Kepastian Hukum Atas Hasil Laporan Pusat Pelaporan Dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Terhadap Harta Kekayaan Penyelenggara Negara Yang Tidak Wajar

Authors

  • Brigita Teresa Manopo Pascasarjana Universitas Sam Ratulang
  • Jemmy Sondakh Pascasarjana Universitas Sam Ratulang
  • Hervian Rumengan Pascasarjana Universitas Sam Ratulang

DOI:

https://doi.org/10.61104/alz.v4i1.4380

Keywords:

kepastian hukum, laporan PPATK, penyelenggara negara

Abstract

Penelitian ini menganalisis kepastian hukum atas tindak lanjut hasil laporan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) terhadap harta kekayaan penyelenggara negara yang tidak wajar. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun laporan PPATK berfungsi sebagai intelijen keuangan strategis, kekuatan hukumnya dalam praktik penegakan hukum masih terbatas sehingga berdampak pada lemahnya kepastian hukum. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kedudukan pembuktian laporan PPATK serta peningkatan koordinasi antar lembaga penegak hukum (Manopo, 2026; Radbruch, 1961).

References

Ali, A. (2002). Menguak tabir hukum. Jakarta: Gunung Agung.

Dicey, A. V. (2007). Introduction to the study of the law of the constitution. Bandung: Nusa Media.

Friedman, L. M. (2001). American law: An introduction. Jakarta: Tatanusa. Huijbers, T. (1982). Filsafat hukum dalam lintasan sejarah. Yogyakarta: Kanisius.

Manopo, B. T. (2026). Kepastian hukum atas hasil laporan PPATK terhadap harta kekayaan penyelenggara negara yang tidak wajar (Tesis Magister Hukum). Universitas Sam Ratulangi.

Sjahdeini, S. R. (2004). Seluk-beluk tindak pidana pencucian uang. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.

Soekanto, S. (2005). Faktor-faktor yang mempengaruhi penegakan hukum. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Soepomo, R. (1966). Indonesia negara hukum. Jakarta.

Utrecht, E. (1999). Pengantar dalam hukum Indonesia. Jakarta: Ichtiar Baru.

Alldridge, P. (2003). Money laundering law: A comparative analysis. Journal of Financial Crime, 10(4), 289–303.

Cotterrell, R. (2017). Sociological perspectives on legal ideas. Journal of Law and Society, 44(1), 1–22.

Ferwerda, J. (2013). The effects of money laundering. Economics of Security Working Paper, 53, 1–28.

Levi, M. (2018). Evaluating the control of money laundering. Policing and Society, 28(4), 409–427.

Levi, M., & Reuter, P. (2006). Money laundering. Crime and Justice, 34(1), 289–375.

Menski, W. (2006). Comparative law in a global context. International Journal of Law in Context, 2(3), 241–262.

Nelen, H. (2008). Financial intelligence units. Crime, Law and Social Change, 50(1), 1–14.

OECD. (2018). Asset recovery and confiscation. OECD Journal on Financial Crime, 4(2), 15–29.

Rose-Ackerman, S. (2010). Corruption and government. Cambridge Journal of Economics, 34(3), 401–423.

Ryder, N. (2011). Financial crime in the 21st century. Journal of Financial Crime, 18(3), 237–247.

Unger, B., & den Hertog, J. (2012). Water always finds its way. Journal of Money Laundering Control, 15(1), 4–20.

Unger, B., et al. (2014). The economic and legal effectiveness of AML policy. European Journal of Law and Economics, 37(3), 351–387.

Downloads

Published

2026-01-21

How to Cite

Brigita Teresa Manopo, Jemmy Sondakh, & Hervian Rumengan. (2026). Kepastian Hukum Atas Hasil Laporan Pusat Pelaporan Dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Terhadap Harta Kekayaan Penyelenggara Negara Yang Tidak Wajar. Al-Zayn : Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(1), 6151–6157. https://doi.org/10.61104/alz.v4i1.4380

Issue

Section

Articles