Self-Adjustment Santri Putri Baru dalam Kehidupan Pesantren Hidayatul Mubtadiin
DOI:
https://doi.org/10.61104/alz.v4i1.3957Keywords:
Penyesuaian Diri, Santri Putri, Pondok Pesantren, Pendidikan PesantrenAbstract
Penelitian ini mengkaji proses penyesuaian diri (self adjustment) santri putri baru dalam beradaptasi dengan kehidupan di lingkungan pondok pesantren. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada berbagai tantangan yang dihadapi santri baru dalam menyesuaikan diri dengan peraturan yang ketat, rutinitas kegiatan yang padat, serta interaksi sosial dalam kehidupan pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk penyesuaian diri serta faktor pendukung dan penghambat yang dialami santri putri baru pada masa awal tinggal di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Jati Agung Lampung Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang melibatkan santri putri baru, ustadzah, serta pengurus pesantren. Analisis data dilakukan dengan model analisis interaktif yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyesuaian diri santri putri baru berlangsung secara bertahap dan dinamis, meliputi penyesuaian terhadap peraturan pesantren, aktivitas harian, dan interaksi sosial. Faktor pendukung penyesuaian diri meliputi motivasi intrinsik dan dukungan lingkungan pesantren, sedangkan faktor penghambat meliputi rasa rindu rumah dan kesiapan mental yang terbatas.
References
Asfarina, N., & Hafnidar, H. (2021). Dukungan sosial dan penyesuaian diri santri di lingkungan pesantren. Jurnal Psikologi Islam, 8(2), 123–134.
Baharun, H. (2016). Manajemen kinerja dalam meningkatkan competitive advantage pada lembaga pendidikan Islam. At-Tajdid: Jurnal Ilmu Tarbiyah, 5(2), 243–262.
Dhofier, Z. (2015). Tradisi pesantren: Studi tentang pandangan hidup kyai dan visinya mengenai masa depan Indonesia. Jakarta: LP3ES.
Hafidhuddin, D., Azizah, N., & Rahman, A. (2023). Adaptasi santri baru dalam pendidikan pesantren modern. Jurnal Pendidikan Islam, 12(1), 45–60.
Hall, G. S. (1904). Adolescence: Its psychology and its relations to physiology, anthropology, sociology, sex, crime, religion and education. New York, NY: Appleton.
Loama, A., & Basuki, I. (2024). Homesickness dan penyesuaian diri santri baru di pesantren. Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam, 9(1), 67–79.
Lubis, R. H., Siregar, M., & Nasution, F. (2023). Lingkungan asrama dan kesehatan mental santri. Jurnal Psikologi Pendidikan, 11(2), 101–114.
Maslow, A. H. (1970). Motivation and personality (2nd ed.). New York, NY: Harper & Row.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage.
Moleong, L. J. (2016). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). Bandung: Remaja Rosdakarya.
Noviandari, H. (2021). Penyesuaian diri remaja dalam lingkungan pendidikan berasrama. Jurnal Psikologi Perkembangan, 6(2), 89–102.
Pranata, D., & Pratikto, H. (2023). Dinamika psikologis remaja dalam lembaga pendidikan Islam. Jurnal Pendidikan dan Psikologi, 14(1), 1–15.
Salman, M., & Mulyanto, E. (2022). Pola adaptasi santri baru terhadap budaya pesantren. Jurnal Studi Pesantren, 4(2), 55–68.
Schneiders, A. A. (1964). Personal adjustment and mental health. New York, NY: Holt, Rinehart and Winston.
Surani, R., Fauziah, N., & Lestari, D. (2023). Interaksi sosial dan penyesuaian diri santri putri di pesantren. Jurnal Psikologi Islam dan Budaya, 5(1), 77–91.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Heni Lestari, Yuli Habibatul Imamah, Mustafida

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









This work is licensed under a