Penerapan Doktrin Misbruik van Omstandigheden dalam Perjanjian Utang secara Lisan
DOI:
https://doi.org/10.61104/alz.v4i2.4572Keywords:
Penyalahgunaan Keadaan, Hukum Perjanjian, Cacat Kehendak, Pertimbangan Hakim, Perjanjian Utang LisanAbstract
Perjanjian utang secara lisan diakui sah dalam hukum perdata Indonesia sepanjang memenuhi ketentuan Pasal 1320 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Namun, ketiadaan bukti tertulis sering kali menimbulkan ketidakseimbangan posisi tawar para pihak dan membuka ruang terjadinya cacat kehendak, khususnya dalam bentuk penyalahgunaan keadaan (misbruik van omstandigheden). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep dan konstruksi hukum penyalahgunaan keadaan dalam perjanjian utang lisan serta mengkaji dasar pertimbangan hakim dalam menyelesaikan sengketa yang berkaitan dengannya. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui kajian peraturan perundang-undangan, doktrin hukum, dan putusan pengadilan, dengan fokus utama pada Putusan Nomor 21/Pdt.G/2022/PN Lbp. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyalahgunaan keadaan telah diakui secara konsisten dalam yurisprudensi Indonesia sebagai alasan pembatalan perjanjian, terutama ketika terbukti adanya ketimpangan posisi tawar, pemanfaatan kondisi ekonomi atau psikologis pihak lain, serta timbulnya kerugian nyata. Hakim menilai bahwa dalam perjanjian lisan, kebebasan kehendak dan kekuatan pembuktian menjadi faktor penentu dalam membuktikan adanya penyalahgunaan keadaan. Penelitian ini memberikan kontribusi konseptual terhadap pengembangan hukum perjanjian di Indonesia dengan menegaskan kedudukan misbruik van omstandigheden sebagai bentuk cacat kehendak serta memperkuat peran penalaran hakim dalam mewujudkan keadilan substantif dalam hubungan kontraktual non-formal
References
Akbar, M. A. T., Imani, Y. N., Permana, F. R., & Tarina, D. D. Y. T. (2025). Kewenangan Hakim Menilai Penyalahgunaan Keadaan (Misbruik Van Omstandigheden) dalam Perjanjian (Studi Kasus: Putusan MA 1072 K/Pdt/2002 Perihal Sengketa Status Kepemilikan Tanah Ladang). 12(5), 1–11.
Arifin, M. (2020). Membangun Konsep Ideal Penerapan Asas Iktikad Baik dalam Hukum Perjanjian. Jurnal Ius Constituendum, 5(1), 66–82. https://doi.org/10.26623/jic.v5i1.2119
Azzahra, S. M., & Gozali, D. S. (2025). Penerapan Doktrin Penyalahgunaan Keadaan (Misbruik Van Omstandigheden) Dalam Sengketa Perjanjian: Jurnal Kolaboratif Sains, 8(6), 3778–3789. https://www.jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/JKS/article/view/7917
Budiastuty, R. P. (2022). Tinjauan yuridis tentang kekuatan mengikat dan pembuktian terjadinya wanprestasi dalam perjanjian hutang piutang secara lisan didasarkan kitab undang-undang hukum perdata (KUHPerdata). Cessie : Jurnal Ilmiah Hukum, 1(2), 79–83. https://doi.org/10.55904/cessie.v1i2.431
Deanna Fitri Roshandi. (2025). Analysis of the Legal Validity of Oral Agreements Under Civil Law in Indonesia: Implications and Judicial Practices. Jurnal Ilmu Bahasa Dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 1(3), 1–7. https://doi.org/10.61132/jibpgsd.v1i3.139
Fidhayanti, D. (2023). In Contract Law: Unpacking Undue Influence through a Judge’s Lens. Journal of Judicial Review, 25(2), 193–208. https://doi.org/10.37253/jjr.v25i2.7725
Ginting, Y. P., Kezya, K., Setiawan, R. V., Aurelia ES, R. V., Stefani, A., Celine, C., & Sutomo, T. W. (2024). Sistem Pembuktian terhadap Kasus Utang Piutang yang Diperjanjikan Secara Lisan. Jurnal Hukum Dan HAM Wara Sains, 3(03), 445–454. https://doi.org/10.58812/jhhws.v3i03.1661
Hazhin, U., & Saputra, H. (2019). Penyalahgunaan Keadaan (Misbruik van Omstadigheden) dalam Perjanjian Asuransi Melalui Telemarketing. Kertha Patrika, 41 (2), 95–111. https://doi.org/10.24843/KP.2019.v41.i02.p02
Hernoko, A. Y., & Anand, G. (2017). The Application of Circumstance Abuse Doctrine (Misbruik Van Omstandigheden) on Judicial Practice in Indonesia. Journal of Advanced Research in Law and Economics, 8(7), 2128. https://doi.org/10.14505/jarle.v8.7(29).09
Iva Yuli Hanifah, Khoirotunnisa, & Lucky Dafira Nugroho. (2025). Analisis Yuridis Kekuatan Pembuktian Perjanjian Lisan dalam Penyelesaian Sengketa Wanprestasi Berdasarkan Putusan Pengadilan No : 44/pdt.G/2025/PN.YYK. Justness : Jurnal Hukum Politik Dan Agama, 5(2). https://doi.org/10.61974/justness.v5i2.91
Kristiyani, C. T. S. (2020). Consumer Legal Efforts Due To Abuse of Circumstances (Misbruik Van Omstandigheden) in Standardized Agreements. NOTARIIL Jurnal Kenotariatan, 5(1), 1–7. https://doi.org/10.22225/jn.v5i1.1729
Kurniawan, G. P., Shalikhah, S. Z., Shofiat, H., Azizah, N. N., & Mahmud Mochtar. (2021). Aspek Hukum Perdata terhadap Wanprestasi dalam Perjanjian Utang Piutang Tanpa Jaminan. Jurnal Tana Mana, 2(1), 46–48. https://ojs.staialfurqan.ac.id/jtm/article/download/736/452/
Nata, O. (2024). Penyalahgunaan Keadaan (Misbruik Van Omstandigheden) Psikologis Sebagai Salah Satu Faktor Cacat Kehendak Dalam Perjanjian. Lex Positvis, 2(5), 613–638.
