Asbab An-Nuzul Qs. Al-Baqarah [2]:256 Dan Implikasinya Terhadap Konsep Toleransi Beragama

Authors

  • Siti Mabruroh Universitas Kiai Abdullah Faqih
  • Muhammad Shohib Universitas Kiai Abdullah Faqih

DOI:

https://doi.org/10.61104/alz.v4i2.4670

Keywords:

Asbāb An-Nuzūl; QS. Al-Baqarah [2]:256; Toleransi Beragama; Tafsir Al-Qur’an.

Abstract

Artikel ini mengkaji asbāb an-nuzūl QS. Al-Baqarah [2]:256 dan implikasinya terhadap konsep toleransi beragama dalam perspektif Al-Qur’an. Kajian ini dilatarbelakangi oleh maraknya pemahaman parsial terhadap ayat-ayat toleransi yang sering dilepaskan dari konteks historis penurunannya, sehingga melahirkan sikap ekstrem, baik yang terlalu permisif maupun eksklusif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research), dengan sumber data utama berupa Al-Qur’an, kitab asbāb an-nuzūl, serta tafsir klasik dan kontemporer yang relevan. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitis dengan menempatkan teks ayat, konteks sosial penurunan, dan pandangan para mufassir dalam satu kesatuan pemahaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa QS. Al-Baqarah [2]:256 diturunkan sebagai respons atas peristiwa sosial di masyarakat Madinah yang plural, khususnya terkait larangan pemaksaan agama. Implikasi asbāb an-nuzūl ayat ini menegaskan bahwa toleransi beragama dalam Islam berlandaskan pada kebebasan berkeyakinan dan penolakan terhadap pemaksaan, namun tetap memiliki batas yang jelas, yakni tidak mengarah pada relativisme agama. Dengan demikian, pemahaman asbāb an-nuzūl menjadi landasan penting dalam merumuskan konsep toleransi beragama yang kontekstual dan proporsional.

References

Ad-Dimasyqi, A.-I. A. F. I. I. K. (2000). Tafsir Ibnu Katsir (Terj. Bahrun Abu Bakar). Sinar Baru Algensindo.

Al-Qaththan, M. (2015). Pengantar Studi Ilmu Al-Qur’an (Terj. Aunur Rofiq El-Mazni). Pustaka Al-Kautsar.

Al-Suyūṭī, J. al-D. (2008). Al-Itqān fī ‘Ulūm al-Qur’ān (Pertama). Resalah.

Al-Zarqani, M. A. al-A. (1995). Manahil al-Irfan fi Ulumul Qur’an. Dar Al-Kitab Al-Arabi.

Alna, A. (2024). Evolusi Penafsiran Quraish Shihab Terhadap Ayat Ahl Ahl-Bait: Sebuah Kajian Komparatif.

Armayanto, H., Dzulhadi, Q. N., & Ulfa, M. (2023). Between Freedom of Religion and Apostasy in Islam: Analysis of Surah Al-Baqarah Verse 256. Journal of Islamic and Occidental Studies (JIOS), 1(1), 113–135.

Aziz, M. A., & Firdaus, A. (2025). Term Pluralisme Agama dalam Al-Qur’an:(Pendekatan Interdipliner Tafsir Tematik dan Ilmu Pendidikan). Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur’an, Tafsir Dan Pemikiran Islam, 6(3), 1523–1536.

Dahlan, A. Z., Lutfiani, Y., & Nugraha, D. (2024). Urgensi Asbab Al-Nuzul dalam Memahami Ayat Pendidikan. 5(2), 674–685.

Efendi, R., & Iskandar, T. F. (2024). Implementasi Al-Qur’an dan Dampaknya terhadap Kualitas Hidup. Al Mabhats: Jurnal Penelitian Sosial Agama, 9(1), 1–16.

Fadli, N. (2025). Tafsir Maudhu ‘i sebagai Pendekatan Integratif dalam Studi Al-Qur’an. Al-Qawānīn: Jurnal Ilmu Hukum, Syariah, Dan Pengkajian Islam, 2(1), 137–164.

Fernanda, P. (2023). Potret Kehidupan Beragama Pada Masyarakat Multietnis Dan Multiagama Di Desa Sinar Baru Kelurahan Kuripan Teluk Betung Barat Bandar Lampung. UIN Raden Intan Lampung.

