Fenomena Annyala di Kabupaten Gowa: Analisis Faktor Pendorong, Mekanisme Rekonsiliasi Adat, dan Implikasinya terhadap Masyarakat Bugis-Makassar
DOI:
https://doi.org/10.61104/alz.v4i1.4075Keywords:
Annyala, Siri' Na Pacce, Rekonsiliasi Adat, Hukum Adat, Bugis-MakassarAbstract
Penelitian ini mengkaji fenomena annyala (kawin lari) di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, sebagai mekanisme adaptasi masyarakat Bugis-Makassar terhadap tekanan struktural dan perubahan sosial kontemporer. Menggunakan metode kualitatif fenomenologis dengan pendekatan studi kasus, penelitian ini melibatkan wawancara mendalam terhadap pelaku annyala, imam desa, tokoh masyarakat, dan pemangku adat. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles & Huberman. Hasil penelitian menunjukkan tiga faktor utama pendorong annyala: (1) tingginya uang panai' (50 juta rupiah ke atas) yang memberatkan pihak laki-laki, (2) kehamilan di luar nikah, dan (3) perjodohan yang tidak sesuai kehendak. Peran hukum adat, khususnya melalui Imam sebagai mediator, terbukti efektif dalam menyelesaikan konflik melalui mekanisme ammotere abbaji (rekonsiliasi). Terjadi transformasi signifikan dalam persepsi masyarakat, di mana annyala yang dulunya dianggap appakasiri-siri (sangat memalukan) kini mengalami normalisasi seiring berkurangnya stigma sosial. Implikasi multidimensional meliputi: beban psikologis pelaku yang mengalami pemendekan durasi isolasi sosial, paradoks ekonomi di mana biaya annyala justru lebih mahal dari pernikahan normal, dan supremasi de facto hukum adat dalam sistem hukum plural. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman dinamika budaya Bugis-Makassar dalam menghadapi modernisasi, serta menawarkan model rekonsiliasi berbasis kearifan lokal yang dapat menjadi rujukan kebijakan sosial di wilayah dengan praktik serupa.
References
Agfar, Y., Hapsah, W. O. S., & Suraya, R. S. (2021). Pofileighoo (Kawin Lari) Pada Adat Perkawinan Masyarakat Muna Di Desa Lindo, Kecamatan Wadaga Kabupaten Muna Barat. KABANTI: Jurnal Kerabat Antropologi, 5(1). https://journal.fib.uho.ac.id/index.php/kabantiantropologi/article/view/1113
Anjana, F., Istidhamah, L., Delfi, M. A., & Kusuma, M. T. (2025). Siri’na Pacce Dalam Penyelesaian Konflik Hukum Adat Dalam Masyarakat Bugis Makassar. 2(2).
Annisa, A. N. (2017). Penerapan Pidana Adat Kasus “Silariang” dalam Perspektif Hukum Nasional dan Hukum Islam di Desa Bululoe, Kecamatan Turatea, Kabupaten Jeneponto [Diploma, Universitas Islam Negeri Makassar]. https://repositori.uin-alauddin.ac.id/7535/
Ardhy, A. (2024). Relevansi Siri’na Pacce sebagai Warisan Budaya Bugis-Makassar dengan Nilai-nilai Qur’ani di Era Modern: Relevance of Siri’na Pacce as Bugis-Makassar Cultural …. Besari: Journal of Social and Cultural Studies, Query date: 2025-02-21 04:41:15. https://ojisnu.isnuponorogo.org/index.php/besari/article/view/97
Baswar, S. A. (2014). Kawin Lari (Studi Kasus Di Kelurahan Limbung, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa) [Diploma, Universitas Negeri Makassar]. https://eprints.unm.ac.id/708/
Creswell, J. W. (2014). Penelitian Kualitatif dan Desain Riset (Memilih di Antara Lima Pendekatan). Pustaka Pelajar.
Darussalam, F. (2023). Siri’Na Pacce Dan Identitas Kebudayaan. An-Nisa, Query date: 2025-02-21 04:41:15. https://mail.jurnal.iain-bone.ac.id/index.php/annisa/article/view/4148
Datu, N., Kasnawi, M., Muhammad, R., & ... (2024). The Principle of “Siri’na Pacce” in Realizing Sustainable Development. … : Islamic University of …, Query date: 2025-02-21 04:41:15. https://ojs.uniska-bjm.ac.id/index.php/PIUOK/article/view/15523
Fuady, M. I. N. (2019). Siri’Na Pacce Culture in Judge’s Decision (Study in Gowa, South Sulawesi Province). FIAT JUSTISIA: Jurnal Ilmu Hukum, Query date: 2025-02-21 04:41:15. https://jurnal.fh.unila.ac.id/index.php/fiat/article/view/1684
Geertz, C., Geertz, H., & Rosen, L. (1979). Meaning and Order in Moroccan Society: Three Essays in Cultural Analysis. Cambridge University Press.
