Harmonisasi Nilai-Nilai Maqāṣid al-Syarīʻah dan Hukum Nasional dalam Penetapan Usia Minimum Perkawinan di Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.61104/alz.v4i1.4453Keywords:
Education, Management, Trust Maqāṣid al-syarīʻah, national law, minimum age of marriage, harmonization, protection of children and womenAbstract
Penetapan usia minimum perkawinan merupakan isu strategis yang berada pada persimpangan antara tuntutan perlindungan hak-hak anak dan perempuan dengan pemahaman normatif terhadap ajaran agama. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi nilai-nilai maqāṣid al-syarīʻah yang relevan dalam penetapan usia minimum perkawinan; (2) menganalisis sejauh mana kebijakan hukum nasional Indonesia sejalan dengan nilai-nilai maqāṣid al-syarīʻah; dan (3) menawarkan kerangka konseptual harmonisasi antara syariat Islam dan hukum positif dalam isu perlindungan anak dan perempuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis-normatif dengan analisis kualitatif, didukung oleh studi dokumen terhadap peraturan perundang-undangan, literatur fikih, serta teori maqāṣid al-syarīʻah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai maqāṣid al-syarīʻah seperti ḥifẓ al-nafs, ḥifẓ al-‘aql, ḥifẓ al-nasl, dan prinsip kemaslahatan umum mendasari pentingnya pembatasan usia minimum perkawinan sebagai upaya melindungi generasi muda dari dampak negatif perkawinan usia dini. Kebijakan hukum nasional dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 terbukti selaras dengan tujuan-tujuan tersebut, karena memperhatikan aspek keselamatan fisik, psikologis, dan sosial calon mempelai. Penelitian ini juga menawarkan kerangka konseptual harmonisasi yang menekankan pada penggunaan maslahah sebagai basis kebijakan, penerapan ijtihād jamā‘ī, peningkatan literasi maqāṣid di kalangan pemangku kepentingan, adaptasi terhadap dinamika sosial, serta penguatan sinergi antara negara, ulama, dan masyarakat
References
Āsyūr, Muḥammad Ṭhāhir Ibn. 2001. Maqāṣid As-Syarī‘ah Al-Islāmiyah. Cet. II. ‘Ammān: Dār al-Nafāis.
Aini, Qurrotul, and Ludfi Ludfi. 2023. ‘Penyamaan Batas Usia Minimum Perkawinan Dalam Undang-Undang Perkawinan : Analisis Maqāṣid Syarīʻ Ah ʻAbd Allāh Ibn Bayyah’. Muqaranan 7(2): 105–24.
Al-Qarḍawī, Yūsuf. 1985. Al-Ijtihād Fi Al-Syarī’at Al-Islāmiyah Ma’a Nazrāh Al-Tahlīliyah Fī Al-Ijtihād Al-Mu’aṣir. Kuwait: Dār al-Qalām.
Arikunto, Suharsimi. 2011. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Cet. XIV. Jakarta: Rineka Cipta.
Asep Saepudin Jahar, Euis Nurlaelawati, Jaenal Aripin. 2013. Hukum Keluarga, Pidana Dan Bisnis: Kajian Perundang-Undangan Indonesia, Fikih Dan Hukum Internasional. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Ashshofa, Burhan. 2013. Metode Penelitian Hukum. Jakarta: Rineka Cipta.
Asy-Syāthibī, Abū Isḥāq. 2003. Al-Muwāfaqāt Fī Ushūl as-Syarī‘Ah. Juz II. Beirut: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyah.
Azhari, Fathurrahman. 2015. Qawaid Fiqhiyyah Muamalah.
Badan Pusat Statistik Nasional. 2023. ‘Angka Kematian Ibu/AKI (Maternal Mortality Rate/MMR) Hasil Long Form SP2020 Menurut Provinsi, 2020’. BPS. https://www.bps.go.id/id/statistics-table/1/MjIxOSMx/angka-kematian-ibu-aki-maternal-mortality-rate-mmr-hasil-long-form-sp2020-menurut-provinsi-2020.html (June 22, 2025).
