Kajian Sociological Jurisprudence Eugen Ehrlich dan Roscoe Pound dalam Konteks Hukum di Indonesia

Studi Kasus Konflik Pembangunan Rempang Eco City di Kepulauan Riau

Authors

  • Sanusi Magister Hukum, Universitas Riau Kepulauan
  • Muhammad Ridwan Magister Hukum, Universitas Riau Kepulauan
  • Berman Sitorus Magister Hukum, Universitas Riau Kepulauan
  • Parningotan Malau Magister Hukum, Universitas Riau Kepulauan

DOI:

https://doi.org/10.61104/alz.v4i2.4255

Keywords:

Sociological Jurisprudence, Eugen Ehrlich, Roscoe Pound, Hukum Indonesia, Living Law

Abstract

Penelitian ini mengkaji relevansi pemikiran Sociological Jurisprudence Eugen Ehrlich dan Roscoe Pound terhadap dinamika hukum di Indonesia melalui studi kasus konflik pembangunan Rempang Eco City di Kepulauan Riau. Kasus ini memperlihatkan pertentangan antara hukum formal sebagai alat pembangunan ekonomi dengan hukum yang hidup di masyarakat (living law) yang berakar pada norma dan adat Melayu Tua. Dengan menggunakan metode yuridis normatif dan pendekatan sosio-legal, penelitian ini menganalisis bagaimana teori living law dan law as a tool of social engineering beroperasi dalam konteks kebijakan pembangunan nasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan hukum dalam kasus Rempang belum sepenuhnya mencerminkan keseimbangan antara kepastian hukum dan keadilan sosial sebagaimana ditekankan dalam nilai-nilai Sociological Jurisprudence. Hukum formal lebih menonjolkan aspek rekayasa sosial untuk pembangunan ekonomi, tetapi gagal memahami dimensi sosial budaya masyarakat lokal. Temuan ini menegaskan perlunya paradigma hukum Indonesia yang lebih responsif terhadap realitas sosial dan berlandaskan prinsip keadilan substantif sesuai dengan nilai-nilai Pancasila

References

Asruddin, F. A. (2024). National Strategic Project (Rempang Eco City): Indigenous Peoples’ Resistance in Responding to the Grabbing of Customary Land in Rempang Island. Jurnal Law & Policy Review, 4(6), 2145–2161. https://doi.org/10.38035/jlph.v4i6

Bix, B. H. (2017). Pound’s social engineering revisited. Law and Philosophy Review, 36(4), 411–430. https://doi.org/10.1007/s10982-017-9298-2

BP Batam. (2023). BP Batam dorong pengembangan Rempang Eco City. BP Batam Official Portal. https://bpbatam.go.id

Cotterrell, R. (1984). The sociology of law: An introduction. London: Butterworths.

Dellyana, S. (2019). Konsep negara hukum dalam perspektif Pancasila. Yogyakarta: Liberty.

Earlene, F., & Sitabuana, T. H. (2024). Tanggung jawab negara terhadap hak masyarakat hukum adat di Pulau Rempang dalam perspektif HAM. Tunas Agraria, 7(2), 144–161. https://doi.org/10.31292/jta.v7i2.301

Ehrlich, E. (1936). Fundamental principles of the sociology of law. Cambridge, MA: Harvard University Press.

Faisal. (2020). Meneropong relevansi living law dalam penerapan hukum nasional. Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM, 27(2), 276–295. https://doi.org/10.20885/iustum.vol27.iss2.art5

Fuzain, N. A. (2023). Konflik sengketa lahan antara masyarakat adat Rempang dengan BP Batam terhadap pembangunan Rempang Eco City. Jurnal Hukum dan HAM Wara Sains, 2(11). https://doi.org/10.58812/jhhws.v2i11.798

Indonesia. (1945). Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Indonesia. (1960). Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria.

Jingga, S. (2024). Analisis hukum penolakan warga Rempang terhadap relokasi pemukiman peruntukan pembangunan proyek strategis nasional Rempang Eco City. ALWAQFU: Jurnal Hukum Ekonomi dan Wakaf, 2(3).

