Mekanisme Arbitrase Online Pada Lembaga Arbitrase Di Indonesia Dan China: Suatu Studi Perbandingan
DOI:
https://doi.org/10.61104/alz.v4i2.4370Keywords:
Arbitrase online, BANI, SCIA, perbandingan hukum.Abstract
Perkembangan transaksi digital meningkatkan potensi perdamaian bisnis lintas wilayah, sehingga diperlukan mekanisme penyelesaian penyelesaian yang cepat, efisien, dan adaptif terhadap teknologi. Artikel ini membandingkan mekanisme arbitrase online di Indonesia dan Tiongkok melalui BANI dan Shenzhen Court of International Arbitration (SCIA) dengan metode hukum normatif (pendekatan peraturan-undangan dan pengukuran) berbasis studi kepustakaan. Hasil menunjukkan SCIA menjadikan proses elektronik sebagai jalur utama dengan prosedur rinci, meliputi verifikasi identitas, pengajuan dan pembuktian dokumen secara unggahan, penyiaran melalui sidang video, serta penandatanganan dan penyampaian eksekusi secara elektronik. Sementara itu, BANI telah mengakomodasi arbitrase online melalui aturan internal, namun penerapannya masih cenderung hybrid karena aspek pembuktian dan putusan masih membuka kebutuhan formalitas fisik. Temuan ini menegaskan perlunya penguatan regulasi dan standardisasi prosedur di Indonesia untuk meningkatkan kepastian hukum dan efektivitas arbitrase online.
References
Jurnal
Adi, M. K. (2010). Masa depan arbitrase sebagai mekanisme penyelesaian perselisihan hubungan industrial di Indonesia. Jurnal Hukum Ius Quia Iustum, 17(2), 295–316. doi:10.20885/iustum.vol17.iss2.art7
Ahadiyah, F. N. (2024). Perkembangan teknologi informasi terhadap peningkatan bisnis online. INTERDISIPLIN: Journal of Qualitative and Quantitative Research, 1(1), 41–49.
Brillian, K. M., Sundari, E., & Raharjo, I. S. (2023). Legality of online arbitration decisions in Indonesia based on the theory of legal certainty. International Journal of Social Science and Human Research, 6(7), 4228–4232. doi:10.47191/ijsshr/v6-i7-45
Dewi, A. A. (2021). Arbitrase online di era revolusi industri 4.0. Jurnal Legal Reasoning, 3(2), 100–115.
Fathurrahman, M. A., & Husna, L. (2023). Perbandingan hukum Indonesia dan India terhadap penyelesaian sengketa arbitrase secara online. UNES Law Review, 5(4), 4478–4487.
Fitria, A. (2020). Aspek hukum arbitrase online sebagai alternatif penyelesaian sengketa bisnis. Lex Jurnalica, 17(2), 163–172.
Indrani, S. M., & Hadi, H. (2017). Keberadaan arbitrase online sebagai cara penyelesaian sengketa bisnis di Indonesia (Studi di Badan Arbitrase Nasional Indonesia Jakarta). Jurnal Privat Law, 5(2), 34. doi:10.20961/privat.v5i2.19386
Prasetyo, A. (2020). Eksistensi arbitrase online dalam sistem hukum Indonesia. Jurnal Ilmu Hukum dan Hak Asasi Manusia, 5(2), 150–160.
Susilowardani, S. (2024). Reconstruction of online dispute resolution in Indonesian regulation. Atlantis Press SARL.
Buku
Hehanussa, D. J. A., Sopacua, M. G., Surya, A., Titahelu, J. A. S., Monteiro, J. M., Siregar, R. A., Bagenda, C., Rinaldi, K., Rifa’i, I. J., Nurwandri, A., Aidil, A. M., Hasanuddin, Z., Satory, A., & Irwanto. (2023). Metode penelitian hukum. Widina Bhakti Persada.
Ishaq. (2017). Metode penelitian hukum dan penulisan skripsi, tesis, serta disertasi. Alfabeta.
Muhaimin. (2020). Metode penelitian hukum. Mataram University Press.
Perturan Perundang-Undangan
Badan Arbitrase Nasional Indonesia. (2020). Surat Keputusan Nomor 20.015/SK-BANI/HU tentang Aturan dan Prosedur Penyelenggaraan Arbitrase secara Elektronik. BANI Arbitration Center.
Badan Arbitrase Nasional Indonesia. (2025). Peraturan dan Prosedur Arbitrase BANI (Lampiran II: Pelaksanaan Arbitrase Secara Elektronik). BANI Arbitration Center.
People’s Republic of China. (1995). Arbitration Law of the People’s Republic of China.
Republik Indonesia. (1999). Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa.
Shenzhen Court of International Arbitration. (2022). SCIA Online Arbitration Rules.
Supreme People’s Court of the People’s Republic of China. (2006). Interpretation of the Supreme People’s Court concerning Some Issues on Application of the Arbitration Law of the People’s Republic of China (Interpretation No. 7/2006).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Kadek Mei Eriani Putri, Ratna Artha Windari, Komang Febrinayanti Dantes

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









This work is licensed under a