Idharudin, A. J. (2025). Konsep Humanisme Berbasis Nilai Moderasi Beragama: Analisis Surat Al-Baqarah Ayat 143. IMTIYAZ: Jurnal Ilmu Keislaman, 9(1), 144–162.

Isyanto, N. (2023). Asbabun Nuzul dalam Pandangan Ulama Klasik dan Kontemporer. Adh Dhiya| Journal of the Quran and Tafseer, 1(1), 45–60.

Januri, T. S. (2023). Tipologi Tripolar Sebagai Resolusi Konflik Keagamaan Di Indonesia. Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian Dan Kajian Sosial Keagamaan, 20(1), 11–20.

Mandalahi, L., Wijayanti, Q. N., Ikom, S., & Ikom, M. (2024). Komunikasi Lintas Agama Dalam Mencari Solusi Konflik Agama. Jurnal Media Akademik (JMA), 2(1).

Mariati, M. (2025). Eksistensi Asbabun Nuzul Dalam Penafsiran Al-Quran Di Era Modern. Fathir: Jurnal Studi Islam, 2(1), 14–27.

Masturah, Y. H. (2025). Nilai-Nilai Moderasi Beragama dalam Al-Qur’an dan Hadis: Kajian Ulum al-Qur’an, Ulum al-Hadis, dan Pembentukan Karakter. Primary Journal of Multidisciplinary Research, 1(6), 213–217.

Mubarok, S., Awaliya, T. P., & Afifah, Z. L. (2024). Islam dan Liberalisme dalam Al-Qur’an; Analisis Tafsir Maudhu’i. An Najah (Jurnal Pendidikan Islam Dan Sosial Keagamaan), 3(4), 62–74.

Muis, A. (2024). Kebebasan Beragama Perspektif Al-Khatib Asy-Syirbini dalam Tafsir As-Siraj Al-Munir. Universitas PTIQ Jakarta.

Muzani, K. Al. (2005). Al-Muḥarrar fī Asbāb Nuzūl al-Qur’ān (Cetakan Pe). Dar Ibnu al-Jauzi.

Pahutar, A. A. (2025). Toleransi Dalam Islam: Antara Idealitas Ajaran Dan Realitas Sosial. Dakwatul Islam, 9(2), 275–289.

Qomar, M. (2022). Wacana Islam Inklusif: Dimensi-Dimensi Studi Islam Kontemporer. IRCiSoD.

Rahmadani, F. H., & Fahmi, K. (2023). Asbabun Nuzul : Definisi , Jenisnya Dan Redaksi Serta Urgensinya. 1(2), 57–60.

Rahman, F. (2025). Dinamika Interaksi Sosial Muslim Minoritas di Wilayah Plural: Studi Kasus Pendidikan Karakter di Sekolah Islam Kota Ambon. Al Huda: Journal of Islamic Education and Society, 1(1), 23–41.

Samsir, S., Salewe, M. I., & Tahir, T. (2025). RELEVANSI PENDEKATAN TEKSTUAL DAN KONTEKSTUAL (STUDI KOMPARATIF DALAM MEMAHAMI PESAN AL-QUR’AN). TAFASIR: Journal of Quranic Studies, 3(1), 1–16.

Walida, D. T. (2025). Tekstualitas dan Kontekstualitas dalam Penafsiran dan Pengaruhnya Bagi Kehidupan Sosial Kemasyarakatan. Journal of Knowledge and Collaboration, 2(2), 468–481.

Zakaria, A., Raya, A. T., Saihu, M., & Rokim, S. (2024). Perspektif Al-Quran Dalam Keseimbangan Beragama: Menakar Moderasi Beragama Melalui Maqashid Syariah. Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur’an Dan Tafsir, 9(02), 369–386.

Downloads

Published

2026-03-01

How to Cite

Siti Mabruroh, & Muhammad Shohib. (2026). Asbab An-Nuzul Qs. Al-Baqarah [2]:256 Dan Implikasinya Terhadap Konsep Toleransi Beragama. Al-Zayn : Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(2), 2353–2364. https://doi.org/10.61104/alz.v4i2.4670

Issue

Section

Articles