Juwana, H. (2018). Hukum dan pembangunan ekonomi di Indonesia. Jurnal Hukum dan Pembangunan, 48(3), 475–492. https://doi.org/10.21143/jhp.vol48.no3.1747

Komnas HAM RI. (2023). Laporan penanganan dugaan pelanggaran HAM dalam konflik agraria Rempang. Jakarta: Komnas HAM.

Kompas.com. (2023, September 8). Kronologi bentrok Rempang: Dari sosialisasi relokasi hingga gas air mata. https://nasional.kompas.com

Malau, P. (2023). Filsafat Hukum. Penerbit Cakra Bandung. http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/239.

Malau, P., & Borgias, F. (2024). Peranan hukum dalam pembangunan ekonomi. Jakarta: Getpress Indonesia.

Malau, P., Hutajulu, R., Rusyuandi, F., & Adiati, C. D. (2025). Hukum sebagai instrumen pengendali dan pengarah pembangunan ekonomi di era digital. Journal of Innovation Research and Knowledge, 5(1), 155–164. https://doi.org/10.53625/jirk.v5i1.10311

Mukti Fajar, N. D., & Achmad, Y. (2017). Dualisme penelitian hukum: Normatif dan empiris. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Nugraha, M. (2024). Analisis upaya perlawanan masyarakat Rempang Batam melawan hegemoni negara dalam proyek strategis Eco-City. Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik, dan Humaniora, 8(1), 46–56.

Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Kepulauan Riau. (2023). Laporan hasil pemeriksaan atas dugaan maladministrasi dalam penanganan konflik Rempang.

Pemerintah Republik Indonesia. (2023). Pemerintah tetapkan Rempang Eco City sebagai proyek strategis nasional. Kementerian Investasi/BKPM. https://www.bkpm.go.id

Pound, R. (1922). An introduction to the philosophy of law. New Haven & London: Yale University Press.

Rahardjo, S. (2018). Hukum dan perubahan sosial: Suatu tinjauan teoretis dan empiris. Yogyakarta: Genta Publishing.

Rahardjo, S. (2019). Ilmu hukum yang membangun: Menegakkan hukum dengan nilai-nilai. Yogyakarta: Genta Publishing.

Setiawan, Y. (2025, May 15). Community pushback intensifies against Rempang Eco City project. Tempo.

Soetandyo Wignjosoebroto. (2002). Hukum: Paradigma, metode, dan dinamika masalahnya. Jakarta: ELSAM.

Sutama, I. M. (2022). Pendekatan sosio-legal dalam penelitian hukum di Indonesia. Jurnal Ilmiah Hukum De Legalis Societatis, 9(3), 244–258. https://doi.org/10.56444/jihls.v9i3.1151

Triani, E., Nasution, N. F., & Magello, A. N. (2023). Kedudukan hak atas tanah masyarakat adat di Pulau Rempang dalam pembangunan Rempang Eco City. Jurnal Kajian Agraria dan Kedaulatan Pangan, 2(2), 20–26. https://doi.org/10.32734/jkakp.v2i2.14048

Twining, W. (2009). General jurisprudence: Understanding law from a global perspective. Cambridge University Press.

Wignjosoebroto, S. (2002). Hukum: Paradigma, metode, dan dinamika masalahnya. Jakarta: ELSAM.

Yuliana, R. (2024). Masyarakat adat Rempang dan hak atas tanah leluhur. Jurnal HAM, 15(2), 122–139. https://doi.org/10.30641/ham.2024.v15.122-139

Zulfa, M. (2021). Implementasi pengakuan hak ulayat dalam perspektif hukum agraria nasional. Jurnal Hukum dan Pembangunan Ekonomi, 10(1), 45–62. https://doi.org/10.35917/jhpe.v10i1.249

Downloads

Published

2026-03-01

How to Cite

Sanusi, Ridwan, M., Sitorus, B., & Malau, P. (2026). Kajian Sociological Jurisprudence Eugen Ehrlich dan Roscoe Pound dalam Konteks Hukum di Indonesia: Studi Kasus Konflik Pembangunan Rempang Eco City di Kepulauan Riau. Al-Zayn : Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(2), 152–161. https://doi.org/10.61104/alz.v4i2.4255

Issue

Section

Articles