The Role of Digital Journalism in Countering Disinformation in Indonesia: A Constitutional Law Perspective
DOI:
https://doi.org/10.61104/alz.v4i1.3790Keywords:
Jurnalisme digital, Disinformasi, Kebebasan Pers, Hukum Tata Negara, Pengawasan Informasi Publik.Abstract
Disinformasi dipandang sebagai ancaman nyata terhadap stabilitas nasional karena mampu melemahkan kepercayaan publik kepada pemerintah, memicu ketegangan sosial, dan merusak kohesi masyarakat.. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran jurnalisme digital dalam menangkal disinformasi dari perspektif hukum tata negara, dengan fokus pada pemenuhan hak konstitusional atas informasi yang benar, perlindungan kebebasan berekspresi, dan kualitas demokrasi. Penelitian dirancang sebagai studi kualitatif dengan metode studi pustaka dan analisis isi normatif, menggunakan sumber berupa peraturan perundang‑undangan, putusan lembaga konstitusional, literatur tentang jurnalisme digital, dan kajian etika komunikasi di ruang digital. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Jurnalisme digital berpotensi menjadi filter utama terhadap disinformasi melalui penerapan disiplin verifikasi, kode etik jurnalistik, serta pemanfaatan platform digital secara bertanggung jawab. Penerapan prinsip tabayyun (verifikasi) dan keadilan komunikasi di media sosial memperkuat fungsi ini, sekaligus mencegah dampak negatif misinformasi terhadap kohesi sosial dan kepercayaan publik pada institusi negara. Namun, lemahnya kepatuhan pada standar etika, praktik pemberitaan tanpa verifikasi, dan penyebaran informasi yang tidak akurat menunjukkan masih besarnya kerentanan disinformasi di ruang digital. Untuk itu hukum tata negara menjadi penyeimbangkan regulasi anti‑disinformasi dengan perlindungan kebebasan pers, sambil memperkuat jurnalisme digital sebagai infrastruktur demokratis untuk menjaga ruang publik yang berbasis informasi benar dan akuntabel
References
A. Luthfia, M. Muslikhin, V. Prahassacitta, B. P. W. and A. R. C. (2025). Debunking Technology and Efforts in Combating Dis/Misinformation. International Conference on Ubiquitous Information Management and Communication (IMCOM), 1–7. https://doi.org/10.1109/IMCOM64595.2025.10857576
Alexander, F., & Junaidi, A. (2022). Peran Homeless Media dalam Melakukan Penyebaran Informasi di Media Sosial Instagram (Studi pada Opini.id). Kiwari, 1(2), 363. https://doi.org/10.24912/ki.v1i1.15703
Arcos, R., Gertrudix, M., Arribas, C., & Cardarilli, M. (2022). Responses to digital disinformation as part of hybrid threats: A systematic review on the effects of disinformation and the effectiveness of fact-checking/debunking. Open Research Europe, 2, 1–19. https://doi.org/10.12688/openreseurope.14088.1
Darussalam, M. (2024). Implikasi Hukum Tata Negara Terhadap Pengaturan Media Sosial Di Era Digital: Perspektif Kebebasan Berpendapat. AL-BALAD : Jurnal Hukum Tata Negara Dan Politik Islam, 4(2), 47–62. https://doi.org/10.59259/ab.v4i2.181
Diaz Ruiz, C. (2025). Disinformation on digital media platforms: A market-shaping approach. New Media and Society, 27(4), 2188–2211. https://doi.org/10.1177/14614448231207644
Evanalia, S. (2022). Peran Jurnalisme Media Sosial dalam Mewujudkan Demokrasi Indonesia di Era Post Truth. Jurnal Adhyasta Pemilu, 5(1), 32–43. https://doi.org/10.55108/jap.v5i1.86
Fadia Az-Zahra Puteri, Monica Biyant Balqis, Dimas Setiawan, Maia Safira Choirunnisa, Inggrid Manusatun Nadia, & Sultan Falih Rheinsalazar. (2025). Peran Content Creator sebagai Agen Bela Negara dalam Menangkal Disinformasi: Studi Kasus Konten Ferry Irwandi. Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu, 2(3), 29–35. https://doi.org/10.69714/6eec1s75
