Etika Lingkungan dan Filsafat Sains: Refleksi atas Banjir sebagai Krisis Ekologis dan Tanggung Jawab Ilmiah

Authors

  • Lutfiyah Rahmi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Azizah Hanum OK Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Amanatin Nazwa Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Mutiara Mastina Fithri Daulay Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Diva Amanda Br Bangun Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

DOI:

https://doi.org/10.61104/alz.v4i1.3750

Keywords:

Etika Lingkunga, Filsafat banjir, Krisis Ekologis, Tangung jawab ilmiah

Abstract

Banjir yang berulang di Indonesia tidak dapat dipahami semata-mata sebagai fenomena hidrometeorologis, melainkan sebagai manifestasi krisis ekologis yang berakar pada problem etis dan kegagalan pengelolaan lingkungan berbasis ilmu pengetahuan. Artikel ini bertujuan menganalisis fenomena banjir dalam perspektif etika lingkungan dan filsafat sains dengan menekankan tanggung jawab ilmiah dalam relasi antara produksi pengetahuan, kebijakan publik, dan praktik pengelolaan lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan melalui analisis deskriptif-analitis terhadap buku rujukan, artikel jurnal ilmiah, dokumen kebijakan, serta peraturan perundang-undangan yang relevan.

Hasil kajian menunjukkan bahwa banjir di Indonesia dipengaruhi oleh interaksi kompleks antara perubahan iklim dan aktivitas manusia, termasuk deforestasi, alih fungsi lahan, perencanaan tata ruang yang tidak berkelanjutan, serta lemahnya penegakan hukum lingkungan. Dalam perspektif etika lingkungan, kondisi tersebut mencerminkan relasi antroposentris yang problematik dan pengabaian nilai intrinsik alam. Sementara itu, filsafat sains menegaskan bahwa ilmu pengetahuan tidak bersifat bebas nilai, sehingga praktik ilmiah dan kebijakan penanggulangan banjir perlu mempertimbangkan dimensi moral, keadilan ekologis, dan keberlanjutan ekosistem. Artikel ini menekankan pentingnya integrasi tanggung jawab ilmiah melalui kebijakan berbasis sains, prinsip kehati-hatian, solusi berbasis alam, partisipasi publik, dan penguatan edukasi ekologis sebagai prasyarat pengelolaan lingkungan yang adil dan berkelanjutan dalam mitigasi risiko banjir di Indonesia.

 

References

Agustina, I., Sumaryana, A., Utami, S. B., & Pancasilawan, R. (2024). Environmental governance and flood risk management in Indonesia: Challenges and policy implications. Journal of Environmental Policy and Governance, 34(2), 145–160. https://doi.org/10.1002/eet.2054

Ainia, D. K. (2025). Etika lingkungan: Perspektif filosofis dan tantangan ekologis kontemporer. Jakarta: Kencana.

Assiddiqi Ridwan, M., Sumpena, D., & Herdiana, D. (2024). Integrating scientific knowledge and ethical responsibility in disaster risk reduction policy. International Journal of Disaster Risk Reduction, 92, 103712. https://doi.org/10.1016/j.ijdrr.2023.103712

Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2025a). Laporan situasi bencana banjir dan longsor di Sumatra, November 2025. Jakarta: BNPB.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2025b). Data dampak bencana hidrometeorologi Indonesia tahun 2025. Jakarta: BNPB.

Di Baldassarre, G., Viglione, A., Carr, G., Kuil, L., Salinas, J. L., & Blöschl, G. (2021). Debates—Perspectives on socio-hydrology: Capturing feedbacks between physical and social processes. Water Resources Research, 57(2), e2020WR028835. https://doi.org/10.1029/2020WR028835

Douglas, H. (2009). Science, policy, and the value-free ideal. Pittsburgh, PA: University of Pittsburgh Press.

Elliott, K. C. (2017). A tapestry of values: An introduction to values in science. Oxford: Oxford University Press.

Handam, R. (2025). Climate extremes, land-use change, and flood vulnerability in Indonesia. Environmental Hazards, 24(1), 1–17. https://doi.org/10.1080/17477891.2024.2301156

Intergovernmental Panel on Climate Change. (2022). Climate change 2022: Impacts, adaptation and vulnerability. Cambridge: Cambridge University Press. https://doi.org/10.1017/9781009325844

Jamieson, D. (2022). Reason in a dark time: Why the struggle against climate change failed—and what it means for our future. New York, NY: Oxford University Press.

Longino, H. E. (2013). Studying human behavior: How scientists investigate aggression and sexuality. Chicago, IL: University of Chicago Press.

Reuters. (2025). Indonesia floods worsen as deforestation and extreme rainfall collide. Reuters.

Rida, M. (2025). Filsafat sains dan tanggung jawab etis ilmu pengetahuan. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Saputra, R., Syah, N., & Azhar, M. (2023). Environmental ethics and sustainable development: An Indonesian perspective. Jurnal Etika Lingkungan Indonesia, 7(2), 85–98.

Shrader-Frechette, K. (2020). Environmental justice: Creating equality, reclaiming democracy. New York, NY: Oxford University Press.

The Jakarta Post. (2025a). Floods hit Sumatra as extreme weather intensifies. The Jakarta Post.

The Jakarta Post. (2025b). Infrastructure damage hampers evacuation during Sumatra floods. The Jakarta Post.

Ward, P. J., Blauhut, V., Bloemendaal, N., Daniell, J. E., de Ruiter, M. C., Duncan, M. J., … Aerts, J. C. J. H. (2020). Review article: Natural hazard risk assessments at the global scale. Natural Hazards and Earth System Sciences, 20(4), 1069–1096. https://doi.org/10.5194/nhess-20-1069-2020

Zobel, C. W., Baghersad, M., & Khansa, L. (2024). Ethics, uncertainty, and responsibility in disaster science and policy. Risk Analysis, 44(3), 512–526. https://doi.org/10.1111/risa.14129

Downloads

Published

2026-01-12

How to Cite

Rahmi, L., Azizah Hanum OK, Amanatin Nazwa, Mutiara Mastina Fithri Daulay, & Diva Amanda Br Bangun. (2026). Etika Lingkungan dan Filsafat Sains: Refleksi atas Banjir sebagai Krisis Ekologis dan Tanggung Jawab Ilmiah. Al-Zayn : Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(1), 4002–4010. https://doi.org/10.61104/alz.v4i1.3750

Issue

Section

Articles