Analisis Framing Pemberitaan Komite Pembangunan Papua pada Portal Berita Tempo

Authors

  • Alan Firmansyah Fakultas Falsafah dan Peradaban Universitas Paramadina

DOI:

https://doi.org/10.61104/alz.v4i1.4003

Keywords:

Framing, Robert N. Entman, Tempo, Komite Percepatan Pembangunan Papua.

Abstract

Penelitian ini menganalisis framing pemberitaan Tempo mengenai pembentukan Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua oleh Presiden Prabowo Subianto. Analisis menggunakan model framing Robert N. Entman melalui empat komponen: define problems, diagnose causes, moral judgment, dan treatment recommendation. Pendekatan penelitian bersifat deskriptif kualitatif dengan unit analisis berupa teks berita Tempo berjudul “Komite Pembangunan Papua untuk Siapa?” (13 Oktober 2025). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tempo membingkai kebijakan pembentukan Komite sebagai pengulangan pendekatan pembangunan yang keliru, top-down, dan gagal menjawab akar konflik Papua. Tempo menonjolkan narasi sejarah diskriminasi, kegagalan pembangunan, maraknya pelanggaran HAM, serta ketidakefektifan kebijakan Otsus sebagai argumentasi bahwa Komite tersebut tidak relevan dan justru mempertebal jarak antara pemerintah pusat dan masyarakat Papua. Rekomendasi yang dibangun Tempo adalah perlunya perubahan paradigma negara: dari pendekatan keamanan dan pembangunan teknokratis menuju pengakuan martabat, hak politik, dan partisipasi orang Papua

References

Abu, R. (2024). Special Autonomy Policy of Papua Province. Edunity. https://doi.org/10.57096/edunity.v3i1.219

Ariyadi, Y. (2024). Transfer ke daerah: Dana Otonomi Khusus Papua, perspektif… Jurnal Manajemen dan Kebijakan Publik, 5(2). https://doi.org/10.33105/jmp.v5i2.514

Baird, N. (2024). The Universal Periodic Review and West Papua: Beyond invisibility? International Journal on Minority and Group Rights, 32(1). https://doi.org/10.1163/15718115-bja10158

Chauvel, R. (2021). West Papua: Indonesia’s last regional conflict. Small Wars & Insurgencies, 32(6), 913–944. https://doi.org/10.1080/09592318.2021.1990491

Entman, R. M. (2007). Framing bias: Media in the distribution of power. Journal of Communication, 57(1), 163–173.

Eriyanto. (2011). Analisis framing: Konstruksi, ideologi, dan politik media. Kencana.

Geise, S., & Xu, Y. (2024). Effects of visual framing in multimodal media environments: A systematic review of studies between 1979 and 2023. Journalism & Mass Communication Quarterly. https://doi.org/10.1177/10776990241257586

Koivula, A., Marttila, E., & Koiranen, I. (2024). Media framing and trust: A randomized survey experiment on attitudes towards the unvaccinated during the COVID-19 pandemic. Social Sciences & Humanities Open, 10(2), 101157. https://doi.org/10.1016/j.ssaho.2024.101157

López-Rabadán, P. (2021). Framing studies evolution in the social media era: Digital advancement and reorientation of the research agenda. Social Sciences, 11(1), 9. https://doi.org/10.3390/socsci11010009

Martha, J., Harsawaskita, A., Syawfi, I., & Margono, V. T. (2022). Analisis framing: Pemberitaan media massa mengenai kebijakan luar negeri Indonesia. Dinamika Global: Jurnal Ilmu Hubungan Internasional, 7(02), 247–273. https://doi.org/10.36859/jdg.v7i02.1070

Permadi, D. (2024). Analysis of media framing on Indonesian Constitutional Court’s decision… Legal Journal, 12(6). https://doi.org/10.35335/legal.v12i6.891

Septiani, D., & Fikriana, A. (2023). Peran politik hukum dalam pembaharuan hukum tata negara untuk melaksanakan tujuan negara Indonesia. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 1(1). https://doi.org/10.61104/alz.v1i1.75

Siregar, I. A. (2025). Analisis framing pemberitaan media online: Studi perbandingan. (Contoh penerapan model Entman pada berita Tempo). (DOI sesuai jurnal lokal).

Soetjipto, A. W. (2022). Journey to justice: The United Nations Declaration on the Rights of Indigenous Peoples in the context of West Papua. Journal of ASEAN Studies, 10(1), 129–149. https://doi.org/10.21512/jas.v10i1.8491

Sopaheluwakan, W. R. I., Fatem, S. M., Kutanegara, P. M., & Maryudi, A. (2023). Two-decade decentralization and recognition of customary forest rights: Cases from Special Autonomy policy in West Papua, Indonesia. Forest Policy and Economics, 151, 102951. https://doi.org/10.1016/j.forpol.2023.102951

Van Gorp, B. (2021). Deproblematization as an enrichment of framing theory. Journal of Political Marketing. https://doi.org/10.1080/1553118X.2021.1988615

Wangge, H. R., & Lawson, S. (2023). The West Papua issue in Pacific regional politics: Explaining Indonesia’s foreign policy failure. The Pacific Review, 36(1), 61–89. https://doi.org/10.1080/09512748.2021.1931417

Zain, E. M. (2023). The implementation of Special Autonomy in Southwest Papua: Empirical study. Jurnal Sosial dan Politik, 9(2). https://doi.org/10.22219/jurnalsospol.v9i2.2961

Downloads

Published

2026-01-16

How to Cite

Firmansyah, A. (2026). Analisis Framing Pemberitaan Komite Pembangunan Papua pada Portal Berita Tempo. Al-Zayn : Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(1), 5234–5242. https://doi.org/10.61104/alz.v4i1.4003

Issue

Section

Articles