Perlindungan Hukum terhadap Anak Penyandang Disabilitas Korban Pencabulan
DOI:
https://doi.org/10.61104/alz.v4i1.4130Keywords:
Perlindungan Hukum, Anak Penyandang Disabilitas, PencabulanAbstract
Pencabulan terhadap anak penyandang disabilitas merupakan bentuk pelanggaran hak asasi manusia yang menimbulkan dampak serius terhadap kondisi fisik, psikologis, dan sosial korban. Kerentanan ganda yang dialami anak penyandang disabilitas menuntut adanya perlindungan hukum yang bersifat khusus dan berkelanjutan dari negara, terutama melalui peran pemerintah daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk perlindungan hukum yang diberikan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) terhadap anak penyandang disabilitas korban pencabulan serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas perlindungan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dan yuridis empiris dengan menelaah. peraturan perundang-undangan, doktrin hukum, serta data empiris yang diperoleh melalui wawancara dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinas PPPA telah melaksanakan perlindungan hukum melalui pendampingan hukum, pendampingan psikologis, rehabilitasi sosial, serta koordinasi dengan aparat penegak hukum. Namun, pelaksanaannya belum optimal karena keterbatasan sumber daya manusia, kurangnya sarana yang ramah disabilitas, rendahnya kesadaran hukum masyarakat, serta hambatan komunikasi dengan korban penyandang disabilitas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan pengembangan layanan perlindungan yang inklusif menjadi prasyarat penting dalam mewujudkan perlindungan hukum yang efektif bagi anak penyandang disabilitas korban pencabulan.
References
Al Fiqry, A. A., & Widowaty, Y. (2021). Analisis terhadap faktor penyebab dan perlindungan tindak pidana perkkosaan terhadap anak penyandang disabilitas. Indonesian Journal of Criminal Law and Criminology (IJCLC), 2 (2), 103–114. (https://doi.org/10.18196/ijclc.v2i2.12312)
Banerjee, R., Movahedazarhouligh, S., & Ghosh, E. (2024). Child maltreatment-focused intervention research. Infants & Young Children, 37 (3), 172–192. (https://doi.org/10.1097/IYC.0000000000000267)
Barkah, A. L. (2019). Perlindungan hak penyandang disabilitas tuna grahita sebagai saksi korban dalam proses peradilan pidana di Indonesia. ADLIYA: Jurnal Hukum dan Kemanusiaan, 12 (2), 123–140 (https://doi.org/10.15575/adliya.v12i2.4494)
Bestary, P. A., Toana, A. A., & Nalien, E. M. (2023). Peran dinas sosial pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak dalam menangani kekerasan terhadap anak di Kabupaten Tanah Datar. Jurnal Ilmu Pemerintahan Widya Praja, 48 (2), 213–224. (https://doi.org/10.33701/jipwp.v48i2.2835)
Bornman, J., & Msipa, D. (2024). Accommodating persons with communication disabilities in court: Perspectives of law students. African Journal of Disability, 13. (https://doi.org/10.4102/ajod.v13i0.1385)
Cagney, J., Spencer, C., Flor, L., et al. (2025). Prevalence of sexual violence against children and age at first exposure. The Lancet, 405 (10492), 1817–1836. (https://doi.org/10.1016/S0140-6736%2825%2900311-3)
Curry, M. A., Renker, P., Robinson-Whelen, S., et al. (2011). Facilitators and barriers to disclosing abuse among women with disabilities. Violence and Victims, 26 (4), 430–444. (https://doi.org/10.1891/0886-6708.26.4.430)
Emerson, E., & Llewellyn, G. (2025). Parental report of signs of anxiety and depression in children and adolescents with and without disability. Child Psychiatry & Human Development, 56 (4), 895–906. (https://doi.org/10.1007/s10578-023-01608-8)
Gannon, F. (2005). Family matters. EMBO Reports, 6 (11), 999. (https://doi.org/10.1038/sj.embor.7400543)
Goodley, D., Lawthom, R., Liddiard, K., & Runswick-Cole, K. (2021). Key concerns for critical disability studies. International Journal of Disability and Social Justice, 1 (1). (https://doi.org/10.13169/intljofdissocjus.1.1.0027)
Halim, H., & Firmansyah, H. (2024). Effectiveness of child protection laws in cases of sexual abuse of minors. Jurnal Indonesia Sosial Teknologi, 5 (12), 5874–5882. (https://doi.org/10.59141/jist.v5i12.7062)
Hesti, Y., Hidayat, A. A., & Purnama, L. I. (2024). Peran dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak terhadap perlindungan hukum anak korban eksploitasi ekonomi di Lampung. Jurnal Ilmu Hukum dan Politik, 2 (2).
