Korupsi Sebagai Bentuk Inovasi Memaknai Perilaku Koruptif Melalui Teori Strain Merton
DOI:
https://doi.org/10.61104/alz.v4i1.4222Keywords:
Kriminologi, Teori Strain, Korupsi, Inovasi, Institusi.Abstract
Korupsi di Indonesia masih dominan dipersepsikan sebagai patologi individual, sementara landasan sosiologis dan strukturalnya kerap terabaikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fenomena korupsi melalui kerangka teoretis Teori Strain Robert K. Merton guna memberikan perspektif struktural terhadap praktik korupsi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode systematic literature review dan analisis isi terhadap berbagai kajian serta kasus korupsi di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa korupsi pada dasarnya merupakan bentuk adaptasi inovatif terhadap tekanan struktural yang berkelanjutan, khususnya ketika tujuan institusional yang sangat ditekankan tidak diimbangi dengan akses yang memadai dan adil terhadap sarana pencapaian yang sah. Tuntutan institusional seperti pencapaian target kinerja yang ambisius, kewajiban penyerapan anggaran secara penuh dalam batas waktu yang ketat, serta keharusan menjaga citra organisasi dan politik secara kolektif menciptakan disonansi struktural. Tekanan tersebut secara progresif mendorong aktor institusional untuk menggunakan cara-cara yang tidak sah dan melanggar hukum. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi pemberantasan korupsi yang efektif memerlukan pendekatan struktural yang komprehensif dan berkelanjutan, meliputi reformasi tujuan institusional yang tidak realistis, penguatan mekanisme kelembagaan, serta perluasan akses yang adil terhadap sarana pencapaian yang sah. Temuan ini menegaskan bahwa korupsi tidak semata-mata merupakan kegagalan moral individu, melainkan konsekuensi logis dari tekanan struktural dalam sistem kelembagaan yang menuntut intervensi holistik dan transformatif.
References
Aguilera, R. V., De Massis, A., Fini, R., & Vismara, S. (2024). Organizational Goals, Outcomes, and the Assessment of Performance: Reconceptualizing Success in Management Studies. Journal of Management Studies, 61(1), 1–36. https://doi.org/10.1111/joms.12994
Agnew, R. (2012). Reflection on "A Revised Strain Theory of Delinquency". Social Forces, 91(1), 33-38.
Andhika, L. R. (2017). Pathology Bureaucracy: Reality of the Indonesian Bureaucracy and Prevention. Jurnal Bina Praja, 9(1), 101–114. https://doi.org/10.21787/jbp.09.2017.101-114
Badan Pemeriksa Keuangan. (2023). Laporan Hasil Pemeriksaan Semester I 2023. Jakarta: BPK.
Daniele, G., & Giommoni, T. (2020). Corruption under Austerity. SSRN Electronic Journal, `1-59. https://doi.org/10.2139/ssrn.3522522
Gottschalk, P. (2020). White-Collar Crime: A Systems Approach. Routledge.
Gribanov, S. V. (2022). The Problem Of Corruption In The Context Of The Sociology Of Law. Chronos, 7(5(67)), 26–29. https://doi.org/10.52013/2658-7556-67-5-8
Jancsics, D. (2024). Organization and organizationality of corruption. Sociology Compass, 18(7), 1–17. https://doi.org/10.1111/soc4.13254
Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2023). Statistik Perkara Tindak Pidana Korupsi Tahun 2022. Jakarta: MA RI
Mevelia, V. C., Amalia, D. S., & Sandari, T. E. (2025). Peran KPK dalam Memberantas Korupsi di Indonesia : Studi Kasus Dugaan Korupsi Program Makan Siang Gratis. Jurnal Rimba : Riset Ilmu Manajemen Bisnis Dan Akuntansi, 3(3), 90–102. https://doi.org/10.61132/rimba.v3i3.1998
Merton, R. K. (1938). Social Structure and Anomie. American Sociological Review, 3(5), 672-682.
Messner, S. F., & Rosenfeld, R. (2012). Crime and the American Dream. Wadsworth Publishing.
Mozin, S. Y., Pakaya, R., Safana, N., Khikmah, N., Pahude, W. S., Maliki, A. P., Usman, A. F., Lapasau, K., & Sako, I. N. (2025). Wajah Gelap Birokrasi: Analisis Patologi Birokrasi dalam Kasus Ferdy Sambo. Aktivisme: Jurnal Ilmu Pendidikan, Politik Dan Sosial Indonesia, 2(3), 39–51. https://doi.org/10.62383/aktivisme.v2i3.951
Prasad, M., Martins da Silva, M. B., & Nickow, A. (2019). Approaches to Corruption: a Synthesis of the Scholarship. Studies in Comparative International Development, 54(1), 96–132. https://doi.org/10.1007/s12116-018-9275-0
Komisi Pemberantasan Korupsi. (2023). Laporan Tahunan 2022. Jakarta: KPK.
Ramadhan, C. R. (2023). Teori pilihan rasional untuk memahami koruptor di Indonesia. Integritas : Jurnal Antikorupsi, 9(2), 171–182. https://doi.org/10.32697/integritas.v9i2.949
Sutherland, E. H. (1949). White Collar Crime. Holt, Rinehart & Winston.
Schulz, A. (2023). Institutional Corruption. Journal of Ethics and Social Philosophy, 25(3), 464–494. https://doi.org/10.26556/jesp.v25i3.2301
Sugiyono. (2023). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (Sutopo, Ed.; 5th ed.). Alfabeta. www.cvalfabeta.com
Wang, K., Ma, Z., & Xia, Y. (2022). General Strain Theory and Corruption among Grassroot Chinese Public Officials: A Mixed-method Study. Deviant Behavior, 43(4), 472–489. https://doi.org/10.1080/01639625.2020.1839818
Wangga, M. S. E., Wirawan, A., & Kardono, R. B. A. (2022). Corruption and Money Laundering Perspective of Criminal Law and Criminology. Research Horizon, 2(2), 363–373. https://doi.org/10.54518/rh.2.2.2022.363-373
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Valentri Marlita Radja

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









This work is licensed under a