Sintesis Kritis Tipologi Ian G. Barbour dan Paradigma Tauhidi Mulyadhi Kartanegara dalam Model Dua Tahap Integrasi Ilmu Berbasis Nalar Kritis Reflektif Muhammad Arfan Mu’ammar

Authors

  • Christy Wahyuni Erwinata Universitas Muhammadiyah Surabaya
  • Abdul Mujib Universitas Muhammadiyah Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.61104/alz.v4i2.4437

Keywords:

Integrasi ilmu; Ian G. Barbour; Mulyadhi Kartanegara; CRISPR Cas9

Abstract

Penelitian ini mengkaji relasi agama dan sains melalui analisis komparatif antara tipologi Ian G. Barbour dan paradigma Tauhidi Mulyadhi Kartanegara yang diperkuat oleh pendekatan nalar kritis reflektif M. Arfan Mu’ammar. Tipologi Barbour memberikan perangkat diagnosis interdisipliner untuk memetakan pola hubungan agama dan sains, sedangkan paradigma Tauhidi Kartanegara memberikan fondasi ontologis dan teleologis bagi integrasi ilmu. Melalui analisis hermeneutis dan komparatif, penelitian ini merumuskan Model Dua Tahap Integrasi Ilmu yang terdiri dari tahap diagnosis interdisipliner dan tahap integrasi transdisipliner. Model ini kemudian diterapkan pada studi kasus teknologi CRISPR Cas9 untuk menilai persoalan etis dalam rekayasa genetik modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan bertingkat ini mampu menghasilkan penilaian etis yang komprehensif dan selaras dengan prinsip maqasid al syariah, khususnya menjaga nyawa dan menjaga keturunan. Temuan ini memberikan kontribusi metodologis bagi pengembangan epistemologi Islam kontemporer yang responsif terhadap tantangan bioteknologi modern.

References

Al-Attas, S. M. Naquib. (2023). concept of Education in Islam: A Framework for an Islamic Philosophy of Education : A Framework for an Islamic Philosophy of Education. Dar UL Thaqafah.

Bakar, O. (2007). Classification of knowledge in Islam: A study in Islamic philosophies of science.

Barbour, I. G. . (1997). Religion and science : historical and contemporary issues. SCM Press.

Bigliardi, S. (2012). Barbour’s typologies and the contemporary debate on Islam and science. Zygon: Journal of Religion and Science, 47(3). https://doi.org/10.1111/j.1467-9744.2012.01269.x

Chin, A. J. (2023). The aims of typologies and a typology of methods. Zygon: Journal of Religion and Science, 58(3), 656–677. https://doi.org/10.1111/zygo.12890

Darwin, C. (1859). ON THE ORIGIN OF SPECIES BY MEANS OF NATURAL SELECTION. www.broadviewpress.com

Dixon, T., & Shapiro, A. (2022). Science and Religion: A Very Short Introduction. Oxford University Press. https://doi.org/10.1093/actrade/9780198831020.001.0001

Kartanegara, Mulyadhi., & Bagir, Haidar. (2005). Integrasi ilmu : sebuah rekonstruksi holistik. PT Mizan Pustaka.

Mu’ammar, M. Arfan. (2019). Nalar kritis pendidikan. IRCiSoD.

Muammar, M. A., & Hasan, A. W. (2017). Studi Islam Kontemporer Perspektif Insider Outsider. IRCISOD.

Scotti, Paschal. (2017). Galileo revisited : the Galileo affair in context. Ignatius Press.

Downloads

Published

2026-03-01

How to Cite

Christy Wahyuni Erwinata, & Abdul Mujib. (2026). Sintesis Kritis Tipologi Ian G. Barbour dan Paradigma Tauhidi Mulyadhi Kartanegara dalam Model Dua Tahap Integrasi Ilmu Berbasis Nalar Kritis Reflektif Muhammad Arfan Mu’ammar. Al-Zayn : Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(2), 1023–1033. https://doi.org/10.61104/alz.v4i2.4437

Issue

Section

Articles