Hillis, S., Mercy, J., Amobi, A., & Kress, H. (2016). Global prevalence of past-year violence against children. Pediatrics, 137 (3). (https://doi.org/10.1542/peds.2015-4079)
Jordan, N., Nandito, G., Ayu, H., & Zakariya, H. (2025). When the law fails to protect children with disabilities from sexual abuse. 7 (1), 463–479. (https://doi.org/10.46924/jihk.v7i1.309)
Klein, L. B., Melnik, J., Curran, K., et al. (2024). Trauma- and violence-informed empowering care for sexual assault survivors. Journal of Forensic Nursing, 20 (3), 166–173. (https://doi.org/10.1097/JFN.0000000000000483)
Lande, C. N., Nita, S., & Setyabudi, C. M. (2023). Handling of sexual violence against psychologically traumatized children. International Journal of Social Science Research and Review, 6 (4), 643–651. (http://dx.doi.org/10.47814/ijssrr.v6i4.1230)
Lestari, A., & Lestari, A. (2024). Peran dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak dalam mengatasi kekerasan anak. Jurnal Sektor Publik, 1 (2), 1–5.
Maharani, M., Fadhillah, A. N., Salsabilla, T., & Revindo, Z. (2025). Strategi pencegahan kekerasan seksual pada anak disabilitas. Jurnal PAUD Agapedia, 9 (1), 131–136.
Mas’ud, F., Anut, H., Toi, M., et al. (2025). Perlindungan hak kelompok rentan di Indonesia. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10 (4), 167–186.
Maya Dyah Palupi, & Rina Arum Prastyanti. (2024). Sexual violence against children from the perspective of international law. International Journal of Sociology and Law, 1 (2), 09–16. (https://doi.org/10.62951/ijsl.v1i2.31)
Muhtadi, M. A. (2023). Pemulihan psikologi korban pencabulan anak dengan disabilitas. Jurnal Psikologi dan Konseling West Science, 1 (03), 138–144. (https://doi.org/10.58812/jpkws.v1i03.425)
Pidesta, N. J. G. N., Ayu, H., & Zakariya, H. (2025). Tinjauan hukum dan perlindungan korban terhadap pertanggungjawaban pidana pelaku pencabulan anak disabilitas. Jurnal Pendidikan Indonesia, 6 (5), 2551–2559. (https://doi.org/10.59141/japendi.v6i5.8000)
Riandini, S. W. P. A. T. V. A., & Fakultas. (2021). Perlindungan anak perempuan penyandang disabilitas sebagai korban kekerasan seksual incest. Jurnal Media Komunikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 3 , 14–21.
Rinani, E. (2024). Legal protection of children as victims of sexual crimes committed by persons with disabilities. JKIH: Jurnal Kajian Ilmu Hukum, 3 (1), 1–14. (https://doi.org/10.55583/jkih.v3i01.789)
Saputro, M. B., Surbakti, N., & Wardiono, K. (2020). Perlindungan hukum terhadap penyandang disabilitas korban tindak pidana asusila. Jurnal Jurisprudence, 10 (1), 73–93. (https://doi.org/10.23917/jurisprudence.v10i1.10527)
Saran, A., Hunt, X., White, H., & Kuper, H. (2023). Effectiveness of interventions for improving social inclusion outcomes. Campbell Systematic Reviews, 19 (1). (https://doi.org/10.1002/cl2.1316)
Siti Mariah, S. U. (2023). Penerapan bahasa isyarat dalam pembelajaran bagi anak tunarungu. Journal of Disability Studies and Research, 2 (1), 31.
Sperandini, V., Montanaro, F. A. M., De Rose, P., et al. (2024). Trauma exposure in children with and without intellectual disability. Research in Developmental Disabilities, 154 , 104860. (https://doi.org/10.1016/j.ridd.2024.104860)
Tjolleng, A., Said, M. F., Febriani, N. E. R., & Sartika, A. D. (2025). Perlindungan HAM bagi anak penyandang disabilitas dari perlakuan pelecehan seksual. INNOVATIVE: Journal of Social Science Research, 5 .
Widharka, T., & Indawati, Y. (2025). Perlindungan hukum terhadap anak penyandang disabilitas korban kekerasan seksual. Journal of Indonesian Comparative of Syari’ah Law, 8 (1), 199–212. (https://doi.org/10.21111/jicl.v8i1.11351)
Widianti, M. O., Pradeta, F. D., & Muspita, N. C. (2025). Peran DPPPA Kota Blitar dalam pencegahan kekerasan pada anak. Transgenera: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora, 2 (2), 94–104.
Wu, C., Chen, Q., & Chan, K. L. (2025). Victimization among children with disabilities. Trauma, Violence, & Abuse . (https://doi.org/10.1177/15248380251388132)
Zhang, S., Conner, A., Lim, Y., & Lefmann, T. (2021). Trauma-informed care for children involved with the child welfare system. Child Abuse & Neglect, 122 , 105296. (https://doi.org/10.1016/j.chiabu.2021.105296)
Liza, L. O., Zudeta, E., & Ulni, E. K. (2024). Dasar-dasar anak berkebutuhan khusus . LPPM Universitas Lancang Kuning.
Elbers, N., & Becx, I. (2020). Secundaire victimisatie als probleem: Herstelrecht als oplossing?.
FRA, European Union Agency for Fundamental Rights. (2022). Child-friendly justice: Key term.
UNICEF. (2022). UNICEF Child Protection Update 2022.
Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.
Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual.
Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nadia Artha Aulia, Rini Fathonan, Firganefi, Maya Shafira, Dona Raisa Monica

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









This work is licensed under a