Hukum Perkawinan Di Timur Tengah : Mesir, Yordania, Suriah, Dan Arab Saudi
DOI:
https://doi.org/10.61104/alz.v4i2.4351Keywords:
hukum keluuarga, reformasi hukum keluarga islam, fiqh komparatifAbstract
Hukum Keluarga di kawasan Arab Timur Tengah merupakan arena kontestasi dinamis antara warisan doktrinal fiqh, tuntutan modernisasi struktural negara, dan aspirasi keadilan gender dalam masyarakat Muslim kontemporer. Kajian ini menganalisis secara komparatif perkembangan hukum perkawinan di Mesir, Yordania, Suriah, dan Arab Saudi, yang secara kolektif merepresentasikan spektrum konservatisme dan respons negara terhadap reformasi hukum keluarga Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan normatif-yuridis dan komparatif, dengan menelaah peraturan perundang-undangan, putusan pengadilan, serta doktrin fiqh yang ditransformasikan menjadi hukum positif melalui mekanisme ijtihad legislatif seperti takhayyur dan talfīq. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mesir, sebagai pionir kodifikasi hukum keluarga pada abad ke-20, mengadopsi model Konservatisme Pragmatis yang ditandai oleh inovasi terbatas, seperti institusi khulu’, yang tetap dinegosiasikan dengan otoritas keagamaan Al-Azhar. Yordania mencerminkan pola Dualitas Hukum, di mana prinsip kesetaraan konstitusional secara eksplisit dikecualikan dari ranah keluarga yang sepenuhnya berada di bawah yurisdiksi Syariah. Suriah, meskipun secara historis responsif terhadap fiqh Hanafi, menunjukkan Stagnasi Reformasi akibat ketidakstabilan politik yang berkepanjangan. Sebaliknya, Arab Saudi mengalami Transformasi Struktural melalui pengesahan Undang-Undang Status Personal (Personal Status Law/PSL) tahun 2022 yang mengkodifikasi fiqh Hanbali secara sistematis, menciptakan kepastian hukum administratif tanpa liberalisasi substantif. Kajian ini menyimpulkan bahwa meskipun mazhab fiqh menyediakan landasan doktrinal, faktor penentu utama dalam pembentukan hukum status personal adalah siyāsah shar‘iyyah dan kepentingan politik negara dalam menjaga legitimasi ideologisnya.
References
Al-Kasani. Badā’i‘ al-Ṣanā’i‘ fī Tartīb al-Sharā’i‘. Vol. 2. Beirut: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 1982.
Amnesty International. “One Year on: Saudi Arabia’s Personal Status Law Fails to Deliver Real Progress on Women’s Rights.” March 8, 2023.
Aziz, Mahmoud. “Al-Azhar’s Grand Imam: Polygamy Can Be an ‘Injustice to Women.’” Egypt Independent, March 2, 2019.
Cornell Law School. “Jordanian Personal Status Law Key Provisions.” Gender Justice. Diakses 20 April 2024. https://www.law.cornell.edu/gender-justice/location/jordan.
Pratama, Daniel. “Islamic Family Law in Saudi Arabia.” Jeulame: Jurnal Ilmu Hukum dan Hukum Islam 4, no. 1 (2023): 32–45.
FES. “The Rights of Women in Syrian Personal Status Laws.” 2021.
Fitria, I. N. “Peraturan Perkawinan Beda Agama di Indonesia dan Mesir.” Al-Hukama': The Indonesian Journal of Islamic Family Law 3, no. 1 (2013): 83–95.
Giladi, Elad. “Saudi Arabia's Gendered-Judicial Reform and the New Personal Status Law: Profound Change or Gender Washing?” Islamic Law and Society 32, no. 4 (2025): 450–480.
Hidayati, Ulfah Fauziyah. “Hukum Keluarga Di Arab Saudi.” Scribd.
Hikmah, Ulya. “Studi Analisis Fatwa 'Ali Jum'ah (Mufti Agung Mesir) Tentang Nikah 'Urfi dalam Kitab al-Kalim aṭ-Ṭayyib Fatāwā Aṣriyyah.” Tesis, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara.
Huda, Miftahul. “Ragam Bangunan Perundang-Undangan Hukum Keluarga di Negara-Negara Muslim Modern.”
"Islamic Law and Indonesian Criminal Law: A Comparative Study," Alhurriyah: Jurnal Hukum Islam 6, no. 2 (2024).
Mudzhar, M. Atho. Hukum Keluarga di Dunia Islam Modern. Yogyakarta: Tiara Wacana, 1994.
Nasir, Jamal J. The Islamic Law of Personal Status. 4th ed. The Hague: Kluwer Law International, 2009.
NRC. “Personal Status Law (Law No. 28 of 2005) Yordania.” Globalassets.
“Poligami dalam Negara-Negara Islam.” As-Syar'i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga 6, no. 2 (2024): 1764–1783.
Saf, Mhd. Abduh. “Perkembangan Hukum Keluarga Islam.” AL-HUKAMA The Indonesian Journal of Islamic Family Law 4, no. 1 (Juni 2014): 236.
Saudi Arabia Ministry of Justice. “Personal Status Law.” Diakses 20 April 2024.(https://www.moj.gov.sa/English/MediaCenter/news/Pages/NewsDetails.aspx?itemId=858).
Sharmani, Mulki Al-. “Gender Justice in Muslim Family Law: A Feminist Reading of Khulʿ in Egypt.” Religion and Gender 1, no. 1 (2011): 59–78.
Sonneveld, Nadia. Khul‘ Divorce in Egypt: Public Debates, Judicial Practices, and Everyday Life. Cairo: American University in Cairo Press, 2012.
Syaikh Muhammad bin Ibrahim. Fatwa-Fatwa Tentang Wanita. Penerbit Darul Haq.
UN-Habitat. “Syria Law No. 4 of 2019 Amends Some of the Articles of the Personal Status Law 59 of 1953.” Diakses 20 April 2024. https://urbanlex.unhabitat.org/laws/syria/law-no.-4-of-2019-amends-some-of-the-articles-of-the-personal-status-law-59-of-1953-73638.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Wiranto, Zainul Aziz, Ibnu Radwan Siddik Turnip, Rahmat Efendi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









This work is licensed under a