Implikasi Yuridis Pembatalan Akta Kelahiran terhadap Status Keperdataan Anak di Luar Perkawinan
DOI:
https://doi.org/10.61104/alz.v4i2.4235Keywords:
Akta Kelahiran; Anak Luar Kawin; Perlindungan Anak; Status Keperdataan; Putusan Pengadilan.Abstract
Penelitian ini menganalisis implikasi hukum pembatalan akta kelahiran terhadap anak yang lahir di luar perkawinan dengan studi kasus Putusan Pengadilan Agama Gorontalo Nomor 449/Pdt.G/2022/PA.Gtlo. Menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus, penelitian ini mengkaji hubungan antara pencatatan kelahiran, status keperdataan anak, serta rezim perlindungan anak dalam hukum Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembatalan akta kelahiran menyebabkan anak kembali ditempatkan hanya dalam hubungan perdata dengan ibu dan keluarga ibunya sebagaimana Pasal 43 ayat (1) Undang-Undang Perkawinan, sehingga berimplikasi pada pengakuan identitas, hak waris, serta akses terhadap perlindungan hukum dan layanan sosial. Meskipun pembatalan tersebut dalam kasus ini dilandasi oleh kepentingan administratif dan perlindungan anak, kebijakan tersebut tetap berpotensi menimbulkan kerentanan hukum baru apabila tidak disertai dengan mekanisme perlindungan yang memadai. Oleh karena itu, setiap tindakan pembatalan akta kelahiran harus ditempatkan dalam kerangka prinsip the best interests of the child dan perlindungan hak anak sebagai subjek hukum.
References
Abuthalib, C. N. S., Ismail, D. E., & Ahmad. (2026). Plea Bargaining dalam Bayang-Bayang Keadilan: Antara Efisiensi Penegakan Hukum dan Degradasi Nilai Kepastian Hukum. Al-Zayn : Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(1), 1130–1146. https://doi.org/10.61104/alz.v4i1.3201
Ahmad, A. (2025). Analysis of Abuse of Authority by Government Apparatus in the State Administrative Legal System. International Journal of Constitutional and Administrative Law, 1(1), Article 1.
Ahmad, A., & Nggilu, N. M. (2019). Denyut Nadi Amandemen Kelima UUD 1945 melalui Pelibatan Mahkamah Konstitusi sebagai Prinsip the Guardian of the Constitution. Jurnal Konstitusi, 16(4), Article 4. https://doi.org/10.31078/jk1646
Ahmad, A., Putri, V. S., & Muhtar, M. H. (2024). Antara Otoritas dan Otonomi: Pertautan Hak Asasi Manusia dalam Praktik Eksekusi Putusan PTUN: Perlindungan HAM dalam Eksekusi Upaya Paksa Terhadap Putusan Peradilan Tata Usaha Negara. Jurnal Konstitusi, 21(3), Article 3. https://doi.org/10.31078/jk2133
Ahmad, Wantu, F. M., & Ismail, D. E. (2021). Constitutional Dialogue in Judicial Review at the Indonesian Constitutional Court: The Future Prospects. Journal of Legal, Ethical and Regulatory Issues, 25(1S), Article 1S. https://www.abacademies.org/abstract/constitutional-dialogue-in-judicial-review-at-the-indonesian-constitutional-court-the-future-prospects-13248.html
Ahmad, Wantu, F. M., & Nggilu, N. M. (2020). Hukum Konstitusi (Menyongsong Fajar Perubahan Konstitusi Indonesia Melalui Pelibatan Mahkamah Konstitusi. UII Press.
Bahutala, A. E., Aswar, A., & Ashwar, A. (2025). Legal Sanctions in Environmental Crimes: Between Effectiveness and Obstacles. In Estudiante Law Journal (Vol. 7, Issue 2, pp. 461–478).
Beta, H. U. T., & Marwa, M. H. M. (2023). Konsep Tanggung Jawab Hukum Orang Tua terhadap Perkawinan Anak. JURNAL USM LAW REVIEW, 6(3), 1090–1108. https://doi.org/10.26623/julr.v6i3.6823
Edyar, B. (2016). Status Anak Luar Nikah Menurut Hukum Positif dan Hukum Islam Pasca Keluarnya Putusan MK Tentang Uji Materiil Undang Undang Perkawinan. Al-Istinbath: Jurnal Hukum Islam, 1(2 December), 181–200. https://doi.org/10.29240/jhi.v1i2.115
Fajar, M., & Achmad, Y. (2010). Dualisme penelitian hukum: Normatif & empiris. Pustaka Pelajar.