Baharuddin, Hendrah, and Nila Sastrawati. 2021. ‘Usia Perkawinan Perspektif Maqashid Syariah; Analisis Terhadap Undang-Undang Perkawinan Di Indonesia’. Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab dan Hukum 2(2): 543–60.
Bayyah, ʻAbd Allāh ibn. 2018. Masyāhid Min Al-Maqāṣid. Dubai: Masār li aṭ-Ṭibāʻah wa an-Nasyr.
Busyro. 2019. Maqashid Al-Syariah: Pengetahuan Mendasar Memahami Maslahah. Jakarta: Kencana.
Ghazali, Abd Moqsith. 2020. ‘Merancang Kaidah (Ushul) Fikih Alternatif’. Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta: 352–73.
Hasibuan, Supri Yadin, Ahmad Jalili, Firdaus Firdaus, and Zulfahmi Zulfahmi. 2019. ‘Pembaharuan Hukum Perkawinan Tentang Batas Minimal Usia Pernikahan Dan Konsekuensinya’. TERAJU 1(2): 79–87.
Hidayati, Tatik. 2017. ‘Pendekatan Maqāṣīd Al-Syarī’ah Pada Tradisi Kawin Anak Di Madura’. ’Anil Islam: Jurnal Kebudayaan dan Ilmu Keislaman 10(2): 175–200. http://jurnal.instika.ac.id/index.php/AnilIslam/article/view/64.
Jamil, F. 2021. ‘Pembaharuan Batas Usia Perkawinan Dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 Perspektif Maqâshid Al-Syarîʻah’. Sakina: Journal of Family Studies 5(2): 1–15.
Januario, Ridwan Angga, Fadil Sj, and Moh. Thoriquddin. 2022. ‘Hakikat Dan Tujuan Pernikahan Di Era Pra-Islam Dan Awal Islam’. Jurnal Al-Ijtimaiyyah 8(1): 1–18.
Jordy Herry Christian, Kirana Edenela. 2019. ‘Terampasnya Hak-Hak Perempuan Akibat Diskriminasi Batas Usia Perkawinan’. Lex Scientia Law Review 3(1): 1–14. https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/lslr/article/view/30723.
Ludfi, Ludfi. 2024. ‘Dispensasi Nikah Dan Paradoks Kawin Anak Di Madura: Studi Tentang Dampak Regulasi Terhadap Praktik Perkawinan Anak’. Jurnal Mediasas: Media Ilmu Syari’ah dan Ahwal Al-Syakhsiyyah 7(2): 738–68. http://journal.staisar.ac.id/index.php/mediasas/article/view/270/216.
Muhaimin. 2020. Metode Penelitian Hukum. Mataram: Mataram University Press.
Nugraha, Xavier, Risdiana Izzaty, and Annida Aqiila Putri. 2019. ‘Rekonstruksi Batas Usia Minimal Perkawinan Sebagai Bentuk Perlindungan Hukum’. Lex Scientia Law Review 3(1): 40–54. https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/lslr/article/view/30727/13413
Sabiq, Sayyid. 2007. Fiqhus Sunnah. Jilid 3. Pena Pundi Aksara.
Sidiq, Syahrul. 2017. ‘Maqashid Syariah & Tantangan Modernitas: Sebuah Telaah Pemikiran Jasser Auda’. in Right 7(1): 140–61.
Sulistyarini, Rachmi. 2022. ‘Rasio Legis Pengaturan Batas Minimal Usia Perkawinan Menurut Undang Undang Nomor 16 Tahun 2019 Tentang Perubahan Atas Undang Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan’. Arena Hukum 15(1): 135–59.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Sitti Fatimah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









This work is licensed under a