Implementasi Inquiry Based Learning dalam Mengembangkan Berpikir Kritis Peserta Didik MTs Hidayatul Mubtadiin Jati Agung
DOI:
https://doi.org/10.61104/alz.v4i1.3958Keywords:
Inquiry Based Learning, Keterampilan Berpikir Kritis, Akidah Akhlak, Madrasah Tsanawiyah.Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi metode Inquiry Based Learning dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis peserta didik pada mata pelajaran Akidah Akhlak di Madrasah Tsanawiyah. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya keterampilan berpikir kritis peserta didik akibat dominasi metode pembelajaran konvensional yang lebih menekankan hafalan dibandingkan kemampuan analisis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Penelitian dilaksanakan di Madrasah Tsanawiyah Hidayatul Mubtadiin pada kelas VIII A. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Inquiry Based Learning dilaksanakan melalui tahapan perumusan masalah, pencarian informasi, analisis data, dan penyajian hasil temuan. Metode ini mendorong peserta didik untuk aktif bertanya, menganalisis permasalahan, serta menarik kesimpulan berdasarkan data yang diperoleh. Implementasi metode ini berdampak pada meningkatnya keterampilan berpikir kritis peserta didik, seperti kemampuan menganalisis argumen, menyampaikan pendapat secara logis, dan memecahkan masalah secara mandiri. Faktor pendukung meliputi kesiapan guru dan motivasi peserta didik, sedangkan faktor penghambat berupa keterbatasan waktu pembelajaran dan belum terbiasanya peserta didik dengan pembelajaran berbasis inkuiri. Kesimpulannya, metode Inquiry Based Learning efektif dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis peserta didik pada mata pelajaran Akidah Akhlak dan layak diterapkan sebagai alternatif pembelajaran di madrasah.
References
Abidin, Y. (2020). Pembelajaran multiliterasi: Sebuah jawaban atas tantangan pendidikan abad ke-21. Bandung: Refika Aditama.
Al-Tabany, T. I. B. (2015). Mendesain model pembelajaran inovatif, progresif, dan kontekstual. Jakarta: Prenadamedia Group.
Facione, P. A. (2015). Critical thinking: What it is and why it counts. Insight Assessment, 1–28.
Gulo, W. (2018). Strategi belajar mengajar. Jakarta: Grasindo.
Hmelo-Silver, C. E., Duncan, R. G., & Chinn, C. A. (2007). Scaffolding and achievement in problem-based and inquiry learning: A response to Kirschner, Sweller, and Clark. Educational Psychologist, 42(2), 99–107. https://doi.org/10.1080/00461520701263368
Kirschner, P. A., Sweller, J., & Clark, R. E. (2006). Why minimal guidance during instruction does not work: An analysis of the failure of constructivist, discovery, problem-based, experiential, and inquiry-based teaching. Educational Psychologist, 41(2), 75–86. https://doi.org/10.1207/s15326985ep4102_1
Prince, M., & Felder, R. (2006). Inductive teaching and learning methods: Definitions, comparisons, and research bases. Journal of Engineering Education, 95(2), 123–138. https://doi.org/10.1002/j.2168-9830.2006.tb00884.x
Rusman. (2022). Model-model pembelajaran: Mengembangkan profesionalisme guru. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Sagala, S. (2011). Konsep dan makna pembelajaran. Bandung: Alfabeta.
Sanjaya, W. (2020). Strategi pembelajaran berorientasi standar proses pendidikan. Jakarta: Kencana.
Widodo, A., & Widayanti, L. (2019). Peningkatan kemampuan berpikir kritis melalui pembelajaran berbasis inquiry. Jurnal Pendidikan, 20(2), 101–112.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ria Asnani, Yuli Habibatul Imamah, Mustafida

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









This work is licensed under a