Analisis Pernikahan Perempuan yang Belum Menyelesaikan Masa Iddah: Perspektif Wahbah az-Zuhaili

Authors

  • Hertina Sahara Program Studi Hukum Keluarga Islam, Pascasarjana Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung
  • Muhammad Akbar Hidayatullah Program Studi Hukum Keluarga Islam, Pascasarjana Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung
  • Suaidah Program Studi Hukum Keluarga Islam, Pascasarjana Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung
  • Relit Nur Edi Program Studi Hukum Keluarga Islam, Pascasarjana Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung
  • Azima Amalia Program Studi Hukum Keluarga Islam, Pascasarjana Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

DOI:

https://doi.org/10.61104/alz.v4i2.4597

Keywords:

Iddah, Pernikahan, Wahbah az-Zuhaili

Abstract

Penelitian ini membahas pemikiran Wahbah az-Zuhaili mengenai pernikahan perempuan yang belum menyelesaikan masa iddah serta implikasi hukumnya dalam perspektif fikih kontemporer. Masalah pernikahan pada masa iddah menjadi penting karena berkaitan dengan kesahan akad, kejelasan nasab, perlindungan perempuan, dan stabilitas keluarga. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan melalui analisis mendalam terhadap karya-karya Wahbah az-Zuhaili, terutama Tafsir al-Munir dan al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Wahbah az-Zuhaili memandang iddah sebagai mekanisme perlindungan syariat yang bersifat komprehensif. Pernikahan yang dilakukan sebelum iddah selesai dianggap batal karena tidak memenuhi syarat syar‘i, serta berpotensi menimbulkan kerancuan nasab, hilangnya hak-hak perempuan, gangguan psikologis, dan munculnya stigma sosial. Pemikiran az-Zuhaili menegaskan bahwa iddah bukanlah pembatasan, tetapi instrumen menjaga kehormatan, hak hukum, dan stabilitas keluarga. Dengan demikian, pandangan Wahbah az-Zuhaili memberikan kontribusi signifikan terhadap penguatan hukum keluarga Islam dalam konteks kontemporer

References

Af’idah, Shikhkhatul. 2017. “Metode dan Corak Tafsir Al-Wasīṭ Karya Wahbah Az-Zuhaili.” Undergraduate thesis., UIN Walisongo, Semarang.

Alfarisi, Achmad Hasan. 2025. “Masa Iddah Dalam Pernikahan : Perspektif Hukum Fikih Dan KHI.” Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisipliner 02(02):1028–42.

Amir, Ria Rezky. 2018. “Iddah Tinjauan Fiqih Keluarga Muslim.” Al-Mau’izhah: Jurnal Bimbingan Dan Penyuluhan Islam 1(September).

Anwar, Yarifudin, and Misbah Musthafa. n.d. Terjemah Kifayatul Ahyar: Kelengkapan Orang Saleh. Surabaya: Bina Iman.

Ardiansyah, Risnita, and M. Syahran Jailani. 2023. “Teknik Pengumpulan Data Dan Instrumen Penelitian Ilmiah Pendidikan Pada Pendekatan Kualitatif Dan Kuantitatif.” IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam 1(2 SE-Articles):1–9. doi: 10.61104/ihsan.v1i2.57.

Arifin, Zainal, and Amelia Fadilah. 2025. “Pernikahan Dalam Masa Iddah: Analisis Perspektif Fikih Dan Hukum Perkawinan Indonesia.” Al-Ahwal: Jurnal Hukum Keluarga Islam 18(1):45–68.

Az-Zuhaili, Wahbah. 1989. Al-Fiqh Al-Islāmī Wa Adillatuhu. Damaskus: Dār al-Fikr.

Az-Zuhaili, Wahbah. 2006. Al-Wasit Fi Al-Fiqh Al-Islamī. Damaskus: Dār al-Fikr.

Az-Zuhaili, Wahbah. n.d. Tafsir Al-Munir Jilid 1 (Juz 1–2). Jakarta: Gema Insani.

Baihaki. 2016. “Studi Kitab Tafsir Al-Munir Karya Wahbah Al-Zuhaili Dan Contoh Penafsirannya Tentang Pernikahan Beda Agama.” Analisis: Jurnal Studi Keislaman 16(1):125–52. doi: 10.24042/ajsk.v16i1.740.

Bakri, Mukhlis. 2023. “Analisis Maqashid Syariah Terhadap Pasal 8 PP No 10 Tahun 1983 Jo PP 45 Tahun 1990 Tentang Nafkah ‘ Iddah Isteri Setelah Ditalak Suami.” El ‘Ailaah: Jurnal Kajian Hukum Keluarga 2(1):11–22. doi: https://doi.org/10.59270/aailah.v2i1.147.

Ghofur, Saiful Amin. 2008. Profil Para Mufassir Al-Qur’an. Yogyakarta: Pustaka Insan Madani.

Husna, Nihayatul, and M. Yunus Abu Bakar. 2025. “Iddah Dalam Bingkai Kajian Filsafat Ilmu.” Al-Mustaqmal: Jurnal Agama Islam 2(1):16–32. doi: https://doi.org/10.59841/al-mustaqbal.v2i1.45.

Khairuddin. 2024. “Iddah for Men : A Comparative Study of Wahbah Zuhaili and Faqihudin Abdul Kodir.” Abdurrauf Journal of Islamic Studies 3(1):55–67. doi: https://doi.org/10.58824/arjis.v3i1.85.

Olivia, Fitria. 2019. “Perkawinan Yang Dilakukan Oleh Seorang Perempuan Dalam Masa Iddah Menurut Undang-Undang No. 1 Tahun 1974.” Lex Jurnalica 16(3):262–70.

Saefullah, Agus Susilo. 2024. “Ragam Penelitian Kualitatif Berbasis Kepustakaan Pada Studi Agama Dan Keberagamaan Dalam Islam.” Al-Tarbiyah: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam 2(4):195–211. doi: https://doi.org/10.59059/al-tarbiyah.v2i4.1428.

Said, Achmad Zaidun Imam Ghazali. 2017. Terjemah Bidayatul Mujtahid: Analisis Fiqih Para Mujtahid. Jakarta: Pustaka Amani.

Shodmonov, Sirojiddin. 2024. “Biography and Scientific Heritage of Wahba Zuhayli.” EPRA International Journal of Research & Development (IJRD) 9(3).

Soekanto, Soerjono. 2007. Pengantar Penelitian Hukum. Jakarta: UI Press.

Zed, Mestika. 2008. Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Downloads

Published

2026-03-01

How to Cite

Sahara, H., Muhammad Akbar Hidayatullah, Suaidah, Relit Nur Edi, & Azima Amalia. (2026). Analisis Pernikahan Perempuan yang Belum Menyelesaikan Masa Iddah: Perspektif Wahbah az-Zuhaili. Al-Zayn : Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(2), 2073–2085. https://doi.org/10.61104/alz.v4i2.4597

Issue

Section

Articles