Kematangan Emosional sebagai Landasan Psikologis dalam Membentuk Ketertiban Santri di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin
DOI:
https://doi.org/10.61104/alz.v4i1.3959Keywords:
Kematangan Emosional, Ketertiban Santri, Psikologi Pendidikan Islam, Pesantren.Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kematangan emosional sebagai landasan psikologis dalam membentuk ketertiban santri di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan melibatkan santri, ustadz, dan pengurus pesantren sebagai subjek penelitian. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kematangan emosional santri berperan penting dalam membentuk perilaku tertib di lingkungan pesantren. Santri yang memiliki kemampuan pengendalian emosi, stabilitas perasaan, empati, dan tanggung jawab cenderung lebih patuh terhadap tata tertib pesantren. Pembinaan spiritual, keteladanan ustadz, dan lingkungan pesantren yang religius menjadi faktor pendukung utama dalam pembentukan kematangan emosional santri, sementara latar belakang keluarga, pengaruh teman sebaya, dan perbedaan kemampuan adaptasi menjadi faktor penghambat. Penelitian ini menegaskan bahwa penguatan kematangan emosional perlu diintegrasikan dalam sistem pembinaan pesantren untuk mewujudkan ketertiban santri yang berkelanjutan.
References
Amalia, R., & Hidayat, T. (2021). Peran kecerdasan emosional dalam pembentukan disiplin belajar peserta didik. Jurnal Ilmu Pendidikan, 27(1), 33–45.
Azra, A. (2017). Pendidikan Islam: Tradisi dan modernisasi di tengah tantangan milenium III. Jakarta: Kencana.
Fitriani, L., & Maulana, M. (2020). Kematangan emosional dan pengaruhnya terhadap perilaku sosial remaja. Jurnal Psikologi Perkembangan, 5(2), 88–97.
Goleman, D. (2015). Emotional intelligence: Why it can matter more than IQ. New York, NY: Bantam Books.
Huda, M. (2019). Pendidikan karakter berbasis pesantren dan implikasinya terhadap perilaku santri. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 16(2), 213–226.
Hurlock, E. B. (2016). Psikologi perkembangan: Suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan (Edisi ke-5). Jakarta: Erlangga.
Kurniawan, D., & Sari, P. (2022). Regulasi emosi dan kontrol diri pada remaja di lingkungan pendidikan berasrama. Jurnal Psikologi, 19(1), 54–66.
Lestari, S., & Rohman, A. (2021). Disiplin dan ketertiban peserta didik dalam perspektif psikologi pendidikan. Jurnal Edukasi, 9(3), 201–212.
Mulyadi, A., & Fauzan, R. (2020). Peran lingkungan pendidikan Islam dalam membentuk kecerdasan emosional peserta didik. Jurnal Studi Islam, 14(1), 95–108.
Rahmawati, D. (2019). Hubungan kematangan emosional dengan kedisiplinan peserta didik. Jurnal Psikologi Pendidikan, 8(2), 145–156.
Santrock, J. W. (2019). Life-span development (17th ed.). New York, NY: McGraw-Hill Education.
Suyanto, & Jihad, A. (2018). Menjadi guru profesional: Strategi meningkatkan kualifikasi dan kualitas guru di era global. Jakarta: Erlangga.
Wahyuni, S., & Nurhayati, N. (2020). Pendekatan disiplin dalam pembentukan karakter peserta didik di lembaga pendidikan Islam. Jurnal Pendidikan Islam, 9(1), 67–82.
Yusuf, S., & Sugandhi, N. M. (2018). Perkembangan peserta didik. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Zuhairini. (2014). Filsafat pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Firman Ferdiansyah, Yuli Habibatul Imamah, Mustafida

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









This work is licensed under a