Khmyrov, I., Khriapynskyi, A., Svoboda, I., Shevchuk, M., & Dotsenko, K. (2023). The impact of disinformation on the state information policy. Revista Amazonia Investiga, 12(71), 93–102. https://doi.org/10.34069/ai/2023.71.11.8
Maharani, E. (2024). The Fourth Estate Unbound: Examining Press Law and Ethics in the Digital Age in Indonesia. Indonesia Media Law Review, 3(1). Retrieved from https://doi.org/10.15294/imrev.v3i1.78901
Masduki. (2021). Media control in the digital politics of indonesia. Media and Communication, 9(4), 52–61. https://doi.org/10.17645/mac.v9i4.4225
Maulana, M. R. A. (2024). Analisis Tantangan Konstitusional Dan Problematika Hukum Tata Negara Dalam Pelaksanaan Pilkada 2024. Constitution Journal, 3(2), 211–232. https://doi.org/10.35719/constitution.v3i2.114
Mufti Nurlatifah, Billy Sarwono, dr. I. (2020). PERSPEKTIF HUKUM PADA JURNALISME DIGITAL. Jurnal Media Dan Komunikasi Indonesia, 1(2), 98–113. Retrieved from https://doi.org/10.22146/jmki.51487
Nasution, M., & Sazali, H. (2025). REGULASI MEDIA SOSIAL DAN PENANGANAN DISINFORMASI ANALISISKOMPARATIF KEBIJAKAN KOMUNIKASI DI INDONESIA DAN ASEAN. FIKRUNA: Jurnal Ilmiah Kependidikan DanKemasyarakatan. Retrieved from https://doi.org/10.56489/fik.v7i3.339
Nuruddin, M. I., & Iqbal, M. R. (2024). Dinamika Sistem Hukum Tata Negara dalam Konteks Perubahan. Reslaj : Religion Education Social Laa Roiba Journal, 6(4), 2089–2098. https://doi.org/10.47476/reslaj.v6i4.2067
Petrov, I., & Kumar, R. (2025). Disinformation and Legal Responsibility: Regulating Digital Speech Without Curtailing Dissent. Interdisciplinary Studies in Society, Law, and Politics, 4(2), 303–314. https://doi.org/10.61838/kman.isslp.4.2.26
Putra, R. K., Kriswandaru, A. S., & Imaliya, T. (2024). Kajian Hukum Tata Negara terkait Pembatasan Kebebasan Berpendapat di Media Sosial di Era Pandemi COVID-19: Pendekatan Deskriptif Kualitatif. Hakim: Jurnal Ilmu Hukum Dan Sosial, 2(4), 857–872. https://doi.org/10.51903/hakim.v2i4.2195
Rohmatillah, A., & Zaini, A. A. (2023). Tantangan Dan Prospek : Implementasi Prinsip-Prinsip. JOSHL: Journal of Sharia, 2(2), 90–100.
Rosemarwati, U., & Lindawati, L. (2023). Jejak Digital Dalam Jurnalisme: Media Sosial Dan Media Daring Di Indonesia. Jurnal Media Dan Komunikasi (MEKAS), 1(1), 1–13. https://doi.org/10.69688/mekas.v1i1.14
Sanjaya, Y., & Phahlevy, R. (2024). Social Media’s Crucial Role in Shaping Indonesian Democracy. IndonesianJournal of Law and Economics Review. Retrieved from https://doi.org/10.21070/ijler.v19i3.1204
Sari, M., & Okditazeini, V. (n.d.). Analisis Pemberitaan Pencemaran Limbah PT. Kemilau Permata Sawit di PesisirSelatan dalam Perspektif Jurnalisme Lingkungan. Kiwari. Retrieved from https://doi.org/10.24912/ki.v3i4.33143
Tarigan, E. K., Darmayanti, E., Khadafi, M., & Simatupang, B. D. (2025). Peran Media Sosial Dalam Menegakkan Hukum Di Zaman Digital Di Indonesia. Warta Dharmawangsa, 19(1), 188–201. https://doi.org/10.46576/wdw.v19i1.5849
Timotius, K. H. (2017). Pengantar metodologi penelitian : Pendekatan manajemen pengetahuan untuk perkembangan pengetahuan. (Putri Christian, Ed.) (ed. 1). Yogyakarta: Andi.
Triwulan, D., Ramadhani, N., Zannah, N., Naibaho, M., & Effendi, E. (2024). Tantangan Etika dalam Jurnalisme Digital: Studi Kasus Peran Media Sosial dalam Penyebaran Berita. Da’watuna: Journal of Communication and Islamic Broadcasting, 4(3), 1225–1229. https://doi.org/10.47467/dawatuna.v4i3.681
Wahidin, D., Utami, I. S., Amalia, A. R., Aqida, A., & Aidah, S. (2025). Digital Democracy Transformation in Indonesia: Opportunities, Challenges, and Future Solutions. JED (Jurnal Etika Demokrasi), 10(1), 15–42. https://doi.org/10.26618/jed.v10i1.17001
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Novia Sri Falinda, Tiara Mustika, Disya Fatriana

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









This work is licensed under a