Perkawinan dan Kewarisan dalam Perspektif Maqasid Al-Syari’ah
Studi Kritis terhadap Praktik Masyarakat
DOI:
https://doi.org/10.61104/alz.v4i1.3887Keywords:
Maqāṣid Al-Syarī‘ah, Perkawinan, Kewarisan, Kemaslahatan, Keadilan SosialAbstract
Perkawinan dan kewarisan merupakan dua pilar penting dalam sistem hukum Islam yang berfungsi menjaga keteraturan sosial, moral, dan ekonomi umat. Kedua institusi ini tidak hanya beroperasi pada tataran normatif, tetapi juga berperan sebagai sarana pencapaian tujuan syariat Islam (maqāṣid al-syarī‘ah), yang meliputi perlindungan terhadap agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Penelitian ini bertujuan mengkaji konsep perkawinan dan kewarisan dalam perspektif maqāṣid al-syarī‘ah serta melakukan analisis kritis terhadap praktik sosial masyarakat yang dalam banyak kasus belum sepenuhnya mencerminkan nilai-nilai kemaslahatan syariat. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan kualitatif deskriptif, melalui telaah terhadap peraturan perundang-undangan, literatur hukum Islam, serta realitas praktik sosial yang berkembang di masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa maqāṣid al-syarī‘ah memposisikan perkawinan sebagai instrumen utama dalam melindungi keberlanjutan keturunan dan menjaga martabat manusia. Praktik-praktik seperti perkawinan siri, perkawinan usia anak, dan poligami yang dijalankan tanpa prinsip keadilan dinilai bertentangan dengan maqāṣid karena berpotensi menimbulkan dampak sosial yang merugikan. Dalam bidang kewarisan, pendekatan maqāṣid menekankan pentingnya keadilan substantif serta keseimbangan antara hak dan tanggung jawab sosial, bukan sekadar kesetaraan nominal. Pembagian harta warisan harus diarahkan pada kemaslahatan keluarga dan perlindungan terhadap kelompok rentan, khususnya perempuan dan anak. Kajian ini juga menemukan adanya kesenjangan antara idealitas hukum dan praktik sosial yang disebabkan oleh rendahnya pemahaman masyarakat terhadap maqāṣid al-syarī‘ah. Oleh karena itu, penguatan integrasi maqāṣid dalam sistem hukum dan pendidikan Islam menjadi langkah strategis untuk mewujudkan hukum yang berkeadilan, kontekstual, dan berorientasi pada kepentingan publik.
References
DAFTAR RUJUKAN
Abidin, N., & Shamsuddin, M. (2025). The Misconception of Early Marriage: Reconciling Perspectives Through Maqasid al-Shariah. Jurnal Pengajian Islam. https://doi.org/10.53840/jpi.v18i1.343
Akmal, A. M., Mundzir, C., Asti, M. J., Abbas, R., & Mustafa, Z. A. (2024). Legal Solutions for Domestic Violence in Unregistered Marriages in Indonesia: Integrating Maqāṣid al-sharī’ah. El-Usrah: Jurnal Hukum Keluarga, 7(2), 768-788.
Arifin, Z., & Mahmudi, Z. (2022). Mandatory Wills for Adultery Children, Analysis of the Compilation of Islamic Law from the Perspective of Maqasid Syariah Al-Syatibi. International Journal of Law and Society (IJLS), 1(1), 36-47.
Auda, J. (2008). Maqasid al-Shariah as Philosophy of Islamic Law: A Systems Approach. London: International Institute of Islamic Thought (IIIT).
Fikri, M., et al. (2023). “Analisis Maqasid al-Syari’ah terhadap Pembagian Waris Dua Banding Satu.” Bilancia: Jurnal Studi Islam dan Sosial, 4(3), 211–224. DOI: 10.51278/bce.v4i3.1530.
Heriandita, S. M. P., Alwyni, F. F., Muttaqin, M. I., & Hannase, M. (2025). The Role of Islamic Inheritance Law with a Maqasid al-Shariah Approach in Addressing the Challenges of Social Justice for Women. AJIS: Academic Journal of Islamic Studies, 10(1), 231-252.
https://doi.org/10.20414/ujis.v27i1.708.
Ishaq, I., Badarussyamsi, B., Am, S., & Ridwan, M. (2023). Siri Marriage In The Review of Islamic Law, Positive Law, Human Rights And Maqashid Al-Syari'ah. Studi Multidisipliner: Jurnal Kajian Keislaman. https://doi.org/10.24952/multidisipliner.v10i2.9507
Jayusman, J., Fahimah, I., & Hidayat, R. (2020). Kewarisan Beda Agama Dalam Perspektif Maqāsid Syarī’ah. Ijtimaiyya: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam, 13(2), 161-184.
Khalim, A., Chailani, M., & Solakhudin, S. (2024). Relevansi Maqashidu Shariah dan Kompilasi Hukum Islam Dalam Pandangan Pernikahan Wanita Hamil di Luar Nikah. Muhammadiyah Law Review.
Mahmudi, Z. (2018). The Status of Children Born Out of Wedlock in Indonesian Context with Special Reference to Their Inheritance Right Perspective of Maqasid Al-Shariah. , 113-117.
Muawwanah, S. (2022). “Perkawinan Anak dalam Perspektif Maqasid al-Syari’ah.” Maqasid: Jurnal Studi Hukum Islam, 7(2), 121–138. DOI: 10.30651/mqsd.v7i2.2949.
Mutiara, S., Heriandita, P., Alwyni, F., Muttaqin, M., & Hannase, M. (2025). The Role of Islamic Inheritance Law with a Maqasid al-Shariah Approach in Addressing the Challenges of Social Justice for Women. AJIS: Academic Journal of Islamic Studies. https://doi.org/10.29240/ajis.v10i1.11931
Najihatul Ulya. (2025). “Dispensasi Nikah dalam Perspektif Maqasid al-Syari’ah.” Maqasid: Jurnal Studi Hukum Islam, 14(3), 201–218. DOI: 10.30651/mqsd.v14i3.28313.
Sarmadi, M. (2012). “Ahli Waris Pengganti dalam Perspektif Maqasid al-Syari’ah.” Manahij: Jurnal Kajian Hukum Islam, 7(1), 55–67. DOI: 10.24090/mnh.v7i1.577.
Solikin, N., & Wasik, M. (2023). The Construction of Family Law in the Compilation of Islamic Law in Indonesia: A Review of John Rawls’s Concept of Justice and Jasser Auda’s Maqashid al-Shari'a. Ulumuna.
Ubaidillah, U., Nurohman, D., Anshor, A., Baihaqi, W., & Kooria, M. (2024). Substitute Heirs in Article 185 Compilation of Islamic Law Maqashid Shariah Jaser Audah Perspective. YUDISIA : Jurnal Pemikiran Hukum dan Hukum Islam.
Zubaidah, N. (2019). “Perlindungan Perempuan dalam Perkawinan Perspektif Maqasid al-Syari’ah.” Al-Ahwal: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 12(1), 45–60. DOI: 10.14421/ahwal.2019.12102.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Muhamad Fikri, M.Rifki Alfa Rizki, Alif Fazri Ramadhan, Hikmatullah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









This work is licensed under a