Metode Profetik dalam Pendidikan Karakter Kepemimpinan Perspektif Al-Qur’an

Authors

  • zakiyamani zakiyamani Universitas PTIQ Jakarta
  • Darwis Hude Universitas PTIQ Jakarta
  • Muhammad Hariyadi Universitas PTIQ Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.61104/alz.v4i2.4443

Keywords:

Metode Profetik; Pendidikan Karakter Kepemimpinan; Perspektif Al-Qur’an; Kepemimpinan Islami; Tafsir Tematik; Pendidikan Islam

Abstract

Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan karakter kepemimpinan dalam perspektif Al-Qur’an dapat dikembangkan melalui metode profetik yang berakar pada keteladanan dan nilai-nilai pendidikan Nabi Muhammad Saw. Metode profetik tersebut menekankan integrasi dimensi spiritual, moral, dan praksis dalam pembentukan karakter kepemimpinan, khususnya nilai kejujuran (shiddīq), amanah, kemampuan komunikasi (tablīgh), dan kecerdasan (fathānah). Penerapan metode ini terbukti efektif dalam melahirkan pemimpin Islami yang berpegang pada ajaran Islam, mampu menjadi teladan, bertanggung jawab dalam menjalankan amanah kepemimpinan, bersikap adil, serta memiliki kepedulian terhadap kesejahteraan pengikutnya. Temuan penting lainnya mengungkap keberhasilan Nabi Muhammad Saw sebagai figur pemimpin paling berpengaruh sekaligus pendidik yang berhasil mencetak generasi sahabat dengan karakter kepemimpinan unggul. Kesimpulan tersebut diperoleh melalui kajian mendalam terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang mengandung isyarat metode profetik dan pendidikan karakter kepemimpinan, yang dianalisis secara komprehensif menggunakan pendekatan tafsir tematik. Selain itu, penelitian ini juga mengkaji pola interaksi dan strategi pendidikan Nabi Muhammad Saw dalam membina para sahabat yang berkontribusi signifikan terhadap pembentukan karakter dan pengembangan kapasitas kepemimpinan mereka. Secara teoretis, penelitian ini sejalan dengan pandangan Warren Bennis yang menegaskan bahwa kepemimpinan merupakan hasil proses pendidikan, serta sejalan dengan pemikiran Muhammad Akrom Al-‘Adlūni dan Ronny Siagian yang menyatakan bahwa karakter kepemimpinan dapat ditanamkan dan dikembangkan melalui proses pembelajaran yang berkelanjutan. Namun demikian, temuan penelitian ini berbeda dengan pandangan Thomas Carlyle dan William James yang menganggap kepemimpinan sebagai sifat bawaan sejak lahir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan tahapan analisis deskriptif, analisis isi, dan penarikan kesimpulan. Metode penafsiran yang digunakan adalah tafsir tematik (maudhū‘ī) dengan pendekatan historis terhadap kehidupan dan kepemimpinan Nabi Muhammad Saw.

References

Abdullah, M. A. (2010). Pendidikan karakter: Perspektif Islam. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Agustian, A. G. (2002). Rahasia sukses membangun kecerdasan emosional dan spiritual (ESQ). Jakarta: Arga.

Al-Adluni, M. A. (2001). Al-qiyādah fī al-qarn al-ḥādī wa al-‘ishrīn. Riyadh: Qurtubah Lil Intāj al-Fannī.

Al-Bukhari, M. I. (n.d.). Al-jāmi‘ al-ṣaḥīḥ al-mukhtaṣar. Beirut: Dār Ibn Katsīr.

Al-Kummy, A. A., & Al-Qasim, A. Y. (1982). At-tafsīr al-maudhu‘ī lil-qur’ān al-karīm. Kairo: Dār al-Fikr.

Al-Qayyim, M. bin A. B. (1973). Al-fawā’id. Beirut: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah.

Arikunto, S. (1993). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

As-Syatibi, I. bin M. (1997). Al-muwāfaqāt (Tahqīq M. S. Salman). Riyadh: Dār Ibn ‘Affān.

At-Thahhān, M. M. (2010). At-tarbiyah wa dawruhā fī tasykīl as-sulūk. Kairo: Dār aṣ-Ṣaḥwah.

Azra, A. (2012). Pendidikan Islam: Tradisi dan modernisasi menuju milenium baru. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Budimansyah, D. (2010). Penguatan pendidikan kewarganegaraan untuk membangun karakter bangsa. Bandung: Widya Aksara Press.

Covey, S. R. (2004). The 8th habit: From effectiveness to greatness. London: Simon & Schuster.

