Harta Bersama dan Problematikanya: Analisis Hukum Positif di Indonesia

Authors

  • Cahya Alifya Nazwa Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung
  • Nita Oktaviani Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung
  • Muhammad Ravi Al-Muntashir Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung
  • Relit Nur Edi Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung
  • Maskana Qurrota Ayyun Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

DOI:

https://doi.org/10.61104/alz.v4i2.4605

Keywords:

Harta Bersama, Perjanjian Perkawinan, Sengketa.

Abstract

Hukum Positif di Indonesia belum sepenuhnya mampu mengakomodir penyelesaian pembagian harta bersama. Aturan umum yang menyatakan bahwa harta dibagi secara adil, sering kali ditafsirkan sebagai pembagian 50:50. Realitasnya, kontribusi masing-masing pasangan tidak selalu seimbang. Ketidakseimbangan ini sering menimbulkan rasa ketidakadilan, yang pada akhirnya memicu sengketa di Pengadilan. Penelitian ini bertujuan untuk membahas harta bersama, problematika yang timbul akibat pembagian harta bersama, serta upaya dan solusi dalam mengatasi sengketa harta bersama. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berjenis studi kepustakaan dengan sifat deskriptif analisis dengan  menganalisis  peraturan-peraturan  hukum  yang  berlaku  dengan  didukung oleh  bahan  hukum  lainnya.   Hasil  dari penelitian  ini  menjelaskan  bahwa  peraturan  yang  telah  diundangkan  yang  mengatur  mengenai pembagian  atas  harta  bersama  belum  sepenuhnya  memenuhi  kriteria  keadilan. Alternatif solusi yang dapat ditempuh untuk mencegah sengketa harta bersama adalah dengan membuat perjanjian perkawinan. Apabila sengketa harta bersama tidak mendapat kesepakatan, jalur yang dapat ditempuh para pihak sebagai upaya penyelesaian sengketa dapat melalui upaya litigasi dan non-litigasi.

References

Alhamdani, A. K. (2021). Ijtihad Hakim terhadap Penyelesaian Sengketa Harta Bersama. Jurnal At-Tatbiq: Jurnal Ahwal al-Syakhsiyyah, 6(1), 58–78.

Almaas, F. (2025, February 5). Perjanjian Pra-Nikah sebagai Jaring Pengaman Harta & Hak Pasangan di Era Modern. Retrieved from Pa-dumai.go.id website: https://pa-dumai.go.id/artikel/4258-perjanjian-pra-nikah-sebagai-jaring-pengaman-harta-hak-pasangan-di-era-modern

Anhar, H. I. (2024). Analisis Royalti Hak Cipta Lagu Sebagai Kekayaan bersama dalam Gugatan Cerai. Jurnal Res Justitia: Jurnal Ilmu Hukum, 4(1), 89–95. https://doi.org/10.46306/rj.v4i1.101.

Ardiansyah, F., Aziz, A., & Lubis, R. (2025). Problematika Hukum dalam Pembagian Harta Bersama Pada Perkara Perceraian: Studi Kasus Putusan Pengadilan Agama di Brebes. JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Keluarga Islam, 3(1), 43–59. Retrieved from https://jim.stai-nuruliman.ac.id/index.php/jimhki

Arso. (2017). Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) Sebagai Harta Bersama Perspektif Kompilasi Hukum Islam. Al-Daulah: Jurnal Hukum Dan Perundangan Islam, 7(1), 28–56.

Aziz, A., Hajri, P., Abidin, Z., & Anggreaeni, H. Y. (2025). Analisis Efektifitas Non Litigasi Penyelesaian Sengketa Pembagian Harta Gono Gini. JIHHP: Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora, Dan Politik, 5(6), 5132–5139. https://doi.org/10.38035/jihhp.v5i6

Azizah, L. N., Jaelani, A. Q., & Putri, D. E. (2025). Harta Bersama Dalam Perspektif Sosiologi dan Filosofi. Audi Et AP: Jurnal Penelitian Hukum, 4(2), 189–195. https://doi.org/10.24967/%20jaeap.v4i02.3958

Farid, I. (2022). Efektifitas Mediasi dalam Penyelesaian Perkara Harta Bersama di Pengadilan Agama Batulicin. Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam Dan Sosial, 16(2), 191–202. https://doi.org/10.56997/almabsut.v16i2.686

Fikri, Z., Al Farisi, U., & Risdianto. (2023). Pandangan Hukum Positif dan Hukum Islam Terhadap Pembagian Harta Gono-Gini. Sahaja: Journal Shariah and Humanities, 2(2), 177–187.

Hadi, A. (2023). Hak-Hak Perdata Akibat Perceraian Pasangan Kawin Sirri Terhadap Harta Benda Bersama (Gono Gini). Ijtihad: Jurnal Studi Hukum Islam. Retrieved from https://ejournal.staika.ac.id/index.php/ijtihad/article/view/39.

Khosyi’ah, S. (2017). Keadilan Distributif Atas Pembagian harta Bersama dlaam Perkawinan Bagi Keluarga Muslim di Indonesia. Al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum Islam, 11(1), 35–48.