Halmawati, H. (2017). Kawin Lari (Silariang) Sebagai Pilihan Perkawinan (Studi Fenomenologi Pada Masyarakat Buakkang Kecamatan Bungaya Kabupaten Gowa) [Diploma, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar]. https://repositori.uin-alauddin.ac.id/5967/
Harisa, R. (2022). The Implementation of Siri Na Pacce Culture in Bugis-Makassar Wedding in Bissoloro Village, Bungaya District, Gowa Regency. Journal of Research and Multidisciplinary, Query date: 2025-02-21 04:41:15. https://journal.alhikam.net/index.php/jrm/article/view/59
Hasni, Dhahri, I., & Haris, H. (2019). Degradation of Siri’ Na Pacce Cultural Values in The Bugis-Makassar Community. 107–110. https://doi.org/10.2991/ICSS-19.2019.227
Idrus, N. I. (2016). Gender Relations in an Indonesian Society. Brill. https://brill.com/display/title/32629
Irfan, M. (2023). Fenomena Silariang dalam persepktif ’Urf: Studi di Kelurahan Maradekaya Utara Kecamatan Makassar [Undergraduate, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim]. http://etheses.uin-malang.ac.id/55826/
Israpil, I. (2015). SILARIANG DALAM PERSPEKTIF BUDAYA SIRI’ PADA SUKU MAKASSAR. JURNAL PUSAKA, 2(2). https://doi.org/10.35897/ps.v2i2.23
Mattulada. (1974). Latoa: Suatu lukisan analitis terhadap antropologi politik orang Bugis. Universitas Indonesia.
Megawati, Rusdaya Basri, Agus Muchsin, & Suhartina. (2023). Fenomena Nikah Silariang Tinjauan Sosiologi Hukum. Marital: Jurnal Hukum Keluarga Islam, Vol. 1 No. 2, h.87-98.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative Data Analysis: An Expanded Sourcebook. SAGE.
Moein, A. (1994). Menggali nilai-nilai budaya Bugis-Makasar Siri Na Pacce’. Yayasan Mapres.
Naz, A. (2015). Traditional Wedding System and Marriage by Elopement among Kalasha Tribe of District Chitral, Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan. FWU Journal of Social Sciences, 9(1), 59–69.
Nonci, N. (2013). SILARIANG (Studi Konstruksi Sosial pada Etnis Makassar di Kecamatan Pattallassang Kabupaten Gowa). 1(2). https://ojs.unm.ac.id/elektikakontemporer/article/view/755
Nonci, N., Harifuddin, H., Azuz, F., Iskandar, I., & Arifin, A. (2023). The dialectic of globalization and social transformation of Silariang in Makassar, Indonesia. ETNOSIA : Jurnal Etnografi Indonesia, 8(1), 127–144. https://doi.org/10.31947/etnosia.v8i1.26149
Rahayu, S., Suhaeb, F., Sulkarnain, Anrical, & Satnawati. (2018). Siri’ na pacce culture of Bugis-Makassar in the context of modern life (overview historicality and theory jean baudrillard simulation). International Journal of Management and Applied Science, 4(7), 62–65.
Rahmi, R. N. (2023). Dampak Pergeseran Nilai Siri’ Na Pacce Terhadap Tindakan Kriminal Masyarakat Suku Bugis-Makassar Di Kecamatan Rappocini Kota Makassar Provinsi Sulawesi Selatan. Universitas Pendidikan Indonesia.
Reski, P., Nur, R., & Widayati, C. (2021). Local Wisdom of Bugis Makassar Siri ‘na Pacce From Millennials Glasses. Proceedings of the 2nd International Conference on Social Sciences Education (ICSSE 2020), 525(Icsse 2020), 323–328. https://doi.org/10.2991/assehr.k.210222.053
Rusdi, M. P. W., & Prasetyaningrum, S. (2015). Nilai Budaya Siri’Na Pacce Dan Perilaku Korupsi. Indigenous, 13(2), 68–86.
Salemuddin, Muh. R. (2013). Perempuan Sebagai Lambang Siri’ (Studi Kasus Silariang di Desa Bangkalaloe Kecamatan Bontoramba Kabupaten Jeneponto Provinsi Sulawesi Selatan) [Thesis, Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar]. https://scholar.google.com/citations?view_op=view_citation&hl=id&user=pkagogIAAAAJ&citation_for_view=pkagogIAAAAJ:u-x6o8ySG0sC
Sam, M. S., Asma, B., Suriyani, A., Putri, F. Y., & Tuarnila, T. (2018). AMMOTERE ABBAJI PADA SUKU MAKASSAR (Studi Kasus di Desa Barembeng Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa). Jurnal PENA : Penelitian Dan Penalaran, 5(2), Article 2. https://doi.org/10.26618/jp.v5i2.2347
Sunniati, Alwi, Z., & Cahyani, I. (2023). PERSEPKTIF HUKUM ISLAM TENTANG SILARIANG AKIBAT TINGGINYA UANG PANAIK. Qadauna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Keluarga Islam, 4(2), Article 2. https://doi.org/10.24252/qadauna.v4i2.29119
Suraya, R. S., Iru, L., Suardika, I. K., Arman, & Hayari. (2022). The Resolution Process of Dopofileighoo (Elopement) Tradition in the Muna Ethnic at Muna Barat Regency, The Province of Southeast Sulawesi, Indonesia. Advances in Social Sciences Research Journal, 9(3), 17–27. https://doi.org/10.14738/assrj.93.11908
Tika, M. R., & Syam, Z. (2007). Silariang dan Kisah-kisah Siri’. Pustaka Refleksi.
Yansa, H., Basuki, Y., K, M. Y., & Perkasa, W. A. (2016). UANG PANAI’ DAN STATUS SOSIAL PEREMPUAN DALAM PERSPEKTIF BUDAYA SIRI’ PADA PERKAWINAN SUKU BUGIS MAKASSAR SULAWESI SELATAN. Jurnal PENA : Penelitian Dan Penalaran, 3(2), 524–535. https://doi.org/10.26618/jp.v3i2.1004
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Mustafa, Faizal, Nurazizah Rahmi R, Awayundu Said

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









This work is licensed under a