Inovasi Pembelajaran Kitab Kuning Melalui Program Baca Kitab Perpekan Berbasis Model Addie Dipesantren

Authors

  • Kemal husen Universitas Al-Qolam malang

DOI:

https://doi.org/10.61104/alz.v4i1.4162

Keywords:

Kitab Kuning, Literasi Santri, Pendampingan Belajar, Model ADDIE

Abstract

Pembelajaran kitab kuning merupakan tradisi intelektual yang menjadi fondasi utama dalam pendidikan pesantren. Di Madrasah Diniyah An-Nur 2, kemampuan baca kitab santri pada awalnya sangat rendah, yaitu hanya sekitar sepuluh persen, sehingga berdampak pada lemahnya daya tangkap dan pemahaman terhadap materi pembelajaran. Hasil analisis kebutuhan menunjukkan bahwa minimnya kesempatan membaca, kurangnya pendampingan intensif, serta belum tumbuhnya dzauq (insting membaca) menjadi faktor utama rendahnya literasi kitab kuning. Sebagai respon atas permasalahan tersebut, madrasah menginisiasi Program Baca Kitab Perpekan, yaitu kegiatan membaca kitab secara rutin setiap pekan dengan pendampingan intensif oleh kepala kamar. Program ini bertujuan menumbuhkan insting membaca, meningkatkan sensitivitas santri terhadap struktur ibarat, serta memperkuat pemahaman mereka terhadap kandungan kitab kuning. Pengembangan program menggunakan Model ADDIE yang meliputi tahapan analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi berkelanjutan, termasuk evaluasi per cawu melalui ujian baca kitab dan monitoring setoran mingguan. Melalui pendekatan sistematis ini, program baca kitab perpekan diharapkan mampu meningkatkan kemampuan literasi kitab santri secara signifikan serta memperkuat budaya keilmuan di lingkungan pesantren

References

Addie, M. M. (2025). Pengembangan Pembelajaran Virtual Reality Berbasis Metaverse. 3(2).

Amirudin, J., & Rohimah, E. (2020). Implementasi Kurikulum Pesantren Salafi dan Pesantren Modern Dalam Meningkatkan Kemampuan Santri Membaca dan Memahami Kitab Kuning. 268–282.

Hamid, A. (2025). ANALISIS HAMBATAN SANTRI DALAM MEMBACA ARAB GUNDUL DI PESANTREN SALAFI AT-TIBYAN. 2(6), 641–650.

Najib, M. M. (2024). Akselerasi Kemampuan Membaca Turost Santri Melalui Metode Al-Misbah : ( Studi Kasus di Pondok Pesantren Modern Al-Amanah Krian-Sidoarjo ) Pendahuluan Pondok Pesantren Modern Al-Amanah Krian adalah lembaga pendidikan Islam yang memadukan tradisi klasik dan metode pembelajaran modern . Sebagai pondok pesantren yang menerapkan kurikulum berbasis agama dan umum , Al-Amanah menghadapi tantangan dalam menyeimbangkan kedalaman ilmu agama dengan keterbatasan waktu belajar santri . Salah satu aspek yang menjadi fokus dalam kurikulum di pesantren ini adalah pembelajaran turost atau kitab kuning yang berisi karya-karya ulama terdahulu dalam bahasa Arab klasik 1 . Untuk memahami turost secara efektif , diperlukan penguasaan ilmu nahwu dan shorof , yang menjadi fondasi dalam menganalisis dan memahami teks-teks dalam kitab kuning . 2 Namun , pola belajar santri di Pondok Pesantren Modern Al-Amanah memiliki perbedaan signifikan dibandingkan pesantren salaf . Santri di Al-Amanah umumnya hanya memiliki waktu belajar selama enam tahun atau kurang sebelum melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi . Sementara itu , pesantren salaf cenderung lebih menekankan pembelajaran jangka panjang untuk mendalami ilmu nahwu dan shorof secara mendalam . Keterbatasan waktu ini mengakibatkan lemahnya pemahaman santri terhadap turost , seperti yang tercermin dalam data wawancara awal dengan para pengajar di Pondok Pesantren Al-Amanah Krian , yang menunjukkan bahwa 80 % santri kelas menengah ke atas masih memerlukan bimbingan untuk membaca kitab kuning tanpa kesulitan 3 . Santri di Pondok Pesantren Modern Al-Amanah tidak hanya belajar ilmu agama , tetapi juga pelajaran umum dan keterampilan tambahan . Kondisi ini membatasi waktu belajar intensif mereka terhadap ilmu nahwu dan shorof , yang membutuhkan latihan dan. 3(1), 104–119. https://doi.org/10.12345/jip.v6i4.

Salam, M. Y., Shidqi, M. H., & Yozi, S. (2025). Tradisi Keilmuan Pesantren Melalui Integrasi Sorogan dan Bandongan dalam Pembelajaran Kitab Kuning di Sumatera Barat. 11(September), 27–45.

Downloads

Published

2026-02-03

How to Cite

Kemal husen. (2026). Inovasi Pembelajaran Kitab Kuning Melalui Program Baca Kitab Perpekan Berbasis Model Addie Dipesantren. Al-Zayn : Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(1), 7297–7304. https://doi.org/10.61104/alz.v4i1.4162

Issue

Section

Articles