Fajarwati, I. (2017). Konsep Montessori Tentang Pendidikan Anak Usia Dini Dalam Perspektif Pendidikan Islam. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 11(1), 37–52. https://doi.org/10.14421/jpai.2014.111-03
Gobel, R. T. S., Ahmad, A., & Chami, Y. (2025). The Constitutional Court in the Vortex of Resonance of Political Power. As-Siyasi: Journal of Constitutional Law, 5(2), 245–266. https://doi.org/10.24042/as-siyasi.v52.28307
Hidayat, H., Wantu, F. M., & Ahmad, A. (2024). Determination of Marriage Dispensation at Gorontalo Religious Court in Accordance with the Child Protection Law No. 35 of 2014. Estudiante Law Journal, 6(3), 663–680. https://doi.org/10.33756/eslaj.v6i3.29567
Irwansyah, I. (2020). Penelitian Hukum ; Pilihan Metode & Praktik Penulisan Artikel. Mirra Buana Media.
Karomah, W. S., & Yuniarlin, P. (2025). Pembatalan Pengangkatan Anak Oleh Pengadilan. Jurnal Preferensi Hukum, 6(1), 132–139.
Khuan, H., Muhtar, M. H., Ahmad, Putri, V. S., & Arief, S. A. (2025). Customary Law in Modern Legal Systems: Lessons from Indonesia and South Africa. Novum Jus, 19(2), 77–103. https://doi.org/10.14718/NovumJus.2025.19.2.3
Lanjahi, M. A., Puluhulawa, F. U., Nggilu, N. M., & Ahmad, A. (2023). Analisis Yuridis Terhadap Perlindungan Ekspresi Budaya Tradisional Provinsi Gorontalo. Perkara : Jurnal Ilmu Hukum Dan Politik, 1(3), 161–182. https://doi.org/10.51903/perkara.v1i3.1347
Latassaqia, R., & Multazam, U. (2025). Kepastian Hukum Perlindungan Anak Angkat Studi Kasus Gugatan Pembatalan Akta Lahir. Maqasid: Jurnal Studi Hukum Islam, 14(2), 36–51. https://doi.org/10.30651/mqs.v14i2.26606
Laya, P. N. D., Thalib, M. C., Ahmad, A., & Agustina, R. (2025). Legal Implications of Defendant’s Non-Compliance with Child Support Obligations Based on Ruling No. 214/Pdt.G/2023/PA.Gtlo. Estudiante Law Journal, 7(2), 358–373. https://doi.org/10.33756/eslaj.v7i2.31592
Manuputty, D. R. (2021). Tinjauan Yuridis Terhadap Kedudukan Anak Di Luar Perkawinan Menjadi Anak Sah. Lex Privatum, 9(9). https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/lexprivatum/article/view/36565
Marali, S. A. A., Ahmad, & Rahim, E. I. (2025). Penerapan batas Kewenangan Mahkamah Konstitusi dalam Memutus Norma yang bersifat Opened Legal Policy. Legal Advice Journal Of Law, 2(2), Article 2.
Marzuki, M. (2017). Penelitian Hukum: Edisi Revisi. Prenada Media.
Mustapa, M. I., & Ahmad. (2035). National Law in the Shadow of International: Is the Constitution Still Sovereign? RechtJiva, 408–419. https://doi.org/10.21776/rechtjiva.v2n3.1
Nurhayati, B. R. (2017). Status Anak Luar Kawin Dalam Hukum Adat Indonesia. Jurnal Komunikasi Hukum (JKH), 3(2), 92–100. https://doi.org/10.23887/jkh.v3i2.11827
Pantouw, I. A. P. S. O., & Ahmad, A. (2022). Perlindungan Hukum Terhadap Masyarakat Akibat Penambangan Emas Di Sungai Tulabolo Yang Tercemar Merkuri. Borneo Law Review, 6(2), 187–204.
Setiawan, H. H. (2017). Akte Kelahiran Sebagai Hak Identitas Diri Kewarganegaraan Anak. Sosio Informa, 3(1). https://doi.org/10.33007/inf.v3i1.520
Sumarno, E. (2015). Hakekat Perjanjian Kawin Menurut Hukum Perdata Kaitannya Dengan Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan Di Indonesia. IUS : Jurnal Ilmiah Fakultas Hukum, 3(1), Article 1. https://doi.org/10.51747/ius.v3i1.390
Susanto, M. H., Puspitasari, Y., & Marwa, M. H. M. (2021). Kedudukan Hak Keperdataan Anak Luar Kawin Perspektif Hukum Islam. JUSTISI, 7(2), 105–117. https://doi.org/10.33506/js.v7i2.1349
UU No. 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak (2014). http://peraturan.bpk.go.id/Details/38723/uu-no-35-tahun-2014
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Fadila Febiola, Weny Almoravid Dungga, Ahmad

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









This work is licensed under a