Peran Pemerintah dalam Menjaga Keselarasan antara Hukum Adat dan Hukum Negara Terhadap Prosesi Rambu Solo di Tana Toraja Perspektif Siyasah Syar’iyyah
DOI:
https://doi.org/10.61104/alz.v4i1.4114Keywords:
Adat, Hukum, Pemerintah, Siyasah Syar’iyyahAbstract
Pokok masalah penelitian ini adalah bagaimana Peran Pemerintah dalam Menjaga Keselarasan antara Hukum Adat dan Hukum Negara Terhadap Prosesi Adat Rambu Solo di Tana Toraja Perspektif Siyasah Syar’iyyah? Pokok masalah tersebut selanjutnya di-breakdown ke dalam beberapa submasalah atau pertanyaan penelitian, yaitu: 1)Bagaimana Bentuk Peran Pemerintah dalam Menjaga Keselarasan antara Hukum Adat Rambu Solo dan Hukum Negara dalam Konteks Pengelolaan Masyarakat Majemuk?, 2)Bagaimana Perspektif Siyasah Syar’iyyah dalam Mengelola Ketegangan Normatif Antara Hukum Adat Dan Hukum Negara Pada Pelaksanaan Rambu Solo Di Tana Toraja? Jenis penelitian ini tergolong kualitatif dengan pendekatan penelitian yang digunakan adalah Yuridis dan Sosiologis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa:1)hubungan antara hukum adat dan hukum negara mengenai adat Rambu Solo dapat terjaga harmonis apabila pemerintah, tokoh adat, dan masyarakat terus membangun dialog serta menempatkan kemaslahatan sebagai prinsip utama. Baik dalam perspektif pemerintahan maupun siyasah syar’iyyah 2)pelaksanaan adat tetap dapat dilestarikan selama tidak bertentangan dengan keadilan, ketertiban, dan nilai moral dan agama yang lebih tinggi. Implikasi Penelitian ini adalah: 1) memperkaya wawasan dalam bidang hukum adat dan hukum tata kelola pemerintahan daerah serta studi Siyasah Syar’iyyah, sekaligus memberikan kontribusi praktis bagi pelaksanaan kebijakan di tingkat lokal. 2) Pemerintah Daerah di sarankan mengembangkan komunikasi dan pengawasan yang lebih peka dan menyeluruh agar pelaksanaan Rambu Solo tetap harmonis, tertib, dan sesuai ketentuan adat maupun hukum negara.
References
Djidar, Haedar, and Andi Jaka Hendra. 2024. “PERLINDUNGAN MASYARAKAT HUKUM ADAT DI KABUPATEN LUWU TIMUR.” Journal Publicuho 7(4):1833–41.
Fiqri, Muhammad Fahrizal, Daniel Pahala Hasiholan Sitorus, Dhedhe Nur Bahtera, and Aryo Subroto. 2024. “Peran Pemerintah Dalam Menjaga Hak-Hak Masyarakat Hukum Adat: Tantangan Di Masa Kini.” JURNAL SYNTAX IMPERATIF: Jurnal Ilmu Sosial Dan Pendidikan 5(3):571–76.
HAMIDA, HAMIDA. 2023. “PERSEPSI MASYARAKAT MUSLIM TERHADAP PELAKSANAAN RITUAL RAMBU SOLO’DI LEMBANG RANTEBUA KECAMATAN RANTEBUA KABUPATEN TORAJA UTARA.”
Kadri, Wahijul, and Nurul Hidayah Tumadi. 2022. “Siyasah Syariyah & Fiqih Siyasah.” Siyasah: Jurnal Hukum Tata Negara 5(II).
Salu, Pebriani Soulun, Charles R. Ngangi, and Mex Frans Lodwyk Sondakh. 2018. “Persepsi Masyarakat Petani Terhadap Tradisi Rambu Solo/Pemakaman Adat Di Desa Marinding Kecamatan Mengkendek Kabupaten Tana Toraja.” Agri-Sosioekonomi 14(3):67–78.
Sanderan, Rannu, and Jhon Ua’Tandi Pau. 2025. “Dialektika Budaya Toraja Dan Inklusifitas Pendidikan Agama Kristen Dalam Masyarakat Majemuk.” PEADA’: Jurnal Pendidikan Kristen 6(1):52–66.
Syamsudin, Syamsudin. 2017. “Beban Masyarakat Adat Menghadapi Hukum Negara.” Jurnal Hukum Ius Quia Iustum 15(3):338–51.
Tahirs, Nama Jemi Pabisangan, Sherly Asriany, and Astriwati Biringkanae. 2024. “Pengaruh Pengetahuan Upacara Rambu Solo’, Pengetahuan Tahapan Dan Ritual Dan Pengetahuan Biaya Dan Tantangan Terhadap Pembiayaan Upacara Adat Kematian Rambu Solo’: Studi Kasus Kaum Bangsawan/Tana’Bulaan.” EKOMA: Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi 4(1):3115–24.
Yunus, Yunus, and Mukoyyaroh Mukoyyaroh. 2022. “Pluralitas Dalam Menjaga Toleransi Di Tana Toraja.” DINAMIKA: Jurnal Kajian Pendidikan Dan Keislaman 7(1):49–74.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nur Syamsi, Adriana Mustafa, Dea Larissa

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









This work is licensed under a