Eksploitasi Seksualitas Perempuan Dalam Film
Analisis Semiotika Eksploitasi Seksualitas Tokoh “Srintil” dalam Film Sang Penari
DOI:
https://doi.org/10.61104/alz.v4i1.3864Keywords:
Film, Srintil, Semiotika, Eksploitasi, PerempuanAbstract
Penelitian ini mengambil judul "Eksploitasi Seksualitas Perempuan dalam Film (Analisis Semiotika Eksploitasi Seksualitas Tokoh "Srintil" dalam Film Sang Penari)". Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui makna eksploitasi seksualitas perempuan dalam film Sang Penari. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis semiotik, khususnya analisis Roland Barthes. Sedangkan untuk metode pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi isi film dan juga studi literatur yang berkaitan dengan eksploitasi seksualitas perempuan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah film Sang Penari merupakan film yang menggambarkan perjalanan hidup seorang perempuan untuk menjadi ronggeng seutuhnya. Pemaknaan terhadap eksploitasi seksualitas perempuan, khususnya Srintil sebagai tokoh utama dalam film Sang Penari dilakukan dengan dua cara yaitu pemaknaan secara denotasi dan pemaknaan secara konotasi. Secara denotasi eksplotasi seksualitas dalam film Sang Penari menggambarkan apa yang sebenarnya terjadi melalui gambaran adegan yang ditampilkan, angle, bahasa verbal yang digunakan dan juga busana yang dikenakan tokoh utama. Sedangkan secara konotasi, adegan, angle, bahasa verbal dan busana yang dikenakan tokoh utama menghadirkan makna mengenai eksploitasi seksual yang diterima tokoh utama perempuan secara tersirat. Eksploitasi seksual yang diterima tokoh utama terjadi secara fisik dan nonfisik. Secara fisik, film Sang Penari memperlihatkan bagian tubuh Srintil, ekspresi, dan gesture. Sedangkan secara nonfisik diperlihatkan perasaan tertekan yang dialami Srintil karena harus melayani nafsu birahi laki-laki. Dalam film tersebut juga hadir mitos sebagai produk budaya yang tersebar dari mulut ke mulut dan juga menjadi alasan untuk hadirnya eksploitasi seksual tokoh Srintil karena berbagai prosesi yang harus dijalani tokoh utama tersebut berasal dari mitos yang tumbuh di masyarakat.
References
Anoegrajekti, Novi. 2018. "Ronggeng: Dari Ritual, Seni Pertunjukan, Hingga Prostitusi." Mozaik Humaniora, 18(1): 1-15.
Arivia, Gadis. 2021. "Tubuh dan Seksualitas Perempuan: Perspektif Filsafat Feminis." Jurnal Perempuan, 26(1): 1-16.
Attwood, Feona. 2018. "Sexualization, Sex and Manners." Sexualities, 21(3): 379-382.
Barthes, Roland. 2017. Elemen-Elemen Semiologi. Yogyakarta: IRCiSoD.
Barthes, Roland. 2018. Mitologi. Yogyakarta: Kreasi Wacana.
Bungin, M. Burhan. 2015. Sosiologi Komunikasi: Teori, Paradigma, dan Diskursus Teknologi Komunikasi di Masyarakat. Edisi Revisi. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Cangara, Hafied. 2019. Pengantar Ilmu Komunikasi. Edisi Keempat. Jakarta: Rajawali Pers.
Chandler, Daniel. 2017. Semiotics: The Basics. Third Edition. London: Routledge.
Cobley, Paul & Litza Jansz. 2018. Introducing Semiotics: A Graphic Guide. London: Icon Books.
Creswell, John W. & Cheryl N. Poth. 2018. Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches. Fourth Edition. Los Angeles: SAGE Publications.
Danesi, Marcel. 2018. Understanding Media Semiotics. London: Bloomsbury Academic.
Eco, Umberto. 2018. Teori Semiotika: Signifikasi Komunikasi, Teori Kode, serta Teori Produksi-Tanda. Yogyakarta: Kreasi Wacana.
Fiske, John. 2018. Introduction to Communication Studies. Third Edition. London: Routledge.
Gill, Rosalind. 2017. "The Affective, Cultural and Psychic Life of Postfeminism: A Postfeminist Sensibility 10 Years On." European Journal of Cultural Studies, 20(6): 606-626.
Gill, Rosalind & Christina Scharff (eds.). 2019. New Femininities: Postfeminism, Neoliberalism and Subjectivity. London: Palgrave Macmillan.
Hall, Stuart. 2019. Essential Essays, Volume 1: Foundations of Cultural Studies. Durham: Duke University Press.
Hatley, Barbara. 2019. Tontonan Kuasa: Drama, Politik, dan Masyarakat dalam Pemikiran Jawa. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Hayward, Susan. 2017. Cinema Studies: The Key Concepts. Fifth Edition. London: Routledge.
Hooks, bell. 2015. Black Looks: Race and Representation. London: Routledge.
Keller, Jessalynn Marie & Maureen E. Ryan. 2018. Emergent Feminisms: Complicating a Postfeminist Media Culture. New York: Routledge.
Komnas Perempuan. 2022. Catatan Tahunan Kekerasan Terhadap Perempuan 2022. Jakarta: Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan.
Lazar, Michelle M. 2018. "Feminist Critical Discourse Analysis: Articulating a Feminist Discourse Praxis."
Mulvey, Laura. 2016. "Visual Pleasure and Narrative Cinema." In Feminism and Film Theory, edited by Constance Penley, 57-68. London: Routledge.
Mulyana, Deddy. 2020. Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar. Edisi Revisi. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Nugroho, Riant, Erwan Agus Purwanto & Dyah Ratih Sulistyastuti. 2019. Gender dan Strategi Pengarus- utamaannya di Indonesia. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Piliang, Yasraf Amir. 2018. Semiotika dan Hipersemiotika: Kode, Gaya, dan Ikona. Bandung: Matahari.
Pramaggiore, Maria & Tom Wallis. 2019. Film: A Critical Introduction. Fourth Edition. London: Pearson.
Pujileksono, Sugeng & Fajar Junaedi. 2020. "Representasi Perempuan dalam Film Indonesia Kontemporer." Jurnal Komunikasi Indonesia, 9(2): 145-160.
Rose, Gillian. 2016. Visual Methodologies: An Introduction to Researching with Visual Materials. Fourth Edition. London: SAGE Publications.
Savitri, Niken. 2021. HAM Perempuan: Kritik Teori Hukum Feminis Terhadap KUHP. Bandung: Refika Aditama.
Silverman, David. 2020. Interpreting Qualitative Data. Sixth Edition. London: SAGE Publications.
Smelik, Anneke. 2016. "Feminist Film Theory." In The Routledge Companion to Cinema and Gender, edited by Kristin Lené Hole, Dijana Jelača, E. Ann Kaplan & Patrice Petro, 35-45. London: Routledge.
Tohari, Ahmad. 2018. Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk. Edisi Terbaru. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Van Zoonen, Liesbet. 2020. Feminist Media Studies. London: SAGE Publications.
Wulandari, Retno. 2021. "Eksploitasi Tubuh Perempuan dalam Industri Film: Perspektif Ekonomi Politik Media." Jurnal Ilmu Komunikasi, 19(2): 201-218.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Annisa Nur Dzakiyah, Ihsan Syahrevi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









This work is licensed under a