Dari Sorogan Ke Digital: Kitab Kuning Sebagai Pilar Transformasi Dakwah di Pondok Pesantren

Authors

  • Nely Muharroma Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah, Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia
  • Nabila Salsa Damayanti Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah, Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia
  • Muhammad Adly Firmansyah Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah, Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia
  • Farhan Qubailihan Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah, Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia
  • Choerul Umam Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah, Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia
  • Ghina Syifaul Husna Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah, Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia
  • Resa Permana Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah, Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia
  • Alung Hermawan Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah, Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia
  • Elia Muharani Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah, Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia
  • Muhammad Bintang Azzukhruf Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah, Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia
  • Siti Fatimah Juhro Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah, Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia
  • Vannessa Septia Antoni Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah, Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia
  • Nazwa Salsabila Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah, Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia
  • Hanum Dwi Safitri Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah, Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia
  • Ayu Bakhti Lestari Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah, Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia
  • Rifa Aulia Saputri Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah, Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.61104/alz.v4i1.3928

Keywords:

Yellow book, sorogan, Islamic boarding school, PP Al-inayah, PP Al-fath.

Abstract

Pesantren merupakan institusi utama dalam pewarisan keilmuan Islam klasik sekaligus ruang strategis bagi transformasi dakwah di tengah dinamika modernisasi digital dalam masyarakat Indonesia kontemporer. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran kitab kuning sebagai pilar utama transformasi dakwah serta mengkaji bagaimana metode pembelajaran tradisional dipertahankan dan diadaptasi dalam konteks pemanfaatan teknologi yang terbatas di Pondok Pesantren Al-Inayah dan Pondok Pesantren Al-Fath. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif lapangan dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap pengajar dan pengelola pesantren, didukung oleh observasi langsung dan dokumentasi, yang selanjutnya dianalisis secara deskriptif-analitis. Hasil kajian menunjukkan bahwa kitab kuning tetap menjadi fondasi utama dalam pembentukan keilmuan dan karakter santri melalui keberlanjutan metode tradisional seperti sorogan, bandongan, serta sistem pembelajaran berbasis klasifikasi kelas. Di sisi lain, kedua pesantren juga menampilkan bentuk inovasi selektif melalui penyesuaian strategi pengajaran, pengelolaan waktu belajar, dan pemanfaatan media pendukung tanpa menggeser nilai-nilai etika dan tradisi keilmuan pesantren. Temuan ini mengimplikasikan bahwa transformasi dakwah di lingkungan pesantren tidak dimaknai sebagai penggantian tradisi dengan teknologi, melainkan sebagai proses adaptasi pedagogis dan manajerial yang menjaga otoritas teks klasik sekaligus meningkatkan relevansinya dalam menghadapi perkembangan era digital

References

Hakim, Arief Rahman, and Cecep Supriyadi. “TRANSFORMASI PENDIDIKAN PESANTREN DI ERA MODERN : ANTARA TRADISI DAN INOVASI” 4, no. 1 (2024): 33–50.

Miftachul Ulum dan Abdul Mun, “Digitalisasi Pendidikan Pesantren (Paradigma dan Tantangan dalam Menjaga Kultur Pesantren),” UIN Sunan Ampel Surabaya, November 2019, hlm. 666

“PEMBELAJARAN KITAB KUNING DAN METODE AMSILATI,” 2011. https://repository.um-surabaya.ac.id/id/eprint/4684/3/BAB_II.pdf.

Wati, Kardila. “KONTRIBUSI PESANTREN DALAM MENGHADAPI GENERASI ALPHA DAN TANTANGAN DUNIA PENDIDIKAN ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0.” Iainbengkulu.Ac.Id, 2021. http://repository.iainbengkulu.ac.id/6739/1/skripsi Kardila Wati.pdf.

Wekke, Ismail Suardi. METODE PENELITIAN SOSIAL, n.d.

Wicaksono, Dimas Setiyo. “PERANAN PONDOK PESANTREN DALAM MENGHADAPI GENERASI ALPA DAN TANTANGAN DUNIA PENDIDIKAN ERA SOCIETY 5.0,” 2021. http://repository.iainbengkulu.ac.id/7905/1/skripsi Dimas Setiyo Wicaksono.pdf.

Yuaf, Moh., dan Maskur. “PERSEPEKTIF SOSIOLOGI-KOMUNIKASI PENERAPAN QONUN-QONUN LARANGAN MEMBAWA HANDPHONEPADA SANTRI PESANTREN MAMBA’UL HUDA.” Jurnal Komunikasi Dan Penyiaran Islam 2 (2022): 56–70.

Downloads

Published

2026-01-18

How to Cite

Nely Muharroma, Nabila Salsa Damayanti, Muhammad Adly Firmansyah, Farhan Qubailihan, Choerul Umam, Ghina Syifaul Husna, Resa Permana, Alung Hermawan, Elia Muharani, Muhammad Bintang Azzukhruf, Siti Fatimah Juhro, Vannessa Septia Antoni, Nazwa Salsabila, Hanum Dwi Safitri, Ayu Bakhti Lestari, & Rifa Aulia Saputri. (2026). Dari Sorogan Ke Digital: Kitab Kuning Sebagai Pilar Transformasi Dakwah di Pondok Pesantren. Al-Zayn : Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(1), 3928. https://doi.org/10.61104/alz.v4i1.3928

Issue

Section

Articles