Dahlan, M. (2018). Nabi Muhammad SAW sebagai pemimpin agama dan kepala pemerintahan. Jurnal Rihlah, 6(2), 165–182.

Dasuqi, G. (2017). Guru pemberi hukuman telanjang siswa SD minta maaf. Detik News.

https://news.detik.com

Furchan, A. (1992). Pengantar metodologi penelitian kualitatif. Surabaya: Usaha Nasional.

Gymnastiar, A. (2013). Membangun karakter baik dan kuat. Bandung: SMS Tauhid.

Hanafi, M. M., dkk. (2012). Kenabian (nubuwwah) dalam Al-Qur’an. Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an Kemenag RI.

Hart, M. H. (1993). The 100: A ranking of the most influential persons in history. Canada: Carol Publishing Group.

Hidayat, K. (2015). Agama punya seribu nyawa. Jakarta: Noura Books.

Kartini, K. (1998). Pemimpin dan kepemimpinan. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Koesoema, D. (2010). Pendidikan karakter: Strategi mendidik anak di zaman global. Jakarta: Grasindo.

Madjid, N. (2000). Islam doktrin dan peradaban. Jakarta: Paramadina.

Mahfud, C. (2016). Pendidikan multikultural. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Masriadi. (2018). Kepala dinas perindustrian Aceh Utara ditangkap karena isap sabu. Kompas Regional.

https://regional.kompas.com

Muhaimin. (2012). Paradigma pendidikan Islam: Upaya mengefektifkan pendidikan agama Islam di sekolah. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Muslim, M. (2000). Mabāḥits fī at-tafsīr al-maudhu‘ī. Damaskus: Dār al-Qalam.

Nata, A. (2013). Pemikiran pendidikan Islam dan Barat. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Nata, A. (2016). Manajemen pendidikan Islam. Jakarta: Kencana.

Nugraha, M. (2020). Kepala sekolah dan guru SD di Bogor korupsi dana BOS. Tribun Jabar.

https://jabar.tribunnews.com

Rahmat, P. S. (2009). Penelitian kualitatif. Jurnal Equilibrium, 5(9), 1–8.

Rosidin, I. (2020). Kepala sekolah cabuli siswi sejak SD. Kompas Regional.

https://regional.kompas.com

Sakdiah. (2016). Karakteristik kepemimpinan dalam Islam. Jurnal Al-Bayan, 22(33), 25–40.

Salim, & Syahrum. (2012). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: Citapustaka Media.

Sauri, S. (2011). Pendidikan karakter dalam perspektif Islam. Jurnal Pendidikan Karakter, 1(1), 1–14.

Shihab, M. Q. (2002). Tafsir Al-Mishbah: Pesan, kesan dan keserasian Al-Qur’an. Jakarta: Lentera Hati.

Shihab, M. Q. (2017). Wasathiyyah: Wawasan Islam tentang moderasi beragama. Jakarta: Lentera Hati.

Siagian, S. P. (2015). Teori dan praktik kepemimpinan. Jakarta: Rineka Cipta.

Sukardi. (2007). Metodologi penelitian pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Sukmadinata, N. S. (2009). Metode penelitian pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Suwaidan, T., & Basyāhil, F. (2011). Ṣinā‘atu al-qā’id. Riyadh: Maktabah al-‘Abīkān.

Suyanto. (2010). Pendidikan karakter: Teori dan aplikasi. Jurnal Pendidikan, 16(1), 1–10.

Syauqi, T. (1992). As-sulūk al-qiyādī wa fa‘āliyat al-idārah. Kairo: Dār Gharīb.

Tafsir, A. (2012). Ilmu pendidikan Islami. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Tilaar, H. A. R. (2012). Kaleidoskop pendidikan nasional. Jakarta: Kompas Media Nusantara.

Yamin, F. (2015). Guru pukul murid pakai mistar hingga tewas. Kompas Regional.

https://regional.kompas.com

Yousda, I. I. A. (1993). Penelitian dan statistik pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Zubaedi. (2011). Desain pendidikan karakter: Konsepsi dan aplikasinya dalam lembaga pendidikan. Jakarta: Kencana.

Downloads

Published

2026-03-01

How to Cite

zakiyamani, zakiyamani, Darwis Hude, & Muhammad Hariyadi. (2026). Metode Profetik dalam Pendidikan Karakter Kepemimpinan Perspektif Al-Qur’an. Al-Zayn : Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(2), 1054–1079. https://doi.org/10.61104/alz.v4i2.4443

Issue

Section

Articles