Mahadewi, I. A. P. K., & Putra, D. N. R. A. (2020). Akibat Hukum Serta Penyelesaian Terhadap Harta Bersama Berdasarkan Hukum Perkawinan. Jurnal Kertha Semaya, 9(1), 112–120. https://doi.org/10.24843/KS.2020.v09.i01.p10

Mahmudah, & Sururuie, R. W. (2023). Bentuk dan Pola Penyelesaian Sengketa Harta Bersama di Indonesia. Asy-Syari’ah: Jurnal Hukum Islam, 9(1), 53–69. https://doi.org/10.55210/assyariah.v9i1.851

Munana, N., Maula, F. N., Na’imin, & Zumrotun, S. (2025). Penyelesaian Sengketa Harta Gono Gini Melalui Mediasi Non Litigasi Oleh Tokoh Agama (Studi Perkara di Desa Ngadisepi Kecamatan Gemawang Kabupaten Temanggung). Jurnal Lentera: Kajian Keagamaan, Keilmuan Dan Teknologi, 24(1), 239–250. https://doi.org/10.29138/lentera.v24i1.1654

Panggabean, J. (2025, mei). Sengketa Terkait Pembagian Harta Bersama Saat Perceraian. Retrieved from Www.pengacarasumatera.com website: https://www.pengacarasumatera.com/2025/05/08/sengketa-terkait-pembagian-harta-bersama-saat-perceraian/

Putra, T. C., & Tjempaka, T. (2024). Kepastian Perlindungan Hukum Pasca Perkawinan Terhadap Pihak Ketiga Perihal Perjanjian Perkawinan. Unes Law Review, 6(4), 10864–10872. https://doi.org/10.31933/unesrev.v6i4.2059

Ramadi, B., Irham, M. I., & Pagar, P. (n.d.). Problematika Harta Bersama: Penyelesaian Sengketa Hak Kekayaan Intelektual di Peradilan Agama. Jurnal Darma Agung, 33(2), 176–183. http://dx.doi.org/10.46930/ojsuda.v33i2.5687

Rezki, Muh., Marzuki, & Hanafi, S. (2025). Sengketa Harta Bersama danAlternatif Penyelesaiannya. KIIIES 5.0, 4.

Rizal, S. (2024). Problematika Hukum Perselisihan Pembagian Harta Gono-Gini. Jurnal Plaza Hukum Indonesia, 2(2), 1–10.

Saidin, O. (2004). Aspek Hukum Hak Atas Kekayaan Intelektual (Intellectual Property Right). Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Salsiah, L., Putri, E. A., & Saimima, I. D. S. (2024). Perjanjian Perkawinan dan Akibat Hukumnya Atas Harta Bersama. Jurnal Hukum Sasana, 10(2), 181–190. https://doi.org/10.31599/sasana.v10i2.3505

Sopiyan, M. (2023). Analisis Perjanjian Perkawinan dan Akibatnya Menurut Undang-Undnag Perkawinan di Indonesia. Misykat Al-Anwar: Jurnal Kajian Islam Dan Masyarakat, 6(2), 175–190. https://doi.org/10.24853/ma.6.2.175-190

Suhayati, K., Angelin, E. N., Setyawan, F., & Adonara, F. F. (2025). Keseimbangan Asas Pacta Sunt Servanda dan Norma Perlindungan Hukum Harta Bersama pada Perjanjian Perkawinan di Indonesia. Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset Pendidikan, 4(2), 10421–10429. https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i2.2949

Utami, S. M. P., & Dalimunthe, S. N. I. sari. (2023). Penerapan Teori Keadilan Terhadap Pembagian Harta Bersama Pasca Perceraian. Jurnal USM Law Review, 6(1), 433–447. https://doi.org/10.26623/julr.v6i1.6899

Wati, S., Zulfan, & Elfia. (2024). Penyelesaian Sengketa Harta Bersama: Analisis Terhadap Perkara Nomor: 283/Pdt.G/2017/PA.Mtr dan Nomor: 59/Pdt.G/2023/PTA.Mtr. Zaaken: Journal of Civil and Bussines Law, 5(3), 337–359. https://0.22437/zaaken.v5i3.35307

Zahra, A. Y., & Roisah, K. (2024). Pembagian Royalti Hak Cipta Sebagai Harta Bersama Dalam Perceraian Studi Kasus Putusan Nomor 1622/Pdt.G/2023/PA.JB. Jurnal USM Law Review, 7(3), 1586–1600. https://doi.org/10.26623/julr.v7i3.8933.

al-Sajistani, S. I. A.-A. A. D. (n.d.). Sunan Abu Dawud. Damaskus: Dar al-Fikr.

Darmabrata, W., & Surini, A. S. (2016). Hukum Perkawinan dan Keluarga di Indonesia. Jakarta: Universitas Indonesia.

Harahap, M. Y. (1990). Kedudukan Kewenangan dan Acara Peradilan Agama Undang-Undang No.7 Tahun 1989. Jakarta: Kartini.

Ismuha. (1978). Pencaharian Bersama Suami Istri Indonesia: Adat Gono-Gini Ditinjau dari Sudut Hukum Islam. Jakarta: Bulan Bintang.

Syaifuddin, M., Turatmiyah, S., & Yahanan, A. (2014). Hukum Perceraian. Jakarta: Sinar Grafika.

Tim Redaksi Nuansa Aulia. (2020). Kompilasi Hukum Islam. Bandung: Nuansa Aulia.

Downloads

Published

2026-03-01

How to Cite

Cahya Alifya Nazwa, Nita Oktaviani, Muhammad Ravi Al-Muntashir, Relit Nur Edi, & Maskana Qurrota Ayyun. (2026). Harta Bersama dan Problematikanya: Analisis Hukum Positif di Indonesia. Al-Zayn : Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(2), 1994–2007. https://doi.org/10.61104/alz.v4i2.4605

Issue

Section

Articles