman. Secara epistemologis, ushul fiqh mengakui dua sumber utama pengetahuan hukum: sumber independen (Al-Qur'an dan Sunnah) dan sumber dependen atau derivatif (ijma', qiyas, istihsan, istishlah, 'urf, dll.). Kerangka ini dipandu oleh logika deduktif dan induktif untuk membedakan penalaran yang benar dari yang menyimpang. Adapun relevansinya dalam penetapan hukum syara' sangat signifikan: Sebagai Metodologi Ijtihad, Menjamin Otentisitas dan Konsistensi, Menjawab Problematika Kontemporer. Epistemologi ilmu ushul fiqh adalah fondasi metodologis yang esensial dalam penetapan hukum syara'. Ia tidak hanya mengatur cara memperoleh pengetahuan hukum, tetapi juga memastikan relevansi dan adaptabilitas hukum Islam untuk kesejahteraan manusia di setiap zaman. Penguatan kajian epistemologi ushul fiqh sangat diperlukan untuk merespons tantangan hukum yang semakin kompleks saat ini. 

References

Adian, H. (2013). Filsafat Ilmu Perspektif Barat Dan Islam. Gema Insani.

Huda, N., & Rahman, T. (2023). Aplikasi Ushul Fikih dalam Hukum Ekonomi dan Keluarga (Jilid 1). PT Nasya Expanding Management.

Kusharyati, I., Fauzi, A., & Yulianto, A. H. (2025). Sejarah Pemikiran Islam Bidang Ilmu Teologi, Ilmu Kalam, Ilmu Filsafat, Ilmu Fiqih dan Ushul Fiqih, Politik Islam. Karya Bakti Makmur Indonesia.

Muslimin. (2021). Logika dan Penalaran Perbandingan Hukum Barat dan Islam. CV Pustakapedia Indonesia.

Rosadisastra, A. (2024). Metode Tafsir Ayat-Ayat Sains & Sosial. Amzah.

Shidiq, S. (2023). Pengembangan Model Pembelejaran Ushul Fikih Berbasis Masalah. Publica Indonesia Utama.

Sholihah, H. (2025). Hukum Islam (Teori, Perkembangan dan Penerapan Hukum Islam di Indonesia). PT. Sonpedia Publishing Indonesia.

Stiawan, T. (2024). Hukum Istisna dalam Sigat Talaq Menurut Imam Mazhab. PT. Pena Cendikia Pustaka.

Syahrun, M. (2022). Pengantar Metodologi Penelitian Hukum:Kajian Penelitian Normatif, Empiris, Penulisan Proposal, Laporan Skripsi dan Tesis. CV.DOTPLUS Publisher.

Syukur, T. A. (2024). Ilmu Studi Islam. Yayasan Tri Edukasi Ilmiah.

Yasid, A. (2011). Epistemologi Ushul Fiqh: Antara Pembaharuan dan Pemberdayaan Mekanisme Istinbath Al-Ahkam. Jurnal Asy-Syari’ah, 45(1), 1016.

Downloads

Published

2025-12-31

How to Cite

Haris Dermawan, Mhd. Syahnan, Nispul Khair, & Dhiauddin Tanjung. (2025). Epistemologi Ilmu Ushul Fiqh Dan Relevansinya Dalam Penetapan Hukum Syara’. Al-Zayn : Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 3(6), 11795–11802. https://doi.org/10.61104/alz.v3i6.4697

Issue

Section

Articles