Patricia Caroline Tiodor, Murendah Tjahyani, & Asmaniar. (2023). Pembuktian Wanprestasi Perjanjian Utang Piutang Secara Lisan. Krisna Law : Jurnal Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Krisnadwipayana, 5(1), 27–39. https://doi.org/10.37893/krisnalaw.v5i1.208
Paulus Dominggu Soplanit, M. Syahrul Borman, & Dedi Wardana Nasution. (2026). Proof of Default in Oral Loan Agreements: A Normative Analysis of Civil Law Evidence in Indonesia. International Journal of Law and Society, 3(1), 72–76. https://doi.org/10.62951/ijls.v3i1.853
Pinem, L. E. N., Adnyani, N. K. S., & Setianto, M. J. (2022). Keabsahan Perjanjian Arisan Online Ditinjau dari Pasal 1320 Kitab Undang-undang Hukum Perdata. Jurnal Komunitas Yustisia, 5(3), 47–63. https://doi.org/10.23887/jatayu.v5i3.51869
Purnawan, A. H. W. J., & Suharto, M. A. (2025). Pembuktian Perjanjian Lisan dalam Sengketa Hutang Piutang: Studi Putusan PN Balikpapan No. 146/Pdt.G/2021. Jurnal Ilmiah Advokasi, 13(2337), 1530–1541.
Rahmadani, S. O. (2023). Analisis akibat hukum perjanjian utang piutang secara lisan apabila debitur cidera janji (wanprestasi). JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH, 1(2), 1025–1030. https://doi.org/10.61722/jssr.v1i2.334
Rahmayani, D. A., & Tamsil. (2019). Tinjauan Yuridis Penyalahgunaan Keadaan (Misbruik Van Omstandigheden) Perjanjian Utang Piutang Menjadi Jual Beli Tanah (Studi Putusan Mahkamah Agung Nomor 192 PK/PDT/2014). Novum: Jurnal Hukum, Vol. 6,(No. 3), p.144-152. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/novum/article/view/30263
Ramadhani, A., Arif, M., Sulistio, V. L., Purnama, D. V. P., & Ramadhan, M. A. D. (2024). Kepastian Hukum Terhadap Pembatalan Perjanjian Menggunakan Unsur Penyalahgunaan Keadaan. Notaire, 7(3), 307–324. https://doi.org/10.20473/ntr.v7i3.60313
Roshandi, D. F. (2025). Analysis of the Legal Validity of Oral Agreements Under Civil Law in Indonesia: Implications and Judicial Practices. Jurnal Ilmu Bahasa Dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 1(3), 1–7. https://doi.org/10.61132/jibpgsd.v1i3.139
Sugiastuti, N. Y., Desmayanti, R., & Shahin, N. S. A. (2023). Sikap Hakim dalam Menerapkan Pasal 1321 KUHPerdata: Studi Putusan Pengadilan di Indonesia. Jurnal Hukum Ius Quia Iustum, 30(3), 673–691. https://doi.org/10.20885/iustum.vol30.iss3.art10
Triana, Y. (2021). Undue Influence in the Agreement in a Contractive Law Perspective in Indonesia . RIGEO: Review of International Geographical Education Online, 11(7).
Warouw, J. E., Rumimpunu, D., & Simbala, Y. (2021). Pembuktian Perjanjian Tidak Tertulis Di Hadapan Pengadilan Ditinjau Dari Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Lex Privatum, 9(10), 104–112.
Zahra, D. F., & Liana, F. (2025). Perlindungan Hukum Kreditur dalam Perjanjian Utang Piutang. 3(3), 551–555.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Josefa Margareth Sibuea, Dita Febrianto, Selvia Oktaviana, Depri Liber Sonata, Dora Mustika

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









This work is licensed under a