Analisis Ushuliyyah Terhadap Lafaz Mutlaq Dan Muqayyad Dalam Ushul Fiqh
Implikasi Terhadap Penafsiran Hukum Islam
DOI:
https://doi.org/10.61104/alz.v3i6.4586Keywords:
ushul fiqh, mutlaq, muqayyad, interpretation of Islamic law.Abstract
Lafaz mutlaq dan muqayyad merupakan konsep kebahasaan penting dalam ushul fiqh yang berpengaruh langsung terhadap penafsiran dan penetapan hukum Islam. Perbedaan sifat keduanya menuntut ketelitian dalam memahami nash agar tidak menyimpang dari maksud syariat. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep mutlaq dan muqayyad serta implikasinya terhadap proses istinbāṭ hukum Islam. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan dengan pendekatan normatif-usuliyyah dan konseptual, melalui analisis literatur ushul fiqh klasik dan kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa lafaz mutlaq menunjukkan keluasan makna hukum selama tidak terdapat dalil pembatas, sedangkan lafaz muqayyad berfungsi memperjelas dan membatasi penerapan hukum. Perbedaan pandangan ulama, khususnya antara jumhur dan mazhab Hanafiyyah, mencerminkan dinamika metodologis dalam penafsiran hukum. Kajian ini menegaskan pentingnya pemahaman mutlaq dan muqayyad dalam menjaga ketepatan, kehati-hatian, dan konsistensi penetapan hukum Islam
References
Akhmad Haris, M. R. (2020). Ushul Fikih: Kajian Komprehensif Teori, Sumber Hukum & Metode Isbath. Bening Media Publishing.
Amalia, N. K., & Gani, F. A. (2023). Mutlak dan Muqayyad. Al-Tadabbur, 9 (2), 202, Hal. 243-261.
Asmawi. (2018). Perbandingan Ushul Fiqh. Sinar Gravika Offset.
Darussalam, A. (2024). Pendekatan Ushul Fiqh dan Teori Maqashid Syariah dalam Penetapan Hukum Islam. Jurnal Darussalam, 9(2), 45–6.
Hidayatul Munawarah. (2021). “Memahami Relasi Mutlaq dan Muqayyad Dalam Tafsir Al-Qur’an,.” Jurnal Al-Ijaz, 3, No. 1, 52-55.
Manna Al-Qaththan. (2011). Pengantar Ilmu Studi Al-Qur’an. Pustaka Al-Kautsar.
Maulidi, M. (2022). MAQASID SYARIAH SEBAGAI FILSAFAT HUKUM ISLAM: Sebuah Pendekatan Sistem Menurut Jasser Auda. Al-Mazaahib: Jurnal Perbandingan Hukum, 7(1), 113. https://doi.org/10.14421/al-mazaahib.v7i1.2860
Maulidya Mora Matondang. (2018). Modul Fiqh Jinayah. (Falkutas Syariah Dan Hukum, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan).
Muhammad Ali bin Khusni Al Maliki, H. A. A. (2020). ‘Ala jam’i Al Jawami’, (p. Jilid II, Hal. 79.). Darul Kutub Al ‘Alamiyaah.
Raisul. (2015). Pemikiran Hukum Islam Khaled Abou el Fadl. Mazahib, 14, 148.
Reni Febriani, A. (2025). Implementasi Kaidah Mutlaq dan Muqayyad dalam Menafsirkan Al-Qur’an. Al-Zayn : Jurnal : Ilmu Sosial & Hukum, Vol. 3 No., 125.
Rina Juliana. (2024). Ushul Fiqh II. DOTPLUS Publisher.
Rizki Muhammad Haris. (2024). Sudirman Suparmin, Filsafat Hukum Islam. Kencana.
Rukminingsih. (2020). Metode Penelitian Kuantitatif & Kualitatif.
Suryani, S. (2022). Sirri Marriage from the Perspective of Islamic Legal Philosophy. Iblam Law Review, 2(2), 175–188. https://doi.org/10.52249/ilr.v2i2.197
Yusuf al-Qardhawi, N. fi turats al-S. al-G. (n.d.). Majallah Islamiyyat al-Ma’rifah. International Institute of Islamic Thought (IIIT), USA, 2, No. 7, 9.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Dhiyaul Habib Ifham, Mhd. Syahnan, Nispul Khair, Dhiauddin Tanjung

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









